Cara Mudah Mendeteksi Rambut Sehat, Beginilah Menurut Dosen Fakultas MIPA UNY

    148
    0
    Dosen jurusan pendidikan kimia Fakultas MIPA UNY Dr. Das Salirawati, M.Si. (Foto: Dok. Pribadi)

    BERNASNEWS.COM — Rambut adalah mahkota, apalagi bagi kaum perempuan. Oleh karena itu rambut dirawat dan dipelihara sebaik mungkin agar tetap indah, berkilau, dan enak dipandang penataannya. Namun kadang-kadang tanpa disadari, kita telah melakukan kesalahan fatal yang disebabkan pemilihan shampoo dan cara keramas yang salah yang berakibat pada mahkota tersebut.

    Hal ini disampaikan oleh dosen jurusan pendidikan kimia Fakultas MIPA UNY Dr. Das Salirawati, M.Si dalam wawancara yang dilakukan di kediamannya belum lama ini. Menurutnya, rambut tersusun atas sel-sel protein yang keras dan liat yang disebut keratin, hampir sama keratin pada kulit dan kuku. Keratin merupakan protein alami yang dapat ditemukan pada rambut, kulit, dan kuku. “Keratin inilah yang berperan dalam menjaga rambut tetap sehat dan tampak berkilau,” paparnya.

    Pertambahan usia dan gaya hidup, dapat mengakibatkan produksi dan fungsi keratin dalam tubuh menurun. Akibatnya, rambut menjadi tampak kusam, kusut, sulit diatur, hingga rusak. Ikatan pada protein rambut mempunyai empat tipe yang mempengaruhi sifat rambut, rambut berminyak, normal, kering, lurus atau keriting. Empat tipe tersebut adalah ikatan hidrogen, jembatan garam, hubungan sulfid, dan interaksi hidrofilik yang dapat rusak oleh kondisi asam atau basa serta obat pengeriting dan pelurus rambut.

    Dosen jurusan pendidikan kimia Fakultas MIPA UNY tersebut mengatakan, salah satu penyebab utama rambut mengalami kerusakan, rontok, mudah patah, pecah-pecah ujungnya, dan kusam adalah karena pemakaian shampoo yang tidak sesuai atau cocok dengan jenis rambut yang dimiliki.

    Dr. Das Salirawati, M.Si dalam balutan busana santai. (Foto: Dok. Pribadi)

    “Ada cara mudah dan murah untuk mendeteksi jenis rambut, yaitu dengan pemutih pakaian dan gelas bekas minuman mineral yang bersih,” terang Das Salirawati.

    Caranya tuangkan pemutih setinggi sekitar 1/3 dari tinggi gelas tersebut tanpa penambahan air, lalu siapkan stopwatch dan sehelai rambut. Bersamaan dengan memasukkan sehelai rambut tadi ke dalam pemutih dalam gelas, nyalakan stopwatch. Tangan tidak boleh bersentuhan langsung dengan pemutih. Jadi ketika memasukkan rambut dan menenggelamkannya dapat menggunakan lidi atau sendok plastik agar tidak kena kulit tangan.

    Perhatikan dengan cermat kapan rambut larut dan hilang di dalam pemutih. Ketika rambut tak terlihat lagi maka matikan stopwatch. Jika rambut larut dalam waktu singkat (20 – 30 menit), berarti jenis rambut Anda kering (bersifat sangat asam). Bila rambut larut antara 30 menit – 1 jam, berarti masuk dalam jenis rambut normal. Sedangkan bila rambut larut lebih dari 1 jam (ada yang sampai 2 – 3 jam), berarti termasuk jenis rambut berminyak, yaitu jenis rambut yang paling banyak bermasalah.

    Wanita kelahiran 16 Oktober 1965 Wanita kelahiran 16 Oktober 1965 tersebut menyebutkan, rambut kering paling mudah mengalami kerusakan, misal mudah patah, rontok, bercabang, dan kusam. Oleh karena itu sebaiknya memakai shampoo yang kandungan proteinnya tinggi, seperti shampoo kuning telur, lidah buaya, dan seledri agar keasaman rambut berkurang.

    Untuk rambut normal pemakaian shampoo jenis apapun dapat dilakukan, tetapi dianjurkan memilih shampoo yang menguatkan akar, misalnya shampoo ginseng. Sedangkan jenis rambut berminyak harus memilih shampoo yang dapat mengurangi kadar minyaknya, yaitu shampoo dengan sifat asam/ basa tinggi, seperti shampoo merang (bersifat basa) dan jeruk nipis (bersifat asam).

    “Dapat pula memilih shampoo yang memiliki kadar deterjen tinggi, dengan melihat kandungan Lauryl Glukosida yang merupakan surfaktan membantu menghasilkan busa yang mengangkat kotoran di rambut,” beber Das Salirawati.

    Dikatakan, cara keramas yang tepat adalah setelah shampoo dikucek-kucek dan berbusa di rambut kita, biarkan beberapa saat (3 – 5 menit). Tujuannya adalah memberi kesempatan kepada zat-zat gizi untuk pertumbuhan rambut yang terkandung dalam shampo tersebut untuk meresap sampai ke akar rambut dan juga zat penghilang ketomber mengikat ketombe yang yang ada pada kulit rambut.

    “Selama ini kita mencuci rambut secara buru-buru, apalagi kalau keburu berangkat ke kantor atau sekolah. Maka begitu rambut dikenai shampoo dikucek-kucek sebentar lalu segera disiram air,” ujar Das.

    Selain cara keramas seperti itu membuat banyak busa yang tersisa dan memicu timbulnya ketombe, keramas juga tidak berguna. Karena zat-zat gizi yang terkandung dalam shampoo, misalnya seng piritonin untuk mencegah ketombe atau pantenol untuk pertumbuhan rambut dan meningkatkan kelembaban rambut belum sempat masuk ke dalam akar rambut, tetapi sudah terguyur oleh air. Apalagi jika memakai air pancuran atau melalui shower, maka semua zat gizi dalam shampoo akan terlepas dan terbuang bersama air. (*/ ted)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here