Saturday, May 21, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsDendeng Age Kuliner Kegemaran Sultan Jogja, Beginilah Cara Buatnya!

Dendeng Age Kuliner Kegemaran Sultan Jogja, Beginilah Cara Buatnya!

bernasnews.com — Sebagai penopang wisata Kraton Yogyakarta dan bagian sirip dari Sumbu Filosofis yang keberadaannya telah dicatatkan pada UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda, Panembahan sangat banyak menyimpan potensi budaya, dari bentuk bangunan, tradisi, maupun kekayaan kulinernya.

Hal tersebut disampaikan oleh Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro, SH, MIP dalam giat pengenalan salah satu kuliner tempo dulu ‘Dendeng Age’, Senin (21/3/2022), di Pendapa Mandira Loka, Kantor Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta.

Suasana pengenalan kuliner tempo dulu ‘Dendeng Age’ oleh Pemerintah Kelurahan Panembahan, Senin (21/3/2022). Foto: Tedy Kartyadi/ bernasnews.com.

“Dendeng Age merupakan kuliner yang bersumber dari kraton, konon juga sangat digemari oleh para Sultan, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kami kenalkan dan sosialisasikan pada puluhan ibu-ibu perwakilan dari beberapa kampung yang ada di Kelurahan Panembahan,” terang Murti Buntoro.

Menurut dia, kegiatan ini disamping sebagai upaya ikut melestarikan hasil budaya berupa kuliner-kuliner tempo dulu. Juga sebagai upaya peningkatan ekonomi warga. “Terlebih pokdarwis dan kampung wisata mulai digalakan di Panembahan. Sehingga kedepan kegiatan semacam ini juga bisa untuk mendukung program Gandeng Gendong yang dicananangkan Pemkot Jogja,” ungkap Murti.

Ibu-ibu dari perwakilan kampung se-Kelurahan Panembahan tampak antusias mengamati cara dan proses pembuatan ‘Dendeng Age’, dengan tetap menerapkan prokes. (Tedy Kartyadi/ bernasnews.com)

Proses pembuatan dan bahan kuliner ‘Dendeng Age’ sebenarnya tidak begitu rumit, hanya butuh ketlatenan. Berbahan dasar daging sapi yang berserat panjang, buah luwih (Artocarpuscamansi, nama ilmiah) yang tua, dan santan kanil untuk dibuat areh.

Sementara bumbu-bumbunya antara lain, bawang merah dan bawang putih, gula Jawa, bubuk tumbar, serta garam. Bahan untuk membuat kemasan yaitu, bambu utuk membuat japitan, daun pisang dan buncis sebagai penghias.

Penampakan kuliner tempo dulu ‘Dendeng Age’ kegemaran para Sultan Kraton Jogja. (Tedy Kartyadi/ bernasnews.com)

Cara membuat ‘Dendeng Age’, daging sapi direbus hingga empuk, begitupula kluwih yang telah dikupas dan direbus, kedua bahan ini ditumbuk menjadi halus dicampur dengan areh yang telah dibumbui kemudian dibentuk sedemikian rupa di japitan dari bambu. Bahan yang telah dibentuk itu dilumuri areh kemudian dipanggang hingga matang kecoklatan. Rasanya nyus mirip abon sapi hanya teksturnya agak basah. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments