Tuesday, May 24, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsCegah Antrian Wisatawan, Dispar Sleman Gunakan Alat Transaksi Digital

Cegah Antrian Wisatawan, Dispar Sleman Gunakan Alat Transaksi Digital

bernasnews.com — Destinasi wisata alam terbuka masih menjadi tujuan favorit bagi wisatawan yang memanfaatkan waktu libur lebaran bersama keluarga. Beberapa obyek wisata (obwis) di Kabupaten Sleman seperti kawasan Kaliurang dan Kaliadem, Breksi, Grojogan Watu Purbo, Studio Alam Gamplong, Sindu Kusuma Edu Park, Jogja Eksotarium menjadi tempat favorit wisatawan di libur Hari Idul Fitri 1443 H.

“Rata-rata tempat wisata ramai dikunjungi wisatawan saat pagi dan sore hari. Dari pengamatan di lapangan masih didominasi oleh kelompok-kelompok kecil keluarga dan kendaraan dari luar kota,” terang Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman, Ir. Suparmono, MM, Rabu (4/5/2022).

Menurut Pram sapaan akrab Suparmono, beberapa destinasi di Kabupaten Sleman sudah mulai buka pada hari lebaran pertama Senin tanggal 2 Mei 2022. Sementara kunjungan lebih banyak pada lebaran hari kedua, Selasa 3 Mei. “Hal ini berbeda dengan destinasi yang dikelola Pemkab Sleman yang baru buka pada hari Selasa 3 Mei, baik kawasan wisata Kaliurang, Kaliadem dan beberapa candi di wilayah Sleman Timur,” kata dia.

Lebih lanjut, Pram menambahkan, bahwa Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman telah mengantisipasi kemungkinan potensi terjadi antrian pada pintu masuk destinasi wisata yang dikelola Pemkab Sleman. “Kami telah mengirim alat dan melatih petugas pada minggu lalu, untuk siap, cepat, dan tepat dalam melayani wisatawan di pintu masuk destinasi,” ujar mantan Panewu Cangkringan itu.

“Kalaupun terjadi antrian tidak sampai mengular panjang. Berdasar pantauan kami di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) baik di Gerbang Kaliurang, Gerbang Kaliadem serta candi-candi tidak mengalami antrian yang berarti,” ungkap Pram.

Seorang petugas di pintu masuk Obwis Kaliurang sedang melayani wisatawan dengan alat transaksi digital. (Foto: Istimewa)

Suparmono optimis kunjungan akan terus meningkat di destinasi-destinasi Sleman, karena selain pengelola telah menerapkan Prokes yang baik dan konsisten. “Rekan-rekan juga memberikan layanan terbaiknya bagi wisatawan,” ujarnya

Terkait kejadian aduan tiket masuk  di salah satu destinasi wisata di media sosial beberapa waktu yang lalu, Suparmono menjelaskan sudah ditindaklanjuti kepada kedua belah pihak, baik yang dirugikan maupun pengelola destinasi.

“Pengelola sudah memperbaiki sistem layanannya agar kejadian merugikan wisatawan tidak terulang kembali,” kata dia.

Sementara itu, Kasie Fasilitas Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Dewi Pratika mengungkapkan, bahwa terdapat 12 alat transaksi baru yang didistribusikan ke 5 TPR yaitu 2 TPR Kawasan Kaliurang dan 3 TPR Kawasan Kaliadem.

“Alat tersebut mempunyai mobilitas yang baik bagi petugas untuk melakukan jemput bola, sehingga dapat meminimalisir potensi antrian panjang,” jelas Dewi Pratika.

Menurut catatan dari hasil pemantauan Dinas Pariwisata Sleman sampai pada Selasa pukul 15:00 WIB, Kawasan Kaliurang dikunjungi 3.969 wisatawan; Kawasan Kaliadem 2.737 wisatawan.  Lebih dari 500 wisatawan berkunjung di 5 candi yang dikelola Pemkab Sleman; Sindu Kusuma Edu Park dan Gamplong Studio masing-masing dikunjungi lebih dari 750an wisatawan; Tebing Breksi 984 wisatawan; dan Jogja Exotarium 963 pengunjung. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments