Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeEkonomiBumiharjo Kebumen Budidayakan Madu Klanceng

Bumiharjo Kebumen Budidayakan Madu Klanceng

bernasnews.com — Varian atau jenis madu sebenarnya cukup banyak, tergantung dari jenis spesies lebah penghasil madu maupun dari jenis bunga yang dihisap oleh lebah itu sendiri. Salah satunya adalah Madu Klanceng, jenis madu ini kekinian sedang naik daun banyak dibudidayakan, di Desa Bumiharjo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Madu Klanceng dihasilkan oleh lebah jenis Trigona. Salah satu warga setempat, Dwi Lusia Sariningtyas (38 tahun) dua tahun lalu telah mencoba berternak lebih penghasil madu ini.

“Mulai budidaya lebah ini berawal dari belakang rumah ada tumpukan genteng yang tidak terpakai ada rumah tawon atau lebah jenis Trigona,” ucap Lusi, panggilan akrab Dwi Lusia Sariningtyas, Minggu (20/3/2022), di rumahnya.

Penampakan sarang lebah Trigona penghasil Madu Klanceng. (Foto: Istimewa)

Dari situlah Lusi dan suami berpikir untuk memberi tempat atau membuatkan rumah atau log untuk lebah, yang bentuknya lebih kecil  dibanding lebah biasanya. “Jenis lebah Trigona ada 70 macam tapi hanya beberapa yang kami pelihara antara lain Trigona Biroi, Itama, Levicep, dan Sarwakensis,” ujar ibu berputra satu itu.

Salah satu kendala budidaya Madu Klanceng, adalah kurang tersedianya makanan bagi lebah karena banyak membutuhkan tanaman yang bisa berbunga terus menerus supaya lebah bisa memproduksi madu.

Menurut Lusi, sumber makanan dari lebahnya adalah bunga santos dan nektar sebagai bahan baku madu dan polen (putiksari). Juga bunga air mata pengantin. “Kedua jenis bunga dari tanaman itu tidak mengenal musim,” jelas dia.

Dwilusia Sariningtyas atau akrab disapa Lusi sedang menunjukkan jenis bunga yang disukai oleh lebah Trigona, penghasil Madu Klanceng. (Nuning Harginingsih/ bernasnews.com)

Lebah Trigona piaraannya dibikinkan rumah atau log, setiap satu log berisi satu koloni  yang terdiri dari lebah ratu, pekerja dan telor. Untuk jenis lebah  Trigona Biroi bisa panen dalam  3 bulan sekali dan lebih jenis Itama  bisa panen sebulan sekali.

Madu Klanceng murni yang dihasilkan mengandung, anti oksidan, Vitamin C, propolis dan lainnya. Madu yang dihasilkan pun selalu berbeda rasa, bau dan warna tergantung banyaknya bunga  yang dihisap oleh lebah.

Pemasaran Madu Klanceng produknya ini sudah hampir merambah seluruh Indonesia, berasal dari sekitar 250an jumlah log yang dimiliki, yang sebagian berada di Kutowinangun dan Temanggung. “Harga madu yang kami hasilkan lebih mahal tiga kali lipat dari madu yang dijual di pasaran. Karena ini madu murni yang langsung dari lebahnya,” pungkas Lusi setengah berpromosi. (nuning)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments