Home News Data Presiden Bocor, Roy Suryo Pertanyakan Peran BSSN dan Kementerian Kominfo

Data Presiden Bocor, Roy Suryo Pertanyakan Peran BSSN dan Kementerian Kominfo

165
0
KRMT Roy Suryo. Foto: Dok Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Data pribadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di aplikasi PeduliLindungi seperti NIK dan sertifikat asli vaksinasi, pakar telematika Roy Suryo mempertanyakan peran BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) dan Kementerian Kominfo. Sebab data orang nomor 1 di Indonesia itu saja bisa bocor, bagaimana dengan data masyarakat biasa.

Apalagi, menurut Roy Suryo, kebocoran data masyarakat bukan hanya sekali ini terjadi. Sebelumnya, sebanyak 1,3 juta data masyarakat melalui e-HAC maupun BPJS Kesehatan juga bocor.”Setelah 1,3 juta data masyarakat bocor melalui e-HAC (sebelumnya juga BPJS-Kesehatan), kini masyarakat heboh karena Sertifikat Vaksinasi ASLI dan NIK Presiden Jokowi pun ‘bocor’ di SocMed. Kalau data orang nomor 1 saja bocor, bagaimana dengan masyarakat biasa? Peran BSSN & Kominfo ditunggu serius,” kata Roy Suryo dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Jumat (3/9/2021).

Roy Suryo mengaku sebelumnya ia sempat menyebut Aplikasi “PeduliLindungi” bisa bocor dan sekarang terbukti data pribadi Presiden Jokowi bocor.

Karea itu, mantan Menpora ini menyentil BSSN & Kominfo, dua lembaga yang seharusnya memverifikasi pihak-pihak yang dipercaya menjadi PSE (termasuk mitra-mitranya) karena memegang amanah untuk mennyimpan dan menjaga kerahasiaan data-data pribadi milik masyarakat yang seharusnya dilindungi dengan sangat baik.

Menurut Roy Suryo, ada 2 faktor yang dikhawatirkan sebagai penyebab kebocoran data tersebut, yakni faktor teknis dan nonteknis. Selain faktor teknis, sistem security data yang tidak proper atau tidak sesuai protokol keamanan yang memadai, ada juga faktor-faktor non teknis berupa SDM yang memang jadi oknum pembocor data-data tersebut. “Bisa jadi karena faktor ekonomi,” kata Roy Suryo. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here