Tuesday, May 24, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsCegah Paham Radikalisme, Mabes Polri dan Pemkab Sleman Selenggarakan FGD

Cegah Paham Radikalisme, Mabes Polri dan Pemkab Sleman Selenggarakan FGD

bernasnews.com — Humas Mabes Polri dan Pemerintah Kabupaten Sleman bekerja sama selenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait deradikalisasi, Kamis (21/4/2022), ruang Sembada, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Sleman.

Kegiatan FGD ini merupakan Program Pemerintah Pusat yang diselenggarakan di seluruh Polda termasuk wilayah Polda DIY. Diikuti lebih dari 30 peserta, yang terdiri dari perwakilam organisasi sosial masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kasubbag Opinev RO Penmas Divisi Humas Mabes Polri AKBP Erlan Munaji menyampaikan, penyelenggaraan kegiatan FGD ini merupakan upaya dalam memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait paham radikalisme.

“Situasi saat ini masyarakat perlu membentengi diri dari pengaruh paham radikalisme, maka dari itu setelah kegiatan ini. Kami berpesan untuk disampaikan baik pengetahuan dan pemahaman kepada keluarga maupun kerabat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Humas Mabes Polri juga menghadirkan narasumber Nashir mantan pemimpin Jamaah Islamiyah di wilayah Timur, yang memahami bagaimana pola dan paham radikalisme.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyambut adanya kegiatan FGD khususnya yang melibatkan banyak unsur di wilayah Kabupaten Sleman. “Melalui kegiatan FGD ini, masyarakat bisa mendapatkan pencerahan, pemahaman terkait paham radikalisme khususnya di wilayah Sleman,” katanya.

Kabupaten Sleman memiliki mobilitas yang cukup tinggi. Banyak pelajar dan pendatang yang akhirnya menetap di Sleman. “Hal tersebut dapat menjadi potensi adanya paham yang masuk dari luar. Maka dari itu masyarakat perlu memiliki pemahaman bagaimana pola paham radikalisme,” ungkap dia.

Menurut Danang, bahwa kemudahan dalam akses informasi menjadi salah satu potensi adanya pengaruh tidak baik salah satunya paham radikalisme. Kemudahan akses informasi saat ini bisa menjadi hal positif dan juga bisa menjadi efek negatif.

“Maka dari itu khususnya untuk generasi muda yang mungkin tidak bisa lepas dari akses informasi, harus bisa menyaring mana informasi yang benar dan salah,” harap orang nomor dua di Pemkab Sleman. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments