Home News Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PLN

Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PLN

75
0
Darmawan Prasodjo diangkat sebagai Direktur Utama PLN menggantikan Zulkifli Zaini. Pengangkatan Darmawan Prasodjo tersebut dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN tahun 2021 pada Senin 6 Desember 2021. Surat Keputusan RUPS disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir di Kantor Pusat PT PLN (Persero) Jakarta dan berlaku sejak 6 Desember 2021. Foto: Istimewa

BERNASNEWS.COM – Darmawan Prasodjo diangkat sebagai Direktur Utama PLN menggantikan Zulkifli Zaini. Pengangkatan Darmawan Prasodjo tersebut dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN tahun 2021 pada Senin 6 Desember 2021. Surat Keputusan RUPS disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir di Kantor Pusat PT PLN (Persero) Jakarta dan berlaku sejak 6 Desember 2021.

Dalam acara yang juga dihadiri Wakil Menteri 1 BUMN, Deputi Kementerian BUMN, jajaran Komisaris PLN dan seluruh Direksi PLN itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa dalam mengelola perusahaan terutama BUMN, seorang pemimpin harus menyandarkan tanggung jawab yang diemban dengan hati dan keikhlasan.

“Karena bagaimanapun, jabatan yang diberikan kepada kita tak lain sebuah amanah. Amanah untuk memberikan kontribusi sebesar-besarnya kepada negara dan memiliki dampak sosial seluas-luasnya berupa peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ucap Erick dalam siaran pers yang diterima Bernasnews.com pada Senin 6 Desember 2021.

Menurut Menteri BUMN, Zulkifli Zaini yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PLN sejak Desember 2019, telah memimpin perusahaan yang melayani kebutuhan hidup seluruh rakyat Indonesia ini dengan hati dan keikhlasan. “Amanah dalam mengelola PLN untuk bertahan dan tetap melayani serta meringankan beban masyarakat miskin dan tidak mampu saat pandemi Covid-19 mengisyaratkan beliau memahami komitmen yang diemban,” kata Erick Thohir.

Menteri BUMN Erick Thohir foto bersama Direksi PLN usai RUPS di Kantor Pusat PT PLN (Persero) Jakarta, Senin 6 Desember 2021. Foto: Istimewa

Dikatakan, dalam kurun waktu dua tahun, PLN telah memperbaiki kinerja keuangan dan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 345,4 trilliun dan mencapai laba bersih Rp 5,99 triliun pada tahun 2020. Laba ini naik 39,3 persen dibandingkan tahun 2019. PLN juga berhasil menurunkan jumlah rasio utang menjadi senilai Rp 452,4 triliun

Menurut Erick Thohir, dalam kepemimpinan Zulkifli, usaha transformatif juga dilakukan secara paralel sebagai salah satu garda dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional selama pandemi Covid-19. Kontribusi PLN melalui diskon listrik dengan target penerima 31,4 juta rumah tangga tahun 2020 dan 32,6 juta rumah tangga tahun 2021, telah membantu menjaga kestabilan ekonomi dan sosial di masyarakat.

“Saya menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya atas komitmen yang sudah diberikan selama ini. Saya yakin rekam jejak terbaik yang ditorehkan menjadi legacy dan pondasi untuk pemimpin berikutnya,” kata Erick.

Erick pun berpesan kepada Darmawan Prasodjo selaku Direktur Utama PLN yang baru, agar melanjutkan upaya transformasi yang telah dilakukan dapat terus ditingkatkan. “Transisi energi yang dilakukan PLN perlu dilakukan terobosan sehingga tidak membebani negara dan masyarakat,” ungkap Erick.

Menurut Erick Thohir, tantangan transformasi PLN ke depan tidak hanya terbatas pada perbaikan finansial PLN tetapi juga bagaimana menghadapi tantangan aman dimana energi yang lebih hijau, digitalisasi, servis kepada masyarakat serta penerapan Ecolifestyle menjadi kebutuhan utama demi menciptakan lingkungan yang berkesinambungan untuk generasi masa kini dan generasi masa depan.

“PLN perlu mempersiapkan diri untuk melakukan akselerasi bisnis dalam menghadapi trend baru seperti ekosistem kendaraan listrik dan berkolaborasi terkait electrifying lifestyle dengan pihak-pihak lain,” tutup Erick.

Sementara Zulkifli Zaini mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan seluruh pihak selama menjabat sebagai Direktur Utama PLN. “Terima kasih atas amanahnya kepada saya menjadi Dirut PLN, BUMN dengan aset 1600 triliun rupiah. Dukungan dari Menteri dan Wamen BUMN, Dewan Komisaris, dan stakeholder lain yang luar biasa untuk mengatasi tantangan dalam menerangi negeri dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” ucap Zulkifli. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here