Buku ‘Digital.is.Me Jilid 3’: Kaitkan Teks Qauliyah dengan Konteks Kauniyah

    77
    0
    Cover buku ‘Digital.is.Me Jilid 3’, karya Guru Besar Bidang Ilmu Komputer Universitas Amikom Yogyakarta, Prof Dr. Ema Utami, SSi, MKom. (Foto: Dok. Pribadi)

    BERNASNEWS.COM — Guru Besar Bidang Ilmu Komputer Universitas Amikom Yogyakarta, Prof Dr. Ema Utami, SSi, MKom merilis buku ‘Digital.is.MeJilid 3’, yang bersumber dari kumpulan catatan yang ditulisnya di berbagai media massa, mulai dari tanggal 23 Januari 2020 sampai dengan 1 April 2021.

    Pada buku Digital.is.MeJilid 3 ini banyak catatan yang berkaitan dengan perubahan di berbagai bidang, khususnya Informatika karena adanya pandemi Covid-19 yang sampai buku ini dicetak belum juga usai.

    Prof Ema Utami menjelaskan, bahwa catatan di kolom Lentera Republika bertanggal 30 Januari 2020 yang berjudul Alice, Umbrella Corporation menjadi catatan pertama yang menyinggung Covid-19. “Ide judul catatan ini muncul karena Alice sendiri merupakan kata yang sering dijumpai di bidang Informatika sekaligus merupakan nama tokoh wanita dalam film fiksi yang berkaitan dengan kasus penyebaran virus,” ungkapnya.

    Adanya wabah pandemi Covid-19, terang Prof Ema, telah banyak memaksa berbagai bidang termasuk pendidikan, khususnya dalam kesiapan mempergunakan teknologi untuk mendukung berbagai aktivitas. Bidang pendidikan mulai dari tingkat dasar, menengah dan tinggi terus berusaha menyesuaikan mekanisme dan sistem pembelajarannya di masa pandemi ini.

    “Kurikulum, guru, siswa, mahasiswa, dosen dan semua stakeholder yang terlibat dalam bidang ini dipaksa untuk segera beradaptasi dengan berbagai teknologi untuk menjamin kelancaran pembelajaran,” ujarnya.

    Seperti dua buku sebelumnya, lanjut Prof Ema, topik dari setiap catatan yang ditulis seringkali bersinggungan dengan isu atau berita yang hangat yang baru muncul saat catatan ditulis. Banyak kegiatan yang bersifat pribadi seperti Ibadah Umrah sampai dengan pekerjaan di kantor menjadi sumber ide dalam penulisