Dari Stay at Home, Bu Made Berhasil Menemukan Peluang Bisnis dan Sukses

    3009
    0

    BERNASNEWS.COM – Wabah virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda dunia, termasuk Indonesia, membuat hampir semua sektor usaha/bisnis berhenti hingga kini dan entah sampai kapan. Banyak orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan karena usaha tidak berjalan. Kondisi ini diperparah dengan adanya imbauan atau bahkan larangan untuk bepergian, cukup tinggal di rumah (stay at home) atau bekerja dari rumah (work from home) untuk memutus rantai penyebaran virus Corona.

    Dan bagi Ni Made Widiarti, warga Mlati, Sleman, DIY, yang terbiasa dengan kegiatan full dari subuh sampai siang dan kadang sampai sore hari, stay at home membuatnya tidak betah hanya tinggal begitu saja di rumah. Apalagi, hidup terus berjalan dan membutuhkan makan.

    Putri Bu Made ikut mmebantu memasukkan donat kentang Forzen dalam kemasan plastik untuk diantar kepada pemesan. Foto : Istimewa

    Sementara usaha Ni Made Widiarti yang akrab disapa Bu Made sebagai penyedia kebutuhan pokok yang diperlukan dapur di beberapa hotel terhenti setelah pesanan hotel mulai menurun bahkan lebih parah lagi tidak ada order sama sekali karena hotel-hotel tutup atau berhenti beroperasi setelah musibah Covid-19 yang melanda dunia sampai ke Indonesia, termasuk Jogja.

    “Pada saat mulai ditetapkan pemerintah semua warga harus tinggal di rumah mulailah saya galau. Seminggu hanya bangun masak, memberesi rumah, habis itu nggak ada kegiatan lagi. Anak-anak juga hanya mainan HP yang nggak bermanfaat. Mulailah pada malam setelah seminggu itu terjadi, kami diskusi keluarga kecil apa yang bisa dilakukan untuk mengisi banyak waktu luang dan belum ada kepastian kapan berakhir,” kata Bu Made kepada Bernasnews.com melalui layanan pesan whatsapp, Sabtu (25/4/2020) malam.

    Dalam diskusi kecil itu, menurut Bu Made yang pernah bekerja sebagai koki di Hotel Radison (kini Jogja Plaza Hotel), muncul lagi idenya untuk membuat donat lagi, yang pernah dilakukannya pada tahun 2008, namun donat yang dibuat sekarang harus berbeda dengan donat yang dibuatnya tahun 2008.

    Donat kentang Frozen buatan Bu Made dalam kemasan plastik. Foto : Istimewa

    “Karena situasi sekarang berbeda. Sekarang orang cari makanan yang bisa bertahan untuk beberapa lama tidak akan busuk dan rusak. Dan kebetulan sekali saya punya fresher yang menganggur sehingga muncul ide untuk membuat donat difrizen saja. Jadi kalau tidak habis bisa disimpan lagi buat besok harinya. Karena sudah lama sekali ngga buat donat, saya tes lagi buat beberapa resep dan setelah jadi saya bagikan kepada tetangga dan minta komentar tentang rasanya,” kata Bu Made dengan pendidikan terakhir hanya lulusan SMA tahun 1995.

    Hal yang sama juga ditanyakan kepada anak-anak dan suaminya tentang rasa donat yang sekarang dengan donat yang dibuatnya dulu. “Dan mereka bilang rasa donatnya masih sama enak. Dan mulai besoknya, saya buat beberapa dengan berbagai varian rasa. Setelah itu saya posting di medsos dan lumayan ada yang merespon, salah satunya patner saya yang sekaran membuat donut saya semakin banyak dikenal orang,” kata Bu Made.

    Menurut Bu Made, awalnya temannya itu memesan dua bungkus dan setelah dicicipi dia tertarik untuk ikut memasarkan. “Dengan senang hati saya iyakan. Dan mulai dari situ donat saya dikenal dari mulut ke mulut atau istilahnya getok tular. Saya bersyukur dalam situasi begini masih bisa berkarya di rumah. Walau pun rumah saya semua disulap jadi ruang produksi, tapi ada rasa senang bisa bantu banyak orang terutama tukang ojek yang sedang susah cari pelanggan, karena saya bisa memakai jasa mereka untuk gosend,” kata wanita pekerja keras kelahiran tahun 1977 ini.

    Donat kentang Frozen buatan Bu Made. Foto : Istimewa

    Bisnis donat kentang Frozen Bu Made pun berkembang pesat. Saat ini setiap hari ia memproduksi 2.500 pcs/pak donat dari awalnya hanya 500 pcs lalu berkembang menjadi 1.000 pcs. “Puji syukur tak terhingga, semoga produk saya selalu bisa diterima di masyarakat dan ke depan ada banyak inovasi yang bisa kami lakukan,” kata Bu Made.

