Desa Ngampel di Lereng Merapi Terapkan Akses 1 Pintu untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

    710
    0
    Salah satu akses menuju ke Desa Ngampel, Harjobinangun, Sleman, yang ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona. (Foto: Istimewa)

    BERNASNEWS.COM – Desa Ngampel, Harjobinangun, Sleman, Yogyakarta, turut menerapkan akses satu pintu. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona di Yogyakarta.

    “Tidak ditutup penuh. Menggunakan penerapan satu pintu keluar masuk kampung dan disemprot desinfektan serta ngisi buku tamu,” jelas Gregorius Pintoko, salah seorang warga Desa Ngampel, Sabtu (28/3/2020).

    Warga masih bisa keluar masuk Desa Ngampel melalui pintu yang telah ditentukan. Ketika melewati pintu ini, warga akan disemprot dengan desinfektan. Tak hanya itu, warga juga akan mengisi buku tamu.

    Salah satu akses menuju ke Desa Ngampel, Harjobinangun, Sleman, yang ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona. (Foto: Istimewa)

    Kebijakan ini menjadi kesepakatan warga untuk bersama dan bergotong royong menjaga satu sama lain dari penyebaran virus corona yang kini kian meluas. Ia juga meminta agar warga Desa Ngampel yang memiliki anggota keluarga yang sedang merantau, untuk disampaikan agar tidak mudik lebih dulu. Desa yang memiliki sekitar 80 kepala keluarga (KK) ini sepakat bahwa pendatang yang nekat untuk pulang harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

    “Jika ada yang ngeyel (mudik) atau tidak tau, warga pendatang  diharap untuk membawa surat keterangan sehat dari puskesmas,” lanjutnya.

    Ketua RT 06 Desa Ngampel, Giyanto menambahkan bahwa kebijakan ini bukan berarti dikatakan lockdown. Pasalnya, warga Desa Ngampel masih bisa keluar masuk Desa melalui pintu yang telah ditentukan.

    “Bukan lockdown. Warga masih bisa masuk dan keluar lewat pintu yang sudah ditentukan. Biar warga juga merasa nyaman,” ujar Giyanto.

    Para pemuda di Desa Ngampel, Harjobinangun, Sleman, yang mendukung kebijakan akses 1 pintu. (Foto: Istimewa)

    Kebijakan ini pun mendapatkan dukungan dari para pemuda di Desa Ngampel. Dengan adanya kebijakan akses satu pintu ini maka warga desa bisa membatasi orang keluar masuk ke Desa Ngampel dan mengantisipasi pemudik.

    Para pemuda pun berharap, wabah virus corona ini bisa segera berakhir. Sehingga, aktivitas bisa kembali berjalan normal.

    “Harapan yang paling penting, warga Ngampel, sehat semuanya, tidak ada yang terkena virus corona ini dan suasana di wilayah Ngampel dan Indonesia semoga semakin hari makin baik,” ujar Ketua Pemuda Desa Ngampel, Ipan.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here