Home Opini Desa Terang, Desa Tumbuh

Desa Terang, Desa Tumbuh

141
0
Drs Muhammad Roni Indarto MSi, Dosen Sekolah Tinggi ilmu Manajemen YKPN

BERNASNEWS.COM – Dalam rangka peningkatan ekonomi negara pemerintah Republik Indonesia melakukan berbagai upaya, mulai dari tingkat pusat, tingkat provinsi, tingkat pemerintah daerah tingkat dua, sampai ke pemerintah desa, usaha peningkatan ekonomi menjadi salah satu prioritas utama.

Peningkatan perekonomian suatu negara menjadi sangat penting dan menjadi salah satu penopang perkembangan dan pertumbuhan suatu negara. Peningkatan ekonomi dalam sebuah negara tentunya dimulai dari peningkatan ekonomi dari wilayah pemerintahan terkecil di sebuah negara, tak terkecuali di Indonesia. Wilayah pemerintahan terkecil di Indonesia adalah pemerintahan desa.

Desa sebagai perwujudan kehadiran negara pada level yang terkecil di sebuah pemerintahan, juga merupakan ujung tombak pelayanan kepada masyarakat, karena setiap hari di sepanjang waktu desa selalu berinteraksi langsung dengan warga masyarakat di daerah tersebut dalam berbagai dimensi. Pergerakan pembangunan desa ini diharapkan secara signifikan dapat mengurangi angka kemiskinan, memperluas lapangan pekerjaan dan selanjutnya dapat memperkuat roda perekonomian desa tersebut dan selanjutnya akan meningkat ke level yang pemerintahan yang lebih tinggi.

Dalam rangka peningkatan pembangunan di sektor ekonomi, terutama pada level desa. Pemerintah Republik Indonesia mendorong terbentuknya Badan Usaha Milik Desa atau yang lebih sering disingkat menjadi Bumdes. Berdirinya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dilandasi oleh UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 213 ayat (1) disebutkan bahwa “Desa dapat mendirikan badan usaha milik desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa” dan tercantum pula dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2005 tentang Desa.

Pendirian badan usaha desa ini disertai dengan upaya penguatan kapasitas dan didukung oleh kebijakan daerah (Kabupaten/Kota) yang ikut memfasilitasi dan melindungi usaha masyarakat Desa dari ancaman persaingan para pemodal besar.

Berdasarkan perundang-undangan di atas, BumDes kependekan dari badan usaha milik desa, hal ini memiliki pengertian, suatu Lembaga atau badan perekonomian desa yang berbadan hukum dibentuk dan dimiliki oleh Pemerintah Desa, dikelola secara ekonomis mandiri dan profesional dengan modal seluruhnya atau sebagian besar merupakan kekayaan desa yang dipisahkan.

Kehadiran BUMDes oleh pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan ruang yang luas bagi masyarakat di wilayah tersebut dan juga sektor swasta untuk berpartisipasi dalam mengembangkan serta menggerakkan perekonomian desa. Diharapkan pula BUMDes bisa menjadi ujung tombak kesejahteraan masyarakat desa.

Namun demikian, pengelolaan BumDes tidak semudah membalik telapak tangan, salah satu kendala yang dihadapi BUMDes adalah bidang permodalan. Umumnya tidak banyak sektor swasta dan lembaga keuangan yang mau mendanai BUMDes karena belum memiliki badan hukum.

BumDes sendiri dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan di mana selanjutnya dapat memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes), memajukan perekonomian desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa seperti diamantkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa pasal 78 ayat (1).

Salah satu manfaat dari keberadaan BumDes di seluruh desa di wilayah Negara Republik Indonesia sebagai mana tertuang dalam dalam  Pasal  3  Permendesa PDTT NoMOR 4 Tahun 2015, yaitu; pertama, Meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi Desa; kedua, mengembangkan rencana kerja sama usaha antar desa dan/atau dengan pihak; ketiga, menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan Layanan umum warga; keempat, membuka lapangan kerja.

Desa Terang

Desa terang dapat didefinisikan sebagai desa yang terang karena listrik sudah masuk ke desa tersebut dan berbagai informasi sudah dapat diperoleh secara mudah di desa tersebut. Berhubungan dengan kemudahan informasi yang dapat diperoleh dengan mudah di desa tersebut, tentunya tidak terlepas dari teknologi intormasi ada dan dapat diakses dari desa tersebut secara mudah dan murah. Terkait dengan hal tersebut maka peranan pemerintah desa untuk mengupayakan akses teknologi informasi sangat penting dan utama.

