Home Opini Catatan untuk Orangtua Terkait Ekstrakurikuler di Luar Ruangan

Catatan untuk Orangtua Terkait Ekstrakurikuler di Luar Ruangan

375
0
Nawa Murtiyanto SIP MPA, Departemen Lingkungan Hidup & Penanggulangan Bencana, Bidang Pengabdian Masyarakat PP Kagama. Foto : Dok Pribadi

BERNASNEWS.COM – Kejadian yang menimpa siswa SMPN 1 Turi, Kabupaten Sleman, Jumat (21/2/202) lalu merupakan pelajaran yang teramat sangat mahal. Berbagai langkah penanganan sudah dilakukan seperti medis, psikologis dan hukum bagi pihak-pihak yang terlibat secara langsung dalam kegiatan.

Pertanyaannya kemudian adalah apa yang bisa kita lakukan sebagai orangtua di kemudian hari agar kejadian serupa tidak terulang? Pertama, perlu memahami bahwa kegiatan ekstrakurikuler di luar ruangan merupakan salah satu metode pembelajaran terbaik untuk mengembangkan kognitif, afektif dan psikomotor anak.

Kedua, perlu memahami bahwa kegiatan di luar ruangan mempunyai risiko yang lebih tinggi dibanding di dalam ruangan. Dan ketiga, untuk meminimalkan risiko tersebut, ada tiga pilihan yakni hal-hal yang menjadi potensi ancaman dikurangi/ dihilangkan, kapasitas/ kemampuan kita ditingkatkan atau melakukan kedua-duanya.

Misalnya, anak kita mengikuti kegiatan perkemahan, maka hal-hal yang berpotensi menjadi ancaman adalah hujan, petir, terik matahari, gangguan hewan, lingkungan sekitar (pohon, tebing dan sebagainya) serta potensi ancaman lainnya.

Apakah kita bisa mengurangi potensi ancaman tersebut? Jika tidak, maka orangtua sebaiknya melakukan langkah-langkah proaktif sebagai berikut : kenali batas maksimal kemampuan anak dibandingkan potensi minimal ancaman tersebut; kenali teman-teman dekat anak dan jalin komunikasi dengan orangtuanya; kenali kemampuan pendamping kegiatan, minimal pengetahuan dan pengalamannya.

Kemudian, cari informasi mengenai prakiraan cuaca saat kegiatan dilaksanakan, bisa melalui akun twitter BMKG atau aplikasi android; check ketersediaan dan akses bantuan medis terdekat dengan lokasi kegiatan seperti poliklinik/puskesmas/rumah sakit, akses jalan dari lokasi kegiatan ke fasilitas kesehatan tersebut dan nomor-nomor telepon yang bisa dihubungi.

Selain itu, check rundown (jadwal) acara dalam kegiatan tersebut, pastikan pendamping kegiatan memiliki rencana respon darurat, langkah-langkah yang akan dilakukan pendamping jika terjadi kondisi darurat; berikan catatan dan penjelasan langkah-langkah yang harus dilakukan si anak jika menghadapi kondisi darurat; persiapkan peralatan kegiatan bersama anak untuk memastikan tidak ada yang terlupa : perlatan tersebut untuk melindungi anak dari ancaman.

Dan jalin komunikasi dengan pendamping dan penanggungjawab selama pelaksanaan kegiatan. Jika orangtua mengalami kesulitan untuk melakukan kesembilan langkah di atas dapat menghubungi dan meminta bantuan teman/saudara/relawan/petugas yang lebih berkompeten.

Terakhir, jangan segan untuk melarang anak mengikuti kegiatan tersebut jika orangtua masih ragu untuk memenuhi salah satu langkah di atas karena keselamatan anak adalah yang utama. Semoga bermanfaat. (Nawa Murtiyanto SIP MPA, Departemen Lingkungan Hidup & Penanggulangan Bencana, Bidang Pengabdian Masyarakat PP Kagama)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here