Home News Demi Guru Honorer, 3.001 Orang Ikuti Gerakan Belarasa dan Terkumpul Dana Rp...

Demi Guru Honorer, 3.001 Orang Ikuti Gerakan Belarasa dan Terkumpul Dana Rp 6 Miliar

269
0
Para pelari JB Playon, klub lari alumni Kolese de Britto Yogyakarta, saat lari untuk LG4C, pada Desember 2020. Foto: Panitia LG4C

BERNASNEWS.COM – Sebanyak 3.001 orang yang terdiri dari pelari, pejalan cepat dan penyepeda mengikuti Gerakan Belarasa Lari dan Gowes Caritas Christmas Cross Challenge 2020 (LG4C) selama 31 hari atau selama bulan Desember 2020. Kegiatan ini dalam rangka mengumpulkan dana guna membantu para guru honorer di seluruh Indonesia, khususnya di luar Pulau Jawa.

Dari gerakan belarasa tersebut, totaL dana yang terkumpul sebanyak Rp 6.114.950.00. Semua dana yang terkumpul tersebut akan disumbangkan kepada guru honorer prasejahtera yang berada di luar Pulau Jawa.

Christiano Hendra Wishaka, Ketua Panitia Pelaksana LG4C, dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Minggu (17/1/2021), mengatakan, gerakan belarasa yang digagas oleh Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia (AAJI) bersama Yayasan KARINA-KWI, Komisi Pendidikan KWI dan Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ) di Indonesia ini juga diikuti oleh peserta dari 17 negara di wilayah Eropa, Amerika, Asia dan Timur Tengah.

Menurut Christiano Hendra, Yayasan KARINA yang merupakan lembaga kemanusiaan di bawah payung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) akan mengatur penyaluran donasi. “Yayasan ini yang akan menjalankan Program Bantuan Pendidikan bersama Komisi Pendidikan KWI dan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi KWI,,” kata Christiano.

Sr Dr Yustiana CB dengan rekor 846 km jalan dan lari untuk LG4C di Yogyakarta, pada Desember 2020. Foto : Panitia LG4C 

Sementara Direktur Eksekutif Yayasan KARINA-KWI Dr Fredy Rante Taruk Pr mengatakan, hasil donasi akan disalurkan dengan cepat dan tepat sasaran. Laporan penyaluran akan diterbitkan secara bertahap hingga Desember 2021. “Donasi utama diberikan kepada sekitar 2.000 guru honor prasejahtera. Sementara sisanya disalurkan untuk perbaikan sekolah-sekolah yang rusak di 27 provinsi di Indonesia,” kata Fredy Rante.

Dikatakan, Yayasan KARINA-KWI akan berupaya maksimal agar seluruh donasi benar-benar sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan. “Ini dana publik yang harus dikelola dengan akuntabel, akurat dan transparan,” ujar doktor bidang ekonomi bisnis ini seraya menambahkan bahwa KARINA-KWI bekerjasama dengan Komisi Pendidikan KWI melakukan seleksi dan verifikasi terkait penerima bantuan.

Sementara itu, sejumlah peserta LG4C mengaku gembira bisa mengikuti program ini secara penuh. Salah satu peserta, Sr Dr Yustiana CB, Pemimpin Ordo Suster Carolus Boromeus(CB) Indonesia, mencatat posisi nomor 6 dari 3.001 peserta sekaligus peringkat pertama jalan kaki dengan total aktifitas 846 km jalan dan lari.

Ignatius Kardinal Suharyo (tengah) memimpin misa penutupan LG4C di Katedral Jakarta, pada 14 Januari 2021. Foto: Panitia LG4C

Suster Yustiana yang berusia 56 tahun ini mengaku menggemari olahraga sejak remaja. “Bagi saya, kebutuhan olahraga sudah seperti kebutuhan makan. Manfaat olahraga luar biasa. Saya tidak pernah sakit selama tiga dekade terakhir. Olahraga memberikan kesegaran tubuh, jiwa dan energ sekaligus,” ujar Sr Yustiana.

Gerakan penggalangan dana demi guru honorer ini melahirkan rekor menarik. Para peserta dengan total 3.001 orang yang terdiri dari pellari, pejalan cepat dan penyepeda ini menempuh akumulasi jarak 424.398 kilometer (km) selama 31 hari. Ini setara dengan 10,6 kali mengitari bumi. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here