Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeKulinerCamilan Jadul yang Kini Masih Eksis, Rambut Nenek yang Harum Manis

Camilan Jadul yang Kini Masih Eksis, Rambut Nenek yang Harum Manis

bernasnews.com — Bicara kuliner tradisional Nusantara tidak akan pernah habisnya dan tetap menarik untuk dikupas agar kuliner, yang berat seperti makanan maupun kudapan atau sekadar camilan jangan sampai punah, serta setidaknya bisa menjadi kajian untuk generasi kekinian.

Banyak dijumpai kuliner tradisional asli hasil kearifan lokal, juga hasil akulturasi dari budaya luar. Dari cara pembuatan, menghidangkan, cara menjual dan menjajakan keliling penjuru dari kampung ke kampung. Hal ini bisa diperhatikan dari peralatan maupun simbul-simbul yang tampak.

Salah satunya adalah jajanan arum manis dari kata harum manis, harum baunya dan manis rasanya. Jajanan berbahan baku utama dari gula pasir tersebut, hingga kini tetap eksis dan mudah kita temui di mana saja ada terutama ada keramaian semacam pasar malam atau Sekaten.

Dari bentuknya, arum manis awalnya hanya putih seperti rambut atau kapas sehingga jajanan ini ada yang menyebutnya rambut nenek, gula kapas. Uniknya, di Surabaya anak-anak menyebutnya ‘ngik ngok’ pasalnya penjual kala menjajakan keliling sembari memainkan rebab China (kong a hian), bentuknya lebih kecil dan ramping dibanding rebab Jawa.

Konon arum manis berasal dari negeri China masa Dinasti Hang, dikenal dengan nama ‘janggut naga’ yang merupakan makanan kerajaan. Sementara, di Jawa Tengah dikenal dengan nama ‘arbana’, pada abad 17.

Menurut sumber, juga banyak yang meyakini, bahwa arum manis sudah dikenal sejak abad ke-15 di Italia. Kala itu para koki (chef) cara membuatnya dengan tong yang berisi gula yang dilelehkan, lalu mengubahnya menjadi semacam serat dengan bantuan semacam garpu. Konon hanya yang berduit dan bangsawan saja yang sanggup membeli.

Pembuatan arum manis dengan mesin yang lebih modern dilakukan kali pertamanya pada tahun 1897. Unik dan kontroversi karena pencipta mesin itu adalah seorang dokter gigi bernama William James Morrison, dari  Nashville, Tennesse, Amerika Serikat. Untuk membnuat mesin arum manis itu, ia bekerja sama dengan John C. Wharton.

Produk arum manis jika dicermati dari teksturnya ada 2 varian, tekstur lembut seperti kapas yang kekinian beraneka warna dan rasa, biasanya dikemas dengan kantung plastik. Arum manis yang lembut ini apabila dijajakan keliling, si penjual membawa peralatan dengan dipikul atau naik sepeda.

Sementara itu, arum manis yang bertekstur kasar, si penjual membawa dalam bentuk jadi dan ditempatkan semacam ‘blek krupuk’ kecil, yang menjadikan keunikan dan khas si penjual menjajakannya sembari memainkan rebab (seperti pada foto). Cara mensajikan hanya dengan secuil lembar kertas.

Jaman kekinian cara-cara menjual arum manis keliling kampung baik yang membawa peralatan maupun dengan bermain musik rebab sudah sangat jarang ditemui. Arum manis telah menjadi komoditas jajanan moderan, yang diproduksi secara pabrikan. Kini arum manis juga cukup mudah untuk didapatkan di pasar swalayan dan toko oleh-oleh. (dari berbagai sumber/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments