Tuesday, June 28, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsDari Wedomartani Merawat Toleransi

Dari Wedomartani Merawat Toleransi

bernasnews.com – Guna meningkatkan semangat kebangsaan dan merawat anugerah kebhinekaan dan toleransi, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta menggelar pentas bertajuk Gelar Seni Budaya Kebhinekaan di pendopo kalurahan setempat, Selasa (31/5/2022) malam.

Perhelatan tersebut sekaligus sebagai momentum memperingati Hari Lahir Pancasila ke-77. Sejumlah kesenian dari beragam agama & kepercayaan yang membawa pesan toleransi ditampilkan berurutan dalam satu panggung. Mulai tarian dari Sanggar Tari Parikesit Wedomartani, Kubro Siswo Padukuhan Krapyak, Baba Band dari Gereja Paroki Santo Petrus Paulus Babadan, Tari Kayu Pasraman Saraswati dari Pura Widya Dharma Dero serta pentas Angklung dari GKBI Kayen. Tak ketinggalan pentas seni Barongsai Panbres Yogyakarta yang kian menambah semarak acara tersebut.

Seni Barongsai ikut tampil dalam Gelar Seni Kebhinekaan dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila di pendopo Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, Selasa (31/5/2022) malam. Foto: istimewa

Kamituwo Kalurahan Wedomartani H Mujiburochman S.Ag, MA mengatakan perbedaan (bhinneka) adalah sesuatu yang fitrah dari Tuhan. Bukanlah kehendak manusia. Sehingga harus diterima dengan penuh syukur. “Perbedaan yang menjadikan sesuatu akan makin indah ibarat pelangi,” terangnya di sela acara.

Mujiburochman menambahkan, di tengah perbedaan tetap ada kesamaan, yakni kita sesama manusia dan kita sebagai anak bangsa Indonesia. Sehingga Pancasila merupakan konsep final dalam merawat kebhinekaan di Indonesia.

“Kami bersyukur di wilayah kami dianugerahi dengan keragaman yang harus pula dieratkan dengan Pancasila. Di Wedomartani ini ada tempat-tempat peribadatan seperti masjid, gereja Katolik, gereja Kristen, juga pura. Sehingga kian mendukung keberagaman warganya. Dan ini harus terus kita rawat,” tandasnya.

Gelar seni dan pentas budaya tersebut mendapat respon baik serta antusias dari warga setempat. Meski selama acara diguyur hujan, perhelatan berbalut toleransi tersebut tampak semarak. Warga yang hadir pun saling membaur luntas iman dan lintas generasi dalam balutan persaudaraan yang akrab.

Pada keesokan harinya, Rabu (1/6/2022) dilanjutkan dengan sarasehan lintas iman dengan menghadirkan tokoh lintas agama, tokoh budaya serta masyarakat setempat. (AG Irawan)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments