Monday, June 27, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsDiary Hazel Bertumbuh Berkat Literasi

Diary Hazel Bertumbuh Berkat Literasi

bernasnews.com – Pandemi virus Covid-19 dua tahun silam tidak sepenuhnya menciptakan kondisi yang merugikan banyak hal. Namun juga membuahkan terobosan kreativitas dan karya. Hal ini termasuk dialami oleh keluarga Agatha KM, seorang ibu rumah tangga dengan satu puteri.

Pada awal pandemi, dia sempat bosan dan bingung hendak berkegiatan apa, karena sekolah pun semua memakai sistem online. Lalu terlintas ide untuk mengabadikan semua momen kegiatan dan kreasi puterinya Hazel dalam sebuah channel Youtube. Maka terciptalah channel itu bernama Diary Hazel. Pada 17 Mei 2021, dia resmi sebagai content creator di Youtube Anak Indonesia.

“Sebagai kado atas ulang tahun Hazel tanggal 5 Juni 2021, saya menulis buku Diary Hazel Di Sini Senang Di Sana Senang. Sekarang. Kemudian di ulang tahun 5 Juni 2022 yang lalu, dia mengkado diri sendiri dengan naik kelas. Dari kelas satu ke kelas dua sekolah dasar di Bekasi. Itu semua berkat literasi. Hazel memang suka membaca dan berkreasi dari tayangan youtube,” kata Agatha KM kepada bernasnews melalui WhatsApp di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/6/2022).

Menurut ibu muda yang lulusan ilmu komunikasi sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogyakarta ini, kegemaran membaca dan berkreasi antara lain menurun dari kakek buyut dan kakek dari pihak ibu. Kakek buyut dan kakek Hazel termasuk pribadi yang senang membaca, dan bahkan memiliki perpustakaan di rumah.

Ayahnya juga sering membelikan buku bacaan, selain buku pelajaran. Hazel selalu minta dibelikan dua buku saat di toko buku. Satu buku biasanya “habis” dibaca dalam perjalanan pulang, dan satu buku lagi dibaca di rumah dalam beberapa hari. 

“Saya sependapat dengan pernyataan dan program bahwa kompetensi literasi dasar selayaknya diberikan kepada anak sejak pendidikan dasar. Kegiatan seperti menyimak-berbicara, membaca-menulis, berhitung-memperhitungkan, dan mengamati-menggambar sangat bermanfaat bagi perkembangan kecerdasan dan kreativitas anak. Anak akan terbiasa membaca teks secara lisan, tulis dan visual,” kata Agatha.

Menurut dia, berkat literasi dan kegiatan di Diary Hazel, puterinya memilki kemampuan cukup dalam mengikuti pelajaran di sekolah. Sekilas dalam keseharian dia seperti anak pendiam. Namun ketika bergaul dengan teman dan berbicara di depan kamera perekam, dia jadi ceria dan percaya diri.

“Kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan dan keterampilan, dan ekstrakurikuler di Laporan Hasil Belajar Siswa Hazel secara umum didiskripkan sangat baik oleh gurunya. Dalam pengetahuan Seni Budaya dan Prakarya misalnya, dia dinilai sangat baik dalam memeragakan gerak anggota tubuh melalui tari, membuat karya ekspresi dua dan tiga dimensi, menirukan elemen musik melalui lagu dan membuat karya dari bahan alam. Untuk pelajaran Agama, PPKn, Bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin), Matematika, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan juga sangat baik,” kata dia.

Seperti anak kecil pada umumnya, Hazel juga senang diberi atau memberi kado kepada keluarga atau temannya saat ulang tahun. Salah satu kado yang disukai gadis kecil berusia 7 tahun ini adalah pakaian pantas pakai dari kakak sepupunya. “Ya kami adalah kekuarga The Lung. Maksudnya lungsuran. Kami senang menerima dan memberi pakaian pantas pakai keluarga. Malah asyik,” kata Agatha KM seraya tertawa berderai. (mar)       

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments