Home Ekonomi Business Intelligence Sangat Berperan dalam Pemasaran Digital

Business Intelligence Sangat Berperan dalam Pemasaran Digital

57
0
Prof Richard (kiri atas) dan Winda Nur Cahyo (kanan atas) saat memaparkan materi pada Webinar Series dan Kuliah Umum yang diadakan Prodi Teknik Industri, Program Magister Fakultas Teknologi Industri UII, Sabtu, 25 September 2021. Foto: Jerri Irgo

BERNSNEWS.COM – Dalam dunia bisnis tingkat persaingan antara industri-industri bisnis semakin tajam. Dengan semakin majunya teknologi setiap perusahaan berusaha untuk selalu meningkatkan kualitas produksi maupun manajemen pemasaran dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan sesuai yang diinginkan oleh setiap perusahaan.

Persaingan yang terjadi telah tersebar ke semua sektor usaha, sehingga kompetisi yang ada antara perusahaan yang satu dengan yang lain semakin ketat. Perusahaan yang bergerak dalam penyedia jasa tidak lepas dari persaingan tersebut, dimana setiap perusahaan dituntut untuk mampu menghadapi berbagai kendala yang timbul dan juga untuk membantu perusahaan agar dapat beroperasi dengan manajemen yang efektif dan efisien.

Menurut Bambang Wijaya, Founder & Direktur PT Dekor Asia Jayakarya, dalam Webinar Series dan Kuliah Umum, Sabtu 25 September 2021, business intelligence dalam pemasaran digital adalah sebuah proses bisnis yang memanfaatkan teknologi khusus agar dapat menganalisa data dan menyajikan data tersebut sebagai bentuk informasi yang mudah dipahami untuk keperluan bisnis. Data-data yang dihasilkan akan sangat akurat sehingga Anda bisa mengambil keputusan bisnis yang lebih baik.

Bambang Wijaya (kiri) dan Ismail Fahmi Ph.D (kanan). Foto: Jerri Irgo

Contoh business intelligence yang saat ini sudah memanfaatkan basis teknologi yang modern, yaitu pemanfaatan teknologi berbasis website, media sosial, marketplace dan fairtrade, seperti website perusahaan (www.dekorasia.com), medsos (Facebook, Instagram, Twitter, dll), marketplace (Alibaba, Amazon, Ebay, Etsy dll), iklan di beberapa medsos dan marketplace.

Dengan menerapkan business intelligence, menurut Bambang Wijaya, dapat mendatangkan beberapa keuntungan bagi perusahaan. di antaranya membaca dan menafsirkan data untuk membantu menentukan keputusan perusahaan, mendapatkan proyeksi yang lebih terencana untuk jangka panjang, pemilihan metode pemasaran yang sesuai dengan bisnis perusahaan, menganalisa halangan, keuntungan dan solusi yang akan terjadi, membantu perusahaan dalam menentukan perencanaan biaya, memudahkan pihak manajemen untuk mengerti kebutuhan pasar dan memperhitungkan dari segi bisnis, mengevaluasi data tren pasar secara real time dan penentuan target atau indikator sesuai dengan data.

Sementara Ismail Fahmi Ph.D, Founder Drone Emprit and Media Kernels yang juga Dosen Magister Teknik Industri UII,   mengatakan, analisis percakapan di media sosial (medsos) dapat dijadikan kunci sukses perusahaan, lembaga serta organisasi sosial dan politik di era revolusi industri 4.0. Analisis tersebut membuat pola pemikiran manusia berubah cenderung mempermudah sesuatu.

Menurut Ismail Fahmi, business intelligence merupakan salah satu kemampuan menganalisis dan memanfaatkan data besar (big data) di media sosial dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan sikap dan kebijakan mencapai kesuksesan

Business intelligence juga sebagai akselerasi transformasi proses bisnis bagi perusahaan dengan memanfaatkan big data media sosial. Big data untuk memudahkan menentukan sikap mengambil kebijakan bisnis meningkatkan modal dan produksi serta kebijakan suatu organisasi dan lembaga dalam menyukseskan suatu program kerja,” kata Ismail Fahmi.

Dikatakan, melalui big data dapat diketahui produk apa saja yang sedang laris dan tidak laku. Orang juga dapat mengetahui hal-hal apa saja yang sedang menjadi perhatian atau percakapan masyarakat. “Dengan mengetahui informasi tersebut dapat membantu menentukan arah hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan tidak dilakukan untuk meraih kesuksesan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai,” kata Ismail Fahmi.

Sementara Ir Winda Nur Cahyo ST MT PhD IPM, Ketua Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII, mengatakan bahw business intelligence merupakan kunci sukses bagi perusahaan dalam mengembangkan bisnis di era revolusi industri 4.0. Hal tersebut dipengaruhi kemampuan pemanfaatan big data.

“Industri 4.0 berbasis data. Hanya saja, hingga kini masih banyak perusahaan di Indonesia belum terlalu peduli terhadap pentingnya data. Data masih tersebar di mana-mana dan tidak dikumpulkan, padahal data base sangat menentukan arah kemajuan perusahaan ke depan,” kata Winda Nur Cahyo.

Pada bagian lain Winda Nur Cahyo mengatakan bahwa Magister Teknik Industri memiliki konsen secara akademik, mendorong  perusahaan maupun pelaku UMKM bersama peneliti, dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah, salah satunya memanfaatkan Drone Emprit Academic (DEA) UII  berkolaborasi dengan MTI FTI UII. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here