Home News Bupati Sleman Sampaikan ‘Refleksi Akhir Tahun 2021 dan Harapan Tahun 2022’

Bupati Sleman Sampaikan ‘Refleksi Akhir Tahun 2021 dan Harapan Tahun 2022’

70
0
Suasana jumpa pers Bupati Sleman Kustini, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dan beberapa Jajaran OPD dalam penyampaian Refleksi Akhir Tahun 2021 dan Harapan Tahun 2022, Rabu (29/12/2021). Foto: Nuning Harginingsih/ Bernasnews.com.

BERNASNEWS.COM — Saat ini Kabupaten Sleman masih dalam PPKM Level 2. Untuk penanganan covid 19 di Kabupaten Sleman, Pemkab Sleman secara kontinue dan berdasar arahan dari pusat terus mengeluarkan dan memperbarui Instruksi Bupati Sleman tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 Corona Virus Disease 2019.

Hal itu disampaikan Bupati Sleman Hj Dra. Kustini Sri Purnomo dalam acara yang bertemakan ‘Refleksi Akhir Tahun 2021 dan Harapan Tahun 2022’, Rabu (29/12/2021), di Pendapa Kabupaten Sleman, Sleman. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Sekda Kabupaten Sleman dan Jajaran OPD Pemkab Sleman.

Bupati Sleman Kustini berpesan, bahwa perayaan Tahun Baru 2022 sedapat mungkin dilakukan masing-masing/ bersama keluarga, menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Berdasar Inbup 39/INSTR/2021, melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru serta pelarangan acara Old and New Year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” katanya.

Lanjut Kustini, Pemkab Sleman melakukan perpanjangan jam operasional Pusat Perbelanjaan dan Mall, yang semula 10:00-21:00 WIB menjadi 09:00-22:00 WIB untuk mencegah kerumunan pada jam tertentu. “Juga melakukan pembatasan dengan jumlah pengunjung tidak melebihi 75 persen dari kapasitas total Pusat Perbelanjaan dan Mall serta penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat,” tegasnya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat jumpa pers dengan media, Rabu (29/12/2021). Foto: Nuning Harginingsih/ Bernasnews.com.

Sementara untuk mencegah lonjakan covid 19 pasca libur Nataru Pemkab Sleman menetapkan beberapa aturan yang termuat dalam Inbup 39/INSTR/2021 diantarannya, Pemkab Sleman juga telah membentuk Satgas Covid 19 dari tingkat Kabupaten hingga tingkat Kalurahan. Harapannya penanganan Covid-19 dapat lebih cepat terlaksana.

Intens mengadakan koordinasi vaksin Sleman yang merupakan ajang koordinasi perangkat daerah, Kemenag, TNI, Polri dalam rangka evaluasi dan merencanakan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sleman. Hasil capaian vaksinasi selalu diupdate per hari.

“Membatasi kegiatan masyarakat pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022. Rekomendasi/ izin kegiatan diberikan secara selektif dengan aturan yang ketat, sebagai salah satu upaya untuk menjaga tidak munculnya klaster baru. Dan mengoptimalkan penggunaan aplikasi Pedulilindungi,” beber Kustini.

Selain itu, jelas Kustini, untuk antisipasi lonjakan Covid 19 pasca libur Nataru dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sumberdaya dalam pelayanan di semua puskesmas, dengan selalu meningkatkan Prokes serta melakukan pantauan laporan masyarakat yang terindikasi Covid-19.

Bupati Sleman Kustini juga menjelaskan soal kebijakan terkait cakupan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sleman, dengan secara aktif melakukan edukasi kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi.

Untuk vaksinasi anak usia 6 sampai dengan 11 tahun, telah dimulai sejak tanggal 18 Desember 2021. Dalam upaya memberikan kenyaman kepada anak saat vaksinasi, Dinas Pariwisata dan Dinas Kesehatan berencana untuk menyelenggarakan kegiatan vaksinasi di tempat-tempat wisata.

Sampai dengan 28 Desember 2021, cakupan vaksin dosis 1 telah mencapai 92,1 persen. Sedangkan cakupan vaksin dosis 2 telah mencapai 83,3 persen. “Dengan demikian, dapat disampaikan bahwa Sleman telah mencapai level aman untuk dikunjungi karena telah berada diatas 80 persen cakupan vaksinnya,” ujar Kustini.

Dalam kesempatan itu, Kustini memaparkan sasaran program wifi padukuhan adalah 1212 padukuhan, sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 dan Upaya Pemulihan Ekonomi, langkah yang telah dilakukan oleh PemKab Sleman untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi, Pembangunan Sarana Prasarana, dan Antisipasi Erupsi Merapi. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here