Sunday, May 22, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeOpiniBulan Mei Bulan Bunda Maria

Bulan Mei Bulan Bunda Maria

bernasnews.com – Bulan Mei telah tiba. Ada berbagai peristiwa penting terjadi di bulan ini. Bagi umat Katolik, bulan Mei dimaknai  sebagai Bulan Bunda Maria. Banyak keluarga Katolik menjalankan devosi rosario sebagai penghormatan kepada Bunda Maria.

Kehadiran buku bertajuk Indahnya Untaian Doa Rosario karya L. Prasetya, Pr (Pohon Cahaya, 2022) ini terasa pas momentumnya untuk panduan berdoa bagi pribadi yang beriman kepada Tuhan dengan sepenuh hati, yakni Maria. Buku ini menawarkan pemahaman melalui uraian singkat yang diolah dari Kitab Suci dan Surat Apostolik Paus Yohanes Paulus II tentang Rosario Perawan Maria atau Rosarium Virgines Mariae.

Buku berukuran 12×17 cm dan tebal 108 halaman ini berisi tujuh bab yakni Maria Pribadi Terpilih, Doa Rosario, Berdoa Rosario, Peristiwa Gembira, Peristiwa Terang, Peristiwa Sedih, Peristiwa Mulia. Materi isi dibuka dengan sekapur sirih dan daftar singkatan. Serta diakhiri dengan daftar pustaka dan biodata penulis. 

Sesuai dengan judul buku ini, bab Berdoa Rosario kiranya menjadi bagian inti. Bahwa berdoa rosario berarti orang beriman Katolik mendaraskan doa Bunda Maria yang digemakan untuk memuji  karya kesalamatan Allah yang berpusat pada diri Yesus.

Ada pertanyaan sederhana namun menarik dan terasa menyentuh ditulis oleh Prasetya. Yakni apa yang dirasakan saat berdoa rosario? Jawabannya pasti beraneka, ada orang beriman Katolik yang merasa biasa-biasa saja saat berdoa, ada yag merasa tidak betah, bahkan merasa bosan dengan berdoa rosario. (hal 21)

Tetapi banyak orang beriman Katolik yang merasa senang dan bahagia berdoa rosario, sebab dengan berdoa rosario dapat meluapkan kasihnya kepada pribadi yang dicintainya yaitu Yesus. Kalau pengulangan ini dinilai berlebihan akan muncul godaan untuk melihat rosario sebagai doa yang kering dan membosankan. Tetapi akan sangat berbeda kalau doa rosario dipandang sebagai luapan kasih yang tanpa kenal lelah kepada orang yang sangat dikasihi. Di sini ungkapan-ungkapan dapat tetap serupa tetapi isinya selalu baru karena perasaan-perasaan yang menyelimutinya.

Menurut L. Prasetya, Pr yang kini menjabat Pastor Kepala Paroki Hati Kudus Yesus Tanas Mas Semarang ini, berdoa rosario bukan sekedar rutinitas dan formalitas. Orang beriman Katolik diharapkan dapat merasakan indahnya untaian doa rosario agar mengalami perjumpaan yang mesra dengan Yesus secara pribadi.

Keindahan berdoa rosario dapat terwujud bila mereka melakukannya dengan sepenuh hati, konsentrasi atau fokus, dari awal sampai akhir, termasuk mengupayakan cara-cara yang dapat mendukung pelaksanaan doanya. Mereka dapat menambahkan beberapa unsur pendukung dalam doanya.

Misalnya menggunakan gambar atau patung yang cocok saat memaklumkan peristiwa yang direnungkan, mendengarkan sabda Allah yang tercantum dalam Kitab Suci atau uraian yang terkait dengan peristiwa yang direnungkan, memberi waktu hening saat mengontemplasikan peristiwa yang direnungkan.

Bunda Maria sangat menekankan pentingnya berdoa rosario. Dia selalu mengajak berdoa rosario kepada siapa saja, termasuk orang-orang yang boleh menerima penampakan dirinya. Misal Catherine Laboure di Rue de Bac, Paris; Bernadette Soubirous  di Lourdes; Yasinta dan Fransisco di Fatima. Dalam penampakannya, Maria menghendaki agar mereka berdoa rosario dalam keheningan hati agar dapat merenungkan misteri-misteri  kehidupan Yesus dan mempunyai kedekatan relasi dengan Yesus.

Sebuah karya buku yang inspiratif bagi umat Katolik untuk lebih tekun berdoa, khususnya doa rosario. (mar)   

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments