Home News Dapat Inspirasi dari Film ‘Deep Water Horizon’, Siswa SMKN 2 Jogja Juara...

Dapat Inspirasi dari Film ‘Deep Water Horizon’, Siswa SMKN 2 Jogja Juara 2 Essay Ilmiah Tingkat Nasional

358
0
Guru pembimbing Bastian Febrianto, SPdI diapit oleh Citra Trihardiyanti dan N Vidia Maulida Zahra Rinjani siswa SMK Negeri 2 Yogyakarta peserta lomba. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Siswa SMK Negeri 2 Yogyakarta berhasil meraih juara lomba essay ilmiah tingkat nasional, dalam ajang DISTRO 2021 yang diselenggarakan secara daring melalui zoom oleh Fakultas Teknik Perminyakan Universitas Jember (UNEJ).

Lomba dengan tema ‘Strategi Optimalisasi Industri Migas Guna Meningkatkan Kemajuan Energi di Masa Pandemi Covid-19’ ini diselenggarakan pada tanggal, 17 Oktober – 27 November 2021, terbagi dalam beberapa timeline yaitu, pendaftaran dan pengumpulan karya tanggal, 17 Oktober – 19 November 2021, penjurian tanggal, 20-22 November 2021.   

Kemudian berikutnya pengumuman paper yang lolos final tanggal, 23 November 2021, konfirmasi dan daftar ulang bagi para finalis tanggal, 23-24 November 2021, dilanjut dengan technical meeting pada tanggal, 25 November 2021. Dan pada tanggal, 27 November 2021, presentasi essay serta berikut adalah pengumuman pemenang.

Dalam lomba ini, SMK Negeri 2 Yogyakarta diwakili oleh Citra Trihardiyanti dan N Vidia Maulida Zahra Rinjani, dengan guru pembimbing Bastian Febrianto, SPdI. “Sebenarnya awal-awal dulu sangat sulit sekali untuk mengikuti ajang ini, sebab oleh pak Bas (pembimbing) kita disarankan untuk mengeksplor tentang dunia perminyakan terlebih dahulu dan mencari masalahnya, nah disinilah tahap yang paling sulit,” ungkap Vidia.

“Sementara tahapan paling sulit dalam membuat essay ilmiah adalah menemukan rumusan masalah, saya dan Vidia berusaha bersama-sama dengan pembimbing berusaha fokus pada bagian pengeboran minyak,” imbuh Citra rekan satu tim Vidia, saat keduanya diwawancarai, Selasa (30/11/2021).

Pengumuman kejuaraan melalui daring. (Foto: Tangkapan Layar)

Karya essay kedua siswa ini berupa penerapan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), pada Area Drilling Derrick pada Oil Rig Offshore (lepas pantai), maupun Oil Rig Onland (daratan) untuk menanggulangi kecelakan ledakan, runtuhan struktur menara pengebor dan kemungkinan paparan hydrogen sulfide.

Citra dan Vidia mengatakan, bahwa awal mula mendapat ide ini adalah setelah melihat berita tentang terbakarnya depo penyimpanan kilang minyak Pertamina akibat sambaran petir dan melihat film ‘Deep Water Horizon’, sebuah kisah nyata terbakarnya kilang minyak lepas pantai milik BP di Teluk Meksiko.

Sementara itu, Bastian selaku guru pembimbing menambahkan, tidak cukup hanya dengan buku dan jurnal ilmiah untuk bisa mengajak siswa agar bisa menemukan inti permasalahan yang akan ditulis, tetapi bagaimana siswa bisa berfikir secara terstruktur mulai dari konsep mendasar. Apabila kita bicara eksplorasi migas, maka ada 2 obyek yang bisa diteliti secara umum, yaitu operator manusianya atau medianya.

“Manusia bisa diteliti, namun agak sulit sebab tolak ukurnya variatif. Maka tinggal media eksplorsi, yaitu pada Oil Rig. Di sini kita bisa berbicara tentang komponen paling utama, yaitu menara pengebor atau Driliing Derreck,” kata Bastian.

Dari menara pengebor ini, tambah Citra dan Vidia, kami mengembangkan penelitian, dari fakta paling mendasar pada teknologi mekanik, bahwa bidang yang bergerak akan mengalami kerusakan dan keausan lebih cepat dari pada bidang yang tidak bergerak. “Mulai dari sinilah, dikembangkan terkait dengan keamanan di menara pengebor,” ujarnya.

Alat ini berbasis mikrokontroler dan memiliki beberapa sensor, yang mana alat ini bersifat mobile, memiliki catu daya sendiri dan dapat memutuskan sendiri berdasarkan program sebelumnya yang sudah ditulis. “Diharapkan meskipun alat ini dalam bentuk purwarupa (prototype) dapat menjadi second choice atau support dalam menunjang kegiatan eksplorasi migas,” pungkas Citra dan Vidia. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here