Kemudahan dalam mengakses informasi dari berbagai bidang dan dari berbagai sumber informasi di dunia ini tidak terlepas dari mudahnya masyarakat desa tersebut dalam mengakses teknologi informasi yang saat ini ada. Hal ini tidak terlepas dari jaringan internet dan teknologi nir kabel (sering disebut wifi, wireless fidelity) yang ada di desa tersebut. Namun rata-rata bahkan kebanyakan desa di seluruh wilayah di Indonesia belum memiliki jaringan internet dan wifi yang baik, bahkan cukup baik. Apabila ada jaringan internet dan wifi di desa tersebut, masih belum terkelola dengan baik dan benar dan masih bersifat parsial belum integral.

Permasalahan tentang pengelolaan jaringan internet dan wifi ini tentunya dapat di atasi dengan pengambilan peran pengelolaan jaringan internet dan wifi melalui BumDes. BumDes dapat melakukan pengelolaan tersebut, pertama dengan melakukan Kerjasama pengelolaan dengan pihak ketiga, seperti misalnya provider dan atau perusahaan swasta yang berkompeten dibidang teknologi informasi, maupun perusahaan lain yang berkeinginan dan menaruh perhatian terhadap perkembangan BumDes maupun perekonomian di desa tersebut.

Mengapa harus BumDes, berdasar pengamatan sementara bahwa, saat ini pengelolaan jaringan internet dan wifi di desa yang dikelola oleh desa maupun masyarakat kurang berjalan dengan baik dan lancar dan kurang dapat untuk meningkatkan potensi perekonomian di desa tersebut.

Bersama BumDes maka bisa diharapkan bahwa tidak hanya  pada pengelolaan jaringan internet dan wifi saja, akan tetapi dapat pula meningkatkan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga, misalnya dengan menciptakan Market place dari desa tersebut dengan memanfaatkan potensi desa dan atau bisa bekerja sama dengan beberapa market place yang sudah ada seperti misalnya Bli Bli, Buka Lapak dan sebagainya. Selain penciptaan market place, BumDes juga bisa memberdayakan sumberdaya manusia di desa tersebut dengan cara dilatih dan ditingkatkan ketrampilannya, terutama pada ketrampilan pengelolaan jaringan dan wifi, sehingga masyarakat di desa tersebut dapat menambah penghasilan dengan adanya Internet dan wifi di desa tersebut, sumberdaya manusia di desa tersebut juga bisa ditingkatkan pengetahuan dan ketrampilannya berkenaan market place on line yag ada di media sosial, sehingga bisa membantu pemasaran produk desa tersebut.

Dengan demikian Desa akan menjadi terang, diterangi oleh BumDes melalui jaringan internet dan wifi yang terkelola dengan baik dan lancar. Internet bisa dimanfaatkan oleh masyarakat desa untuk berbagai aktivitas baik Pendidikan, sosial, budaya, keamanan maupun ekonomi dengan biaya yang relatif terjangkau.

Desa Tumbuh

Dengan akses internet yang lancar dan biaya terjangkau melalui pengelolaan BumDes yang baik dan benar, maka masyarakat desa akan lebih “melek” informasi dan lebih berdaya serta berhasil guna. Selanjutnya dengan “melek” informasi maka pengetahuan dan ketrampilan masyarakat desa diharapkan menjadi lebih meningkat dan berkembang secara cepat, seiring dengan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan maka potensi perekonomian melalui hasil produk asli desa akan semakin bisa diinformasikan dan dijual melalui media elektronik, dalam hal ini melalui media sosial maupun market place  yang sudah dibuat oleh BumDes atau market place  lainnya.

Peningkatan perekonomian setiap masyarakat di desa tersebut, maka akan semakin meningkatkan pula Pendapatan Asli Desa (PADes), sehingga diharapkan PADes semakin bertumbuh. Seiring dengan pertumbuhan PADes ini akan semakin meningkatkan pertumbuhan kemakmuran masyarakat desa tersebut dan akan mempengaruhi pertumbuhan potensi-potensi di desa tersebut.

Akhirnya Desa Tumbuh akan menjadi salah satu kekuatan dalam memperkokoh perekonomian negara Republik Indonesia, semoga. (Muhammad Roni Indarto, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here