Home News Dekati, Cara Elegan Rangkul Warga yang Menolak Vaksinasi Covid-19

Dekati, Cara Elegan Rangkul Warga yang Menolak Vaksinasi Covid-19

389
0
Seorang ibu menerima hadiah dua ekor ayam usai mengikuti vaksinasi Covid-19 yang diadakan alumni SMA Kolese de Britto dan alumna SMA Stella Duce 1 angkatan 96 di SDN Kempong, Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo, Kamis (16/9/2021). Foto: AA Kunto A

BERNASNEWS.COM – Dekati, cara elegan rangkul penolak vaksinasi Covid-19. Adakan vaksinasi di lokasi yang dekat dengan permukiman warga. Dan cara inilah yang dilakukan para alumni SMA Kolese de Britto dan alumna SMA Stella Duce 1 angkatan 96, Kamis (16/9/2021) dan berhasil.

“Akhirnya, warga kami di sekitar lokasi ini sudah 90 persen divaksin,” ungkap Senija, Plt Lurah Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo, usai vaksinasi di SDN Kempong yang diselenggarakan alumni SMA Kolese de Britto dan alumna SMA Stella Duce 1 angkatan 96, Kamis (16/9/2021).

Pada kesempatan itu, sebanyak 700 dosis vaksin Covid-19 tersalurkan padahal sehari sebelumnya hanya terdaftar 200 warga. “Penolakan warga di sini memang tinggi. Ada yang tidak percaya vaksin, ada pula yang karena alasan jarak tidak mau ikut vaksin di Puskesmas. Mendekati warga dengan cara seperti ini ternyata memang tepat,” tandas Senija yang diiyakan Kepala Puskesmas Kalibawang dr Theresia Rudatun.

Para alumni SMA Kolese de Britto angkatan 96 yang menjadi panitia vaksinasi di SDN Kempong, Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo, Kamis (16/9/2021). Foto: AA Kunto A

Panitia dibantu Grab turut mendukung menghadirkan mitra dan warga sekitar ikuti vaksinasi. Iming-iming doorprize ayam hidup rupanya menarik. Sebanyak 200 ekor ayam hidup dibagikan kepada warga yang beruntung. Ekspresi gembira tampak di wajah-wajah penerima. “Lucu. Baru kali ini ada vaksinasi berhadiah ayam,” komentar salah satu peserta.

Gembira memang suasana yang dibangun panitia untuk menjauhkan kegiatan vaksinasi dari kesan menakutkan dan menegangkan. Dandim 0731 Kulon Progo Letkol Yefta Sangkakala mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang vaksin dan tenaga kesehatannya didatangkan oleh TNI-Polri ini.

“Bagus konsepnya. Dekati warga. Terima kasih sudah bersinergi dengan kami mempercepat program vaksinasi. Kami saja bikin vaksinasi keliling dengan mobil khusus. Kami datangi pasar-pasar. Ternyata, ketika didatangi mereka antusias kok,” ujarnya ketika meninjau lokasi.

Sejumlah alumna SMA Stella Duce 1 angkatan 96 yang menjadi panitia vaksinasi Covid-19 di SDN Kempong, Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo, Kamis (16/9/2021), mengenakan seragam SMA Stece. Foto: AA Kunto A

Kepada Dandim, Ketua Pelaksana Panitia AA Kunto A menyatakan salut dengan kinerja TNI-Polri yang sigap dan cepat. “Tapi ada lucunya, Ndan!” tukas Kunto.

Tenaga kesehatan yang ditugaskan TNI berasal dari berbagai daerah. Dokter Alex, salah satunya, dari Jayapura, lulusan Universitas Cenderawasih. Ia sedang menempuh pendidikan di Akademi Militer lewat jalur perwira karir. Pangkatnya masih prajurit siswa dua. Dokter-dokter lain berasal dari Manado dan Medan. Mereka didampingi Lettu Rendra, pelatih militer Akademi Angkatan Laut, Surabaya.

Mereka tidak bisa berbahasa Jawa, sedangkan banyak warga tidak bisa berbahasa Indonesia. Jadilah panitia berperan sebagai peterjemah. Jika tidak, pasien diarahkan menjalani skrining dengan Dokter Kikiq, alumnus De Britto yang sehari-hari berkarya di RS Panti Rapih.

Bahasa kemanusiaanlah akhirnya yang mempertemukan dan memperlancar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here