Home News Bupati Sleman Minta Pelaksanaan Pilurah Tetap Prokes dan Tidak Politik Uang

Bupati Sleman Minta Pelaksanaan Pilurah Tetap Prokes dan Tidak Politik Uang

74
0
Bupati Sleman Dra Hj Kustini Sri Purnomo. (Foto: Dok. Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo mengingatkan agar penyelenggaraan pesta demokrasi tingkat kalurahan berupa pemilihan lurah serentak, tanggal 31 Oktober 2021 mendatang, bebas dari penularan Covid-19 dan tidak ada politik uang.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menjelaskan, bahwa pelaksanaan pilihan lurah sebelumnya tertunda akibat sejumlah pembatasan aktifitas di masa pandemi Covid-19. Namun, seiring dengan penurunan level PPKM di Sleman pada level 2, membuat hajatan demokrasi tersebut dapat kembali dilaksanakan.

“Kita bersyukur sudah diperbolehkan, karena pemilihan lurah (pilur) itu sudah ditunda lama sekali. Yang merasakan dampaknya terutama para calon lurah,” ungkap Kustini, melalui rilis yang dikirim oleh Kabag Prokopim Setda Kabupaten Sleman Dra. Shavitri Nurmala Dewi, MA, Jumat (29/10/2021).

Meskipun sudah diperbolehkan, Kustini tetap meminta pelaksanaan pemilihan lurah diselenggarakan dengan hati-hati. Pasalnya, setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah banyak bisa berpotensi menyebabkan penularan virus Covid-19.

“Yang harus diperhatikan adalah jangan sampai ada penularan. Karena mau tidak mau pasti ada keramaian. Dan itu yang harus diperhatikan baik oleh penyelenggara, petugas maupun Satgas Covid-19 di wilayah masing-masing,” tegas Kustini.

Pihaknya berharap pesta demokrasi tingkat Kalurahan tersebut dapat berjalan sehat. Pihak penyelenggara harus membuat rencana dan skenario mitigasi yang aman dan tidak menimbulkan kerumunan.”Yang pasti semua sudah disiapkan prokesnya. Tinggal kita semua saling jaga agar semua masyarakat yang terlibat tetap sehat,” ungkap Kustini.

Selain mencermati resiko penularan, bupati perempuan pertama di Sleman itu mengingatkan para calon lurah agar tidak bermain politik uang. Kustini juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda dengan tawaran oknum-oknum yang memberikan uang untuk memilih calon tertentu.

Pemilihan lurah bukan hanya bicara soal siapa calonnya. Tapi program apa yang akan dilakukan untuk memajukan wilayahnya. “Saya rasa masyarakat Sleman sudah cermat dan cerdas dalam menentukan hal itu. Juga tidak mudah tergoda (uang),” pungkas Kustini. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here