Home News Diklaim Dukung Paslon Nomor 1, Kevikepan Jogja Barat dan Timur Ajukan Keberatan

Diklaim Dukung Paslon Nomor 1, Kevikepan Jogja Barat dan Timur Ajukan Keberatan

770
0
Surat perihal Hak Jawab Kevikepan Yogyakarta Barat dan Timur atas pemberitaan sebuah media terbitan Jogja. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Kevikepan Yogyakarta Barat dan Yogyakarta Timur menyampaikan keberatan atas berita yang dimuat sebuah media cetak terbitan Jogja, Rabu (4/11/2020). Sebab, seluruh isi berita tersebut sama sekali tidak mewakili sikap Gereja Katolik. Demikian pula data-data yang tercantum dalam pemberitaan tidak sesuai dengan data yang dimiliki kedua kevikepan tersebut.

“Kami menghendaki pernyataan ini disampaikan dan dimuat di media yang sama sebagai pemberitaan dan kami sudah memperoleh informasi (dimuatnya berita tersebut, red) paling lambat 2 x 24 jam sejak diterimanya surat ini,” tulis Vikep Yogyakarta Timur dan Vikep Yogyakarta Barat dalam surat perihal Hak Jawab Atas Berita di Media Massa yang ditujukan kepada pimpinan media tersebut, tertanggal 5 November 2020.

Dalam surat yang ditandatangani Vikep Yogyakarta Timur Romo Adrianus Maradiyo dan Vikep Yogyakarta Barat Romo AR Yudono Suwondo Pr tersebut, disampaikan beberapa sikap Gereja Katolik dalam hal politik.

Pertama, Gereja tidak pernah menyatakan mendukung salah satu pasangan calon (paslon) kontestan pilkada saja, namun Gereja menerima siapa saja yang datang dan menjalin silaturahmi dan komunikasi dalam usaha bersama mewujudkan peradaban kasih dan tercapainya kesejahteraan umum.

Kedua, keputusan politik untuk memilih (to elect) itiu ada di masing-masing pribadi yang mempunyai tanggungjawab moral dan politik sebagai warga negara. Ketiga, kelompok-kelompok orang-orang Katolik-apabila ada dan muncul di tengah umat-tidak pernah bisa mewakili sikap Gereja dalam menentukan sikap dan pilihan politik tertentu.

Dan keempat, kepada umat Katolik yang akan menggunakan hak pilihnya dalam pilkada, dengan kasih kegembalaan Gereja, memberi beberapa catatan untuk memilih calon. Yakni mempunyai komitmen kuat terhadap tetap tegaknnya Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan segala rangkaiannya; memiliki komitmen yang jelas, dengan visi dan arah kepemimpinan yang bertujuan memajukan kesejahteraan umum, toletransi, keututan ciptaan dan pengembangan sumber daya manusia; dan memiliki latar belakang komitmen yang menunjukkan keberpihakannya kepada mereka yang Kecil, Lemah, Miskin dan Tersingkir serta Difabel.

Kemudian, memiliki komitmen untuk bersinergi dengan banyak pihak, baik di internal pemerintahan maupun degan kelompok-kelompok masyarakat. Selain itu, memiliki komitmen untuk menjaga integritas pribadi dalam hal korupsi, kolusi dan nepotisme mewujudkan pemerintahan yang bersih, kredibel dan akuntabel. Dan memiliki kehendak dan kecakapan untuk mempersatukan seluruh elemen masyarakat untuk bersama membangun dalam kesatuan visi dengan pimpinan di atasnya.

“Kepada ananda semua, putra putri Gereja terkasih, yang terlibat sebagai pribadi dalam pilihan dan dukungan politik kepada kontestan tertentu, sama sekali tidak kami izinkan untuk menggunakan simbol-simbol kelembagaan Gereja dalam kepentingan tersebut,” tulis Vikepa Yogyakarta Timur dan Barat. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here