Monday, August 8, 2022
spot_imgspot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsDari 2.700 Kasus Positif Covid-19 di DIY, 1.957 yang Sembuh dan 73...

Dari 2.700 Kasus Positif Covid-19 di DIY, 1.957 yang Sembuh dan 73 Meninggal

BERNASNEWS.COM – Sampai Jumat (2/10/2020) ada 2.700 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DIY setelah ada penambahan 20 kasus positif pada Jumat (2/10/2020). Dari 2.700 kasus positif tersebut, sebanyak 1.957 orang dinyatakan sembuh, 73 orang meninggal dunia dan selebihnya masih dirawat di rumah sakit.

Menurut Dra Shavitri Nurmala Dewi MA, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman yang mengutip data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, selain ada penambahan 20 kasus positif, pada Jumat (2/10/2020) ada penambahan 23 kasus sembuh dan 4 kasus meninggal dunia.

Berdasarkan domisili, menurut Evi-sapaan akrab Shavitri Nurmala Dewi, ke-20 tambahan kasus positif pada Jumat (2/10/2020) tersebar di Kabupaten Kulon Progo 1 kasus, Kabupaten Gunung Kidul 6 kasus dan Kabupaten Sleman 13 kasus. Sementara Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul tanpa ada tambahan kasus positif.

Sedangkan distribusi kasus positif berdasarkan riwayat adalah tracing kontak kasus ada 9 kasus, periksa mandiri 3 kasus, skrining karyawan 2 kasus dan masih dalam penelusuran 6 Kasus.

Untuk tambahan 23 kasus sembuh, menurut Evi, masing-masing ada di Kota Yogyakarta 9 kasus, Kabupaten Bantul 8 kasus, Kabupaten Kulon Progo 1 kasus, Kabupaten Gunung Kidul 3 kasus dan Kabupaten Sleman 2 kasus.

Menurut Evi, pada Jumat (2/10/2020) ada tambahan 4 kasus meninggal dunia, yakni laki laki berusia 75 tahun asal Sleman, laki-laki berusia 62 tahun asal Sleman (komorbid : jantung, hipertensi), laki laki berusia 65 tahun asal Kulon Progo dan laki laki berusi 58 tahun juga asal Sleman dengan riwayat komorbid DM.

Menurut dr Joko Hastaryo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, seperti dikutip Evi, kasus positif fluktuatif karena saat ini sedang gencar dilakukan skrining, baik untuk nakes maupun umum. Selain itu, karena hasil tracing kasus positif yang ketat dan diperluas juga berkontribusi besar pada penambahan jumlah kasus.

“Aktivitas sosial kemasyarakatan yang terus meningkat, dengan tingkat kedisiplinan penerapan protokol kesehatan yang kurang juga menyumbang penambahan kasus tersebut,” kata dr Joko Hastaryo seperti dikutip Evi. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments