Sunday, May 22, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsCendekiawan Muslim Perlu Kritis terhadap Masa Kini dan Optimis Menjemput Masa Depan

Cendekiawan Muslim Perlu Kritis terhadap Masa Kini dan Optimis Menjemput Masa Depan

BERNASNEWS.COM — Peran cendikiawan Muslim sangat besar dalam ikut membangun dan memajukan bangsa ini sejak dulu hingga sekarang bahkan masa mendatang. Dalam menjalankan peran itu, para cendikiawan Muslim harus tetap hormat pada peran masa lalu dan kritis terhadap masa kini serta selalu optimis menjemput masa depan.

“Untuk mewujudkan hal itu, maka strategi yang dilakukan adalah memaknai kembali alasan kehadiran kita (program studi informatika dan serumpun, menguatkan nilai-nilai dan integrasi Islam dan ilmu pengetahuan,” kata Fathul Wahid ST MSc PhD, Rektor UII yang juga Kepala Pelayan UII, dalam forum Inisasi Kerja Sama Forum Program Studi Informatika dan Serumpun di Perguruan Tinggi Islam di Indonesia (PTII), di Auditorium Gedung KH Mas Mansyur FTI UII, Kamis (31/10/2019).

Menurut Fathul Wahid, dalam mengkritisi masa kini maka strategi yang dilakukan adalah melakukan evaluasi diri secara jujur (menghindari denial syndrome), mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir dan menjadi penengah yang menawarkan wacana alternatif serta menghentikan bermain sebagai korban supaya energi tidak bocor hanya untuk menyalahkan orang lain, tapi lupa berbuat. “Masihkah kita ingin terus mengeluh?” tanya Fathul Wahid.

Sementara dalam menjemput masa depan, cendikiawan Muslim harus optimistis. Dan strategi yang dilakukan adalah menggunakan agama sebagai gas dan rem atau sebagai pengendali. Selain itu, membuat anak tangga agar tidak terjebak pada jargon serta mengembangkan kerja sama dan sinergi antar aktor. “Pergilah sendiri jika ingin cepat, dan pergilah bersama jika ingin jauh,” kata Rektor UII ini.

Selain Fathul Wahid, tampil sebagai pembicara dalam forum yang berlangsung dua hari, 31 Oktober-1 November 2019 ini adalah Ismail Fahmi PhD dari Drone Emprit Akademik yang juga Dosen Magister Informatika UII, Dr Subhan Afifi dari Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia yang juga Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UII dan Harry B Santoso PhD, Ketua Bidang Kompetensi Dosen pada Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) dan Lab Digital Library & Distance Learning Fakultas Ilmu Komputer UI. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments