Home News Desa Sadar Kerukunan di DIY jadi Inspirasi bagi Desa-Desa di Indonesia

Desa Sadar Kerukunan di DIY jadi Inspirasi bagi Desa-Desa di Indonesia

54
0
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Humas Pemda DIY

BERNASNEWS.COM – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas baru pertama kali meresmikan Desa Sadar Kerukunan dan ini dilakukan di DIY. Ia mengaku Desa Sadar Kerukunan merupakan hal yang luar biasa dan bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa laindi Indonesia.

“Saya baru pertama kali ini meresmikan mengenai Desa Sadar Kerukunan, luar biasa sekali. Saya baru menemukan ini, dan kebetulan berada di Bantul. Mudah-mudahan nanti di Gunungkidul dan lainnya akan segera menyusul dan tentu saya berharap akan menjadi inspirasi bagi desa-desa yang lain di Indonesia,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam acara pencanangan Desa Sadar Kerukunan dan launching Pojok Wakaf Uang Digital di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul, yang berlangsung di Pendapa Manggala Parasmya II Bantul pada Rabu (29/9/2021).

Menurut Gus Yaqut-sapaan akrab Menteri Agama-keragaman agama dan budaya telah menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Bahkan Indonesia dibangun atas dasar kesepakatan pluralism. Sehingga tidak ada satupun orang atau kelompok yang berada di Indonesia yang boleh mengklaim dirinya yang paling memiliki Indonesia. Karena negeri ini adalah milik kita semua.

“Kita semua punya kewajiban bersama untuk menjaga Indonesia, karena faktanya ada sekelompok orang yang mencoba mengikis atau menafikan. Mereka menginginkan Indonesia hanya satu warna, merasa mayoritas/paling banyak kemudian ingin menyingkirkan minoritas. Padahal, jika melihat dari agama kita masing-masing, semakin banyak jumlah, maka kita memiliki kewajiban untuk melindungi yang kurang banyak,” kata Menag yang dikutip Bernasnews.com dari Humas Pemda DIY, Rabu (29/9/2021).

Karena itu Gus Yaqut berpesan dengan slogan Yang Waras Ojo Ngalah, yang berarti jika yang waras mengalah, maka negeri ini akan dengan mudah dijajah oleh suatu kelompok.

Sementara Kepala Kanwil Kemenag DIY Masmin Afif mengatakan bahwa pada 25 Januari 2021 telah diluncurkan Gerakan Wakaf Uang Nasional oleh Presiden RI. Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia, tahun 2019 potensi wakaf tunai di Indonesia mencapai Rp.188 triliun per tahun dan aset wakaf Rp.2000 triliun per tahun.

Namun hingga saat ini baru terealisasi sekitar Rp 30 triliun per tahun. Karena itu, sejak tahun 2019, Kanwil Kemenag Kabupaten Gunungkidul dan yang disusul oleh Kemenag Kabupaten/Kota se-DIY bersama Bank Indonesia menginisiasikan program Jaga Berwakaf yang telah memberikan dampak baik bagi masyarakat.

Menurut Masmin, program ini dilanjutkan tahun 2021 sejalan dengan blueprint Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah. Pojok Wakaf Uang Digital diawali tahun 2020 oleh KUA Rongkop dengan nama Pas Waktune, Pasangan Muda Sadar Wakaf Tunai yang merupakan layanan wakaf uang terpadu.

Dikatakan, peluncuran Pojok Wakaf Uang Digital dimaksudkan untuk terciptanya penerimaan wakaf uang dari masyarakat yang dikelola dan hasilnya disalurkan kepada mauquf ‘alaih di setiap kecamatan Kabupaten Gunungkidul dan menjadi embrio DIY. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here