    Padahal, menurut Bu Made, saat ini ia belum memasarkan lewat GoJek, namun sudah banyak yang menjadi reseler dan cara getok tular, dari mulut ke mulut. “Dengan begitu, saya juga bisa membantu teman-teman dalam kondisi susah seperti ini dengan ikut memasarkan produk saya. Harapan kami tim produksi dan pemasaran bisa menjangkau luar daerah. Dan semoga virus ini segera berakhir dan kita semua bisa beraktifitas seperti biasa kembali,” harap Bu Made yang pernah jadi koki di hotel ini.

    Diakui, usaha ini bukan hanya sekadar untuk kepuasan diri dan cari keuntungan sendiri, tapi juga untuk sesama. “Senang rasanya bisa bantu orang,” kata Bu Made yang mengaku anak-anaknya juga jalan-jalan membagikan bingkisan donat untuk orang-orang yang kurang beruntung di jalan

    Warga Mlati, Sleman ini, berharap apa yang dilakukannya di tengah krisis akibat wabah virus Corona ini bisa mengispirasi banyak orang bahwa dalam kondisi apa pun kita tak boleh dikalahkan oleh keadaan.

    Dalam menjalankan bisnis donat kentang Frozen ini, Bu Made mengaku yang paling berperan jadi penyemangat dan support dirinya adalah suaminya yang saat ini bekerja di Hyatt Regency Hotel. “Dia yang melakukan quality control,” kata Bu Made.

    Saat ini, ia hanya dibantu anak-anak dalam memproduksi donat dan belum diperbolehkan ada orang luar perumahan yang bekerja di rumahnya sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus Corona. “Sekarang dalam proses produksi saya dibantu anak-anak dan suami, belum mencari orang untuk bantu. Masih takut dengan situasi di luar kalau ada orang lain masuk ke rumah produksi. Sebenarnya kepingin cari tenaga, tapi sekarang belum boleh ada tamu ke rumah,” kata Bu Made lagi.

    Hal ini juga dilakukan sambil mengajari anak-anak bahwa dalam menjalani kehidupan itu tidak semudah yang dibayangkan. “Biar nantinya mereka bisa tahan dalam kondisi dan situasi apa pun,” kata lulusan SMA tahun 1995 ini.

    Made mengaku, keahliannya membuat donati berawal dari tahun 2008-an. Kerika itu ia mulai belajar membuat donut kentang. Selama sebulan lebih ia mencoba membuat resep sendiri tanpa menjiplak dari manapun. “Saat itu saya masih bekerja sebagai koki di sebuah hotel di Jogja. Sebelum kerja saya buat donat dulu dengan proses yang sangat sederhana yaitu memarut kentang yang sudah direbus dan menguleni dengan cara membanting agar adonan menyatu dan sampai kalis. Pada saat itu saya tidak buat donut frozen seperti sekarang. Saya buat yang langsung bisa dimakan dan ada macam-macam toping di atasnya. Hasil dari produk saya waktu itu saya titipkan ke koperasi-koperasi, ke warung jajanan subuh. Dan saat itu lumayan bisa membantu penghasilan keluarga dan saya masih bekerja juga di samping usaha donat saya kecil-kecilan itu,” katanya.

    Dikatakan, sampai pada tahun 2015 ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan mau menekuni usaha sambil merawat anak di rumah. Ketika dapat uang pesangon, ia langsung membeli mixer untuk mempermudah dalam pembuatan produk. Namun, ketika Gunung Merapi meletus tahun 2016, usaha itu berhenti karena semua pegawainya kembali ke kampung dan ia tak bisa bekerja sendiri.

    “Karena usaha berhenti maka mixer saya masukkan ke gudang dan ngga pernah disentuh dan dipakai lagi. Apalagi saya beralih usaha yaitu buka kantin di sekolah anak dan sampai menjadi penyedia kebutuhan pokok yang diperlukan dapur di beberapa hotel kaerna pekerjaan saya dari awal ngga jauh-jauh dari urusan dapur. Saya menikmati pekerjaan ini karena pesanan dibeli ke pasar, disortir langsung kirim ke hotel yang minta,” kata Bu Made.

    Namun, setelah musibah yang melanda dunia sekarang ini yaitu Covid 19 sampai ke Indonesia, khususnya Jogja, pesanan hotel mulai menurun dan parahnya lagi tak ada order sama sekali. Dan pada saat mulai ditetapkan pemerintah semua warga harus tinggal di rumah, ia mulai galau. Dari situlah awal ide untuk kembali memproduksi donat kentang Forzen yang bisa tahan lama dan kini mulai berkembang pesat dan sukses. (lip)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here