Home Ekonomi BUMN dengan Kondisi Menurun, Presiden: Tidak Perlu Diproteksi

BUMN dengan Kondisi Menurun, Presiden: Tidak Perlu Diproteksi

65
0
Presiden Joko Widodo. Foto: kominfo.go.id

BERNASNEWS.COM – Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk tidak lagi memberi proteksi kepada perusahaan BUMN yang dalam kondisi menurun. Hal ini dimaksudkan untuk membangun profesionalisme dalam pengelolaan BUMN.

Saya juga telah menginstruksikan Menteri BUMN untuk tidak lagi memberikan proteksi kepada perusahaan BUMN yang dalam kondisi menurun. Tidak ada lagi proteksi-proteksi,” cuit Presiden Joko Widodo dikutip Bernasnews.com dari akun twitter @jokowi yang diunggah pada Sabtu, 16 Oktober 2021.

Menurut Presiden Jokowi, BUMN di Indonesia sudah digabungkan menjadi 41 BUMN dari sebelumnya sebanyak 108 BUMN. Setelah dilakukan penggabungan maka selanjutnya perlu dilakukan konsolidasi dan reorganisasi. Selanjutnya perlu membangun profesionalisme pengelolaan BUMN dan membangun kultur kerja yang lebih sederhana.

BUMN-BUMN di Indonesia sudah mulai melakukan penggabungan, konsolidasi maupun reorganisasi. Jika sebelumnya ada 108 perusahaan BUMN, sekarang 41. Selanjutnya adalah membangun profesionalisme pengelolaan BUMN, juga membangun sebuah kultur kerja yang lebih sederhana,” lanjut cuitan Presiden Jokowi.

Menanggapi cuitan Presiden Jokowi tersebut, sejumlah netizen pun menyatakan setuju. “Setuju, pak Presiden. Semoga dihapus bukan cuma proteksi tapi juga hak monopoli, dan diberlakukan juga untuk perusahaan (BUMN) yg bergerak dibidang energi, seperti Pertamina dan PLN. Biarkanlah mereka bersaing secara sehat seperti Telkom Indonesia, sesuai amanat UU No 5/1999,” komentar Tedy Moel dikutip Bernasnews.com di akun @TedyMoel1.

Sementara Jayakarsa di akun @PJayakarsa mengatakaan bahw eEfisiensi di segala bidang, bagaimana meningkatkan kualitas produk untuk meningkatkan penjualan. Pentingnya menjual dengan kualitas produk bagus & harga bersaing untuk pasar ekspor. Ia juga meminta untuk kontrolpasar lokal dan konsentrasi pada peningkatan profit margin & stop subsidi untuk BUMN yang rugi. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here