Home Pendidikan Data Sains Sangat Penting di Era Revolusi Indutri 4.0

Data Sains Sangat Penting di Era Revolusi Indutri 4.0

52
0
Dhomas Hatta Fudholi PhD, Sekretaris Program Studi Informatika Program Sarjana FTI UII, saat jadi salah satu narasumber dalam webinar internasional, Sabtu (3/10/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Data scientist atau data sains menempati posisi strategis di era revolusi indutri 4.0 saat ini dimana data men-drive pengembahan organisasi dan bisnis. Sains data adalah sebuah proses yang menjawab problematika dengan solusi berbasis analisis dan pemodelan AI.

Fokus yang digunakan pada sains data adalah data-data yang dipakai sebagai fitur untuk pembuatan model yang akan mengenali pola, misalnya pola pelanggan. Pengenalan pola pelanggan dari data tansaksi dan demografi pada sebuah platform jual beli menjadi sebuah proses otomasi yang dapat meningkatkan awarenees stakeholder dalam berbagai macam konteks, misalnya kebijakan marketing yang terarah.

“Tajuk tersebut mencoba untuk memberikan konsep yang mendekatkan sains data kepada pemikiran desain sehingga dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan menjadi faktor penentu kesuksesan bisnis,” kata Dhomas Hatta Fudholi PhD, Sekretaris Program Studi Informatika Program Sarjana FTI UII, Sabtu (3/10/2020).

Dhomas Hatta Fudholi PhD, Sekretaris Program Studi Informatika Program Sarjana FTI UII, saat jadi salah satu narasumber dalam webinar internasional, Sabtu (3/10/2020). Foto : Istimewa

Sebelumnya, Dhomas Hatta Fudholi PhD menjadi salah satu pembicara inti dalam seminar internasional yang diadakan secara daring bersama Dr Song Wan Li dari Nanjing Xiaozhuang University, China dan Dr Dini Oktarina DH dari Taylor University, Malaysia. Dalam seminar itu, Dhomas menyampaikan materi bertajuk When Data Science Meets Design Thinking.

Menurut Dhomas Hatta Fudholi, pemikiran desain adalah sebuah pendekatan untuk membangun dan mewujudkan inovasi yang didasarkan dan berpusat pada kebutuhan pengguna atau pelanggan. Fase pemikiran desain dimulai dengan emphatize yang mencoba untuk memahami kebutuhan dari pengguna. Kemudian dilanjutkan dengan proses mendefinisikan dan merumuskan ide.

Ide inovasi yang telah matang diwujudkan ke dalam purwarupa yang akan dites dan dimintakan umpan balik ke calon pengguna akhir. Iterasi yang berjalan terus dan umpan balik pengguna kepada proses untuk me-refine hasil inovasi menjadi komponen penting dalam pemikiran desain.

Materi webinar yang disampaikan Dhomas Hatta Fudholi PhD, Sekretaris Program Studi Informatika Program Sarjana FTI UII, pada webinar internasional, Sabtu (3/10/2020). Foto : Istimewa

“Dalam mengerjakan sebuah project yang berorientasi pada customer atau user seorang Data Scientist juga dapat berperan sebagai designer. Menjadi seorang data scientist yang memiliki empati terhadap kebutuhan experience dari user dan mampu mengatur jalannya proses pengembangan inovasi yang iterative dan cepat, dan kemudian mewujudkan atau mengimplementasikan aplikasi dengan lebih baik dan tepat guna bagi pengguna,” kata Dhomas.

Sementara Rian Adam Rajagede, Ketua Pelaksana Webinar yang juga Dosen Program Studi Informatika Program Sarjana FTI UII , mengatakan, Webinar Series on Informatics #2, yang diselenggarakanpada Sabtu (3/10/2020) mengatakan, merupakan forum seminar internasional kedua yang diselenggarakan dalam Program Global Engagement Grant (GEG) yang diberikan oleh Direktorat Kemitraan Universitas Islam Indonesia (UII) kepada Jurusan Informatika UII. Hal ini menjadi momentum dalam diseminasi keilmuan secara global.

Program Studi Informatika, Program Magister UII sendiri memiliki konsentrasi sains data yang telah dibuka sejak tahun 2018 bersamaan dengan Pusat Studi Sains Data UII (Center of Data Science UII). Keduanya mengembangkan program kerjasama proyek industri, riset bersama dan pelatihan sains data yang meliputi Machine Learning, Deep Learning, Causal Modelling, dan Big Data.

“Dukungan UII dengan adanya fasilitas High Performance Computing (HPC) Server menjadi nilai tambah dalam mewujudkan inovasi-inovasi berbasis AI. Di samping itu, matakuliah Pemikiran Desain yang diajarkan di program sarjana menjadi pelengkap yang dapat memberikan satu rangkaian terarah dari program sarjana ke jenjang magister,” katanya.

Dikatakan, Global Engagement Grant (GEG) merupakan program hibah internal dari Bidang 4 Rektorat UII yang bertujuan untuk melakukan retensi dan pengembangan terhadap hubungan kerja sama yang telah terjalin antara jurusan dengan mitra luar negeri.

Kegiatan Webinar series on Informatics ini merupakan wujud sinergi dari Jurusan Informatika UII dengan para mitra dari (1) Taylor’s University, Malaysia (2) Youngsan University, Korea Selatan, (3) Nanjing Xiaozhuang University, China dan (4) Rajamangala University of Technology Thanyaburi, Thailand.

Kegiatan yang dilaksanakan per dua minggu mulai 19 September hingga 31 Oktober 2020 ini berupa empat rangkaian webinar tentang (i) Information systems & Blockchain technology (ii) Data Science (iii) Computer Security, dan (iv) Applied AI.

Peserta webinar datang dari berbagai negara. Dan untuk 2 webinar ini diikuti 150-an peserta setiap webinar. Peserta terdaftar luar negeri ada yang dari China, Malaysia, Filipina, Timor Leste dan Arab Saudi. Total peserta dari luar negeri total ada sekitar 50 peserta. Peserta juga ada dari industri (Startup, Perusahaan Swasta, angkasa pura, dan lain-lain) dan kantor pemerintahan (BPPT, BPK, Kemendagri, Perhutani). (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here