Home News Data Pribadi Rawan Disalahgunakan, Sertifikat Vaksin Tak Perlu Dicetak

Data Pribadi Rawan Disalahgunakan, Sertifikat Vaksin Tak Perlu Dicetak

153
0
Sertifikat vaksin Covid-19. Foto: covid19.go.id

BERNASNEWS.COM – Masyarakat yang sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 tak perlu mencetak sertifikat vaksin. Sebab, mencetak kartu/sertifikat vaksin sangat beresiko data pribadi diketahui atau diaksesl orang lain untuk hal-hal yang tidak diinginkan.

“Tidak ada persyaratan yang mengharuskan masyarakat mencetak sertifikat vaksin dalam bentuk kartu. Pemerintah maupun penyedia layanan perjalanan dan layanan publik tidak mewajibkan sertifikat vaksin dalam bentuk kartu fisik,” kata Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dikutip Bernasnews.com dari laman covid19.go.id pada Senin, 23 Agustus 2021.

Menurut Siti Nadia, Kemenkes tidak mengatur ketentuan boleh-tidaknya sertifikat vaksinasi Covid-19 dicetak dalam bentuk fisik.

Hal itu ditegaskan Siti Nadia karena akhir-akhir ini banyak bermunculan jasa cetak kartu vaksin. Penyedia jasa ini menawarkan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi syarat perjalanan maupun mengakses layanan publik. “Mencetak kartu vaksin ini sebenarnya tidak diperlukan karena rawan penyalahgunaan,” tegas Siti Nadia.

Menurut Siti Nadia, mencetak sertifikat vaksin dalam bentuk kartu sangat beresiko data yang ada dalam sertifikat tersebut berpotensi untuk disalahgunakan. Dalam sertifikat vaksin tersebut berisi informasi data diri penting yakni nma lengkap yang dicantumkan pada sertifikat, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir, kode batang (barcode), ID, tanggal vaksin diberikan, informasi vaksinasi dosis ke berapa, merek vaksin yang diperlukan, nomor batch vaksin dan pernyataan kesesuaian dengan peraturan Menteri Kesehatan Indonesia.

“Mencetak sertifikat vaksin menggunakan jasa cetak berisiko kebocoran data pribadi. Bisa saja penyedia jasa menyalahgunakan data Anda untuk dipakai pada berbagai hal negatif seperti mengakses pinjaman online hingga berbagai tindak kriminal lainnya,” kata Siti Nadia.

Menurut Siti Nadia, masyarakat cukup menggunkn aplikasi PeduliLindungi untuk menjaga keamanan informasi pribadi Anda. “Dengan mendownload aplikasi ini, Anda bisa dengan mudah menunjukkan sertifikat vaksin Anda saat dibutuhkan. Selain itu, data pribadi Anda pun aman terlindungi,” katanya.

Dikatakan, belum lama ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memblokir penjual jasa cetak kartu vaksin CovidD-19 di marketplace untuk mencegah kebocoran data. Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Anggrijono mengatakan sudah 2.453 produk dan jasa pencetakan kartu vaksin di marketplace yang telah diblokir oleh pemerintah.

“Sejauh ini sudah dilakukan pemblokiran sebanyak 137 kata kunci (keywords) dan 2.453 produk dan jasa pencetakan kartu vaksin,” kta Veri.

Menurut Veri, dalam marketplace terdapat berbagai penawaran jasa mencetak kartu sudah vaksin Covid-19 yang berpotensi melanggar ketentuan perlindungan data pribadi. Sehingga, Kemendag melalui Direktorat Jenderal PTKN meningkatkan pengawasan jasa layanan cetak kartu vaksin Covid-19 di marketplace Indonesia, menyusul ditemukannya 83 tautan pedagang yang menawarkan jasa layanan cetak kartu/sertifikat vaksin dengan harga yang beragam. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here