Home Technology Desiminasi Teknologi Mobile Application “Matrash“ dalam Inovasi Pengelolaan Sampah di Pesisir Desa...

Desiminasi Teknologi Mobile Application “Matrash“ dalam Inovasi Pengelolaan Sampah di Pesisir Desa Jenu Kabupaten Tuban

225
0
Teknologi Mobile Application “Matrash” dalam inovasi Pengelolaan Sampah. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Desiminasi Teknologi Mobile Application “Matrash” dalam inovasi Pengelolaan Sampah di Pesisir Desa Jenu Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh tim dosen Universitas AMIKOM Yogyakarta dari berbagai bidang ilmu.

Ketua tim kegiatan adalah Suyatmi, SE, MM yang merupakan dosen Prodi Sarjana Kewirausahaan, anggota tim terdiri, Khusnawi, SKom, MEng dan Rifda Faticha Alfa Aziza, M Kom, masing-masing dari Prodi Geografi dan Prodi Informatika.

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Yayasan Mangrove Center dan Pokwasmas yang berlokasi di Pesisir Desa Jenu Kabupaten Tuban, sebagai mitra yang dipimpin oleh H. Ali Mansur, Sag. Kegiatan ini berhasil didanai oleh Kementerian Ristek Brin Republik Indonesia tahun 2020 dan dilaksanakan selama 5 (lima) bulan mulai Agustus sampai denganDesember 2020.

Berdasarkan data Jambeck (2015), Indonesia berada dalam peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton. Setiap tahun produksi plastik menghasilkan sekitar delapan persen hasil produksi minyak dunia atau sekitar 12 juta barel minyak atau setara 14 juta pohon.

Lebih dari satu juta kantong plastik digunakan setiap menitnya, dan 50 persen dari kantong plastik tersebut dipakai hanya sekali lalu langsung dibuang. Dari angka tersebut hanya 5% yang benar-benar di daurulang.

Salah satu akar masalahnya bukan hanya dari regulasi penggunaan plastik, namun juga kesadaran dan budaya masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarangan. Berdasarkan data dari SUSENAS tahun 2017 mengenai pentingnya mengelola sampah, sebanyak 80% orang setuju bahwa mengelola sampah itu penting untuk dilakukan. Namun pada prakteknya hanya 9% yang pernah dan konsisten melakukan pengelolaan sampah dengan baik secara pribadi.

Sehingga dibutuhkannya sebuah inovasi untuk membudayakan masyarakat untuk peduli melakukan pengelolaan sampah dengan bantuan teknologi. Maka dari itu, kami merancang sebuah aplikasi berbasis android untuk membantu masyarakat membudayakan agar membuang sampah secara teratur sehingga dapat mengurangi dan meminimalisir sampah yang terbuang sembarangan, yang diberi “Matras”.

Matrash adalah aplikasi yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dengan menghubungkan tempat pembuangan sampah (TPS), tempat pembuangan akhir (TPA) dan bank sampah, sebagai mitra untuk memastikan bahwa limbah yang dihasilkan oleh masyarakat dapat dikelola dengan baik dan dapat meminimalkan polusi lingkungan.

Aplikasi Matrash dibuat dan dikembangkan menggunakan metode pemikiran desain dan validasi pasar dengan alat Model Bisnis Canvas. Saat ini fitur aplikasi Matrash berjalan 100% dan telah diuji pasar. Sesuai dengan poin 12 SDG’s, Matrsah siap membantu Indonesia khususnya masyarakat Pesisir Desa Jenu Kabupaten Tuban dalam memecahkan masalah lingkungan untuk tujuan pembangunan berkelanjutan.

Adapun tujuan dari pembuatan aplikasi Matrash ini,  untuk membantu masyarakat dalam membudayakan membuang sampah secara teratur dan konsisten dengan layanan aplikasi yang dibuat. Selain itu terdapat tujuan-tujuan lain dalam pembuatan aplikasi ini 1) Untuk menurunkan jumlah sampah yang terbuang sembarangan dan mencemarkan lingkungan. 
2) Menjadi media edukasi bagi para pengguna, 3) Memaksimalkan fungsi dari TPS, TPA dan bank sampah.

Manfaat aplikasi matrash ini adalah memudahkan masyarakat dalam menangani permasalahan sampah di Desa Jenu Tuban. Adapun manfaat lain diantaranya, 1) Membuat lingkungan menjadi bersih. 
2) Meningkatkan penghasilan pengangkut sampah dengan sistem profit sharing.3)Mengelola sampah menjadi gaya hidup masyarakat modern. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here