Home News Dibanding Lebaran Tahun Lalu, Harga Selongsong Ketupat Lebaran Tahun 2021 Jauh Lebih...

Dibanding Lebaran Tahun Lalu, Harga Selongsong Ketupat Lebaran Tahun 2021 Jauh Lebih Murah

155
0
Suasana penjualan selongsong ketupat lebaran, Rabu (12/5/2021), di Pasar Ngasem, Yogyakarta. Pedagang selongsong tersebut kebanyakan dari daerah Kulon Progo. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Merayakan hari Idul Fitri atau Lebaran tentu tidak lepas dari sajian kuliner khas berupa opor ayam, sambal kerecek ati dan ketupat. Biasanya jelang lebaran harga bahan-bahan untuk memasak sajian itu, seperti daging ayam, ati sapi berserta bumbu-bumbunya dipastikan naik cukup tajam namun pada lebaran tahun 2021 ini bisa dikatakan relatif stabil.

Selongsong ketupat pada lebaran tahun 2020 lalu harga per ikatnya dengan isi 10 biji bisa menjangkau Rp 20.000 – Rp 30.000. Untuk lebaran tahun 2021 harga hanya berkisar Rp 10.000 per ikat, berdasar pemantauan Bernasnews.com, Rabu (12/5/2021), dari belasan pedagang selongsong ketupat di Pasar Ngasem, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta.

Pembeli selongsong ketupat, Rabu (12/5/2021) pagi, di Pasr Ngasem, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

“Bisa jadi karena sekarang yang jual selongsong ketupat lebih banyak daripada tahun lalu. Lebaran tahun lalu saya cari di sini (Pasar Ngasem) jam 06:30 WIB sudah nggak ada yang jual sehingga saya harus putar-putar pasar dan baru dapat selongsong ketupat di Pasar Prawirotaman. Itu pun harus nunggu untuk dibuatkan,” ujar Emiliana, seorang ibu dari Kampung Keparakan kepada Bernasnews.com.

Dikatakan Emiliana, bahwa meskipun keluarganya non muslim namun setiap perayaan lebaran pasti memasak ketupat lengkap dengan opor ayam, sambal krecek beserta kelengkapan lainnya. “Selain itu juga sebagai bentuk nguri-uri atau melestarikan budaya Jawa. Sahabat dan kerabat juga banyak yang muslim bisa sebagai hantaran pengganti kumpul-kumpul di rumah karena masih pandemi,” imbuh ibu dua putri itu.

Lasido penjual selongsong ketupat musiman dari Lendah, Kabupaten Kulon Progo saat menggelar dagangannya, Rabu (12/5/2021) pagi, di Pasar Ngasem, Kemantren Kraton, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Sementara itu, Lasido seorang pedagang selongsong ketupat dari Lendah, Kulon Progo menjelaskan, bahwa dia bersama teman-teman yang berdagang musiman selongsong ketupat tidak berani memathok harga mahal. “Selain janur (daun pohon kelapa) bahan untuk membuat selongsong tersedia banyak di rumahnya dan pohon kelapa juga milik sendiri. Ibaratnya modal hanya tenaga untuk bikin dan BBM motor untuk ke sini,” ungkapnya.

Lanjut Lasido, selain telah menyiapkan sekitar 150 ikat selongsong ketupat dari rumah. Juga membawa janur dalam bentuk lembaran untuk persiapan membuat apabila dagangan selongsong ketupatnya semakin menipis karena laku terjual. “Untuk membuat setiap satu biji selongsong ketupat waktunya sekitar 2-3 menit. Jadi setiap orang nggak sama tergantung tranpil dan kerapihannya,” ujar Lasido. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here