Home News Demi Pelayanan yang Efektif, Kevikepan DIY Dimekarkan

Demi Pelayanan yang Efektif, Kevikepan DIY Dimekarkan

12598
0
Romo Effendi Sunur SJ (kedua dari kiri). Dok Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Kevikepan DIY akan dimekarkan menjadi dua. Pemekaran ini telah diputuskan dalam Temu Pastoral (Tepas) KAS pada 2019 dan ditegaskan lagi dalam pertemuan Dewan Imam KAS, 5-6 Desember 2019. Penegasan ini ditandai dengan menentukan pusat kevikepan, masing-masing Kevikepan Yogyakarta Barat yang berpusat di Paroki Wates dan Kevikepan Yogyakarta Timur di Paroki Pringwulung.

Dalam pertemuan Dewan Imam KAS itu juga diputuskan batas wilayan Kevikepan Yogyakarta Barat dan Timur, yakni Jalan Kaliurang sampai ujung Jalan C Simanjuntak. Wilayah Kevikepan Yogyakarta Barat meliputi 19 paroki dan Kevikepan Jogya Timur meliputi 18 paroki.

Suasana pertemuan para imam Kevikepan DIY, yang berlangsung di aula Paroki Banteng, beberapa minggu lalu. Foto: Anton Sumarjana

Pembagian wilayah bukan berdasarkan wilayah pemerintahan, tetapi lebih melihat kemudahan dan kedekatan dari sisi letak geografis. Hal ini dimaksudkan agar semakin mengefektifkan pelayanan Gereja Kevikepan DIY kepada umat.     

Kevikepan Yogyakarta Barat meliputi 19 paroki yaitu Paroki Wates, Paroki Bonoharjo, Paroki Nanggulan, Paroki Pelemdukuh, Paroki Boro, Paroki Promasan, Paroki Klepu. Paroki Sedayu, Paroki Klodran, Paroki Ganjuran, Paroki Gamping, Paroki Warak, Paroki Mlati, Paroki Medari, Paroki Somohitan, Paroki Brayut, Paroki Pakem, dan Paroki Banteng, dan Paroki Nandan.

Sementara Kevikepan Yogyakarta Timur meliputi 18 paroki yaitu Paroki Minomartani, Paroki Babadan, Paroki Kalasan, Paroki Macanan, Paroki Pangkalan, Paroki Pringgolayan, Paroki Baciro, Paroki Pringwulung, Paroki Babarsari, Paroki Kotabaru, Paroki Jetis, Paroki Kidul Loji, Paroki Kumetiran, Paroki Pugeran, Paroki Bintaran, Paroki Wonosari, Paroki Kelor dan Paroki Bandung, 

Kepyakan atau promulgasi pemekaran Kevikepan DIY ini akan dilakukan pada puncak ulang tahun ke-80 Keuskupan Agung Semarang, pada 7 Oktober 2020 di Paroki Wates, pusat Kevikepan Yogyakarta Barat. Pada hari itu akan diadakan misa besar yang dipimpin Uskup Keuskupan Agung Semarang Mgr Robertus Rubyatmoko.    

Ribuan umat Katolik Kevikepan DIY dalam sebuah ekaristi besar yang berlangsung di sebuah mal di Sleman beberapa waktu yang lalu. Foto: Anton Sumarjana

Kilas balik proses pemekaran

Uskup Keuskupan Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko mencetuskan ide pemekaran Kevikepan DIY pada 2018. Keuskupan Agung Semarang menseriusi gagasan pemekaran ini pada tahun berikutnya, dengan membentuk Panitia Adhock.

Panitia Adhock mempersiapkan pemekaran Kevikepan DIY dengan melakukan studi bersama, memperdalam Kevikepan DIY dari berbagai aspek. Dari aspek historis, ekonomi, sosial budaya, hukum Gereja dan legal formal. Panitia Adhock juga membuat angket kepada para imam. Hasil angket, dari 72 responden, sebanyak 89 persen setuju Kevikepan DIY dimekarkan. Dua alasan terbanyak adalah demi efektivitas pelayanan dan memunculkan orang-orang/kader-kader baru yang akan terlibat dalam pelayanan gereja.

 Keuskupan Agung Semarang dengan gembala Mgr Robertus Rubiyatmoko saat ini mempunyai 98 paroki. Wilayahnya meliputi sebagian Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Uskup Keuskupan Agung Semarang, dalam menjalankan tugas pastoral penggembalaan hampir setengah juta umat Katolik ini dibantu oleh Vikaris Jenderal (Vikjend) Romo Yohanes Rasul Eddy Purwanto, dan lima imam Vikaris Episkopal.

Vikep Semarang Romo Budi Wihandono Pr, Vikep Kedu Romo Alexius Dwi Aryanto Pr, Vikep Surakarta Romo Robertus Budiharyana Pr, Vikep DIY Romo Adrianus Maradiyo Pr dan Vikep Kategorial Romo Yohanes Dwi Harsanto Pr. (Anton Sumarjana, Bidang Litbang KKPKC Kevikepan DIY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here