Monday, June 27, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsPariwisataCandi Borobudur Diharapkan Jadi Kawasan Green Tourism

Candi Borobudur Diharapkan Jadi Kawasan Green Tourism

bernasnews.com – Candi Borobudur saat ini tengah direncanakan untuk penataan menjadi kawasan green tourism. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Untuk mendukung upaya Candi Borobudur sebagai kawasan green tourism, pihaknya mendorong pemanfaatan electric vehicle (EV) secara bertahap. Dalam pertemuannya dengan kepala daerah Jawa Tengah, Luhut menyampaikan bahwa target tersebut diharapkan bisa perlahan tercapai hingga akhir tahun 2022 ini.

“Nanti bertahap nggak boleh lagi pakai mobil fosil. Kalau bisa ditarget dalam akhir tahun ini hingga tahun depan, kawasan Borobudur ini menjadi kawasan green,” ujar Menko Marves Luhut di Candi Borobudur, Sabtu (4/6/2022).

Setidaknya sejumlah Rp 6,8 triliun digelontorkan pemerintah dalam upaya penataan tersebut. Luhut mengatakan bahwa persoalan lahan, penempatan hingga jaringan kelistrikan akan dirapikan.

“Kita tadi di rapat, kita target borobudur akan selesai semua penataannya 2024. Nanti sudah akan cantik. Presiden sudah perintahkan itu,” tandas Luhut.

“Tadi budget terakhir kita usulkan di sini Rp 6,8 triliun untuk penataan semua. Masalah tanah kita beresin, penempatan kita beresin, masalah lampu kabel tidak boleh ada di atas. Ini saya pikir hal yang harus kita lakukan karena sekarang Indonesia negara yang leading dalam masalah energi hijau ini,” katanya.

Direktur TWC Edy Setijono dalam kesempatan itu mengatakan rencana pembangunan wisata super prioritas hingga penataan sebagai kawasan green tourism bakal segera digencarkan. Dia menyebut berdasarkan arahan Menko Marves, kawasan tersebut didorong untuk menggunakan kendaraan dengan energi terbarukan.

Setidaknya sejunlah EV atau kendaraan listrik seperti seoeda, motor, mobil hingga bus listrik dipersiapkan di kawasan tersebut. Tak cuma pengadaan kendaraan, mereka juga telah mendukung stasiun pengisian bahan bakar listrik atau SPKLU di kawasan Candi Borobudur.

“Sebagai pengelola kawasan Candi Borobudur, kami berkomitmen menerapkan dan mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan yang kita mulai dengan penggunaan moda transportasi berbasi energi listrik. Seperti diamanahkan pak menko bahwa kita ke depan ditarget untuk menghilangkan penggunaan moda transportasi berbasis energi timbal,” katanya. (van)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments