Home Opini Digital Tengil

Digital Tengil

392
0
Para pembicara/narasumber webinar nasional dengan tema Peran Milenial dalam Membangkitkan Ekonomi UMKM, 23 September 2021. Foto: Istimewa

BERNASNEWS.COM – Prinsip pedagang kaki lima ini sekarang diadopsi pengusaha kaki seribu: “Lebih baik minta maaf daripada minta izin.”

Bagi pedagang pecel lele, terlalu matang memikirkan konsep bisnis dan memenuhi persyaratan perizinan justru akan memasung mereka tak bergerak ke mana-mana. Segera saja gelar tenda dan jika ada operasi Satpol PP, tunjukkan bahwa perizinan sedang diurus sambil bungkuk badan minta maaf.

Pengusaha kaki seribu (start up) dan pengusaha kaki meja (UMKM dengan skala lapak) meniru perilaku tersebut. Teknologi digital membuka lebar-lebar kanal usaha dengan jurus makelar: jual dulu, produksi belakangan.

Pemerintah kedodoran mengejar ketertinggalan. Ya memang begitu sifat alami regulator: bisa mengatur setelah tidak teratur. Ketika aturan jadi, tren bisnis sudah melesat jauh di depan. Persis adegan Tom & Jerry: kejar-lari seperti musuh tanpa membunuh karena sama-sama butuh.

Bocah-bocah digital, dari milenial hingga alpha, terus bereksperimen akan bentuk-bentuk bisnis di masa depan. Tanpa seremoni mereka saling terkoneksi dengan algoritma asimetris–istilah ini karangan saya saja. Senyap pergerakan bawah tanah mereka, tahu-tahu bisnis kokoh di permukaan ambruk domino: pusat perbelanjaan, restoran, penerbangan murah, hingga pemanja gaya hidup.

Tentu, bocah-bocah tengil itu tak akan minta maaf atas ulahnya. Sebaliknya, mereka memaafkan kerapuhan dan kepongahan bisnis konvensional yang bertumbangan. Satpol PP? Segera lepas seragam angker lalu “sarungan sinambi maca koran” kuasai piranti siber dan jadi sahabat bocah-bocah tengil. Sebab, digitalisasi bagi milenial itu niscaya.

Anda boleh sebal tapi jangan bebal. (AA Kunto A, Coach Writer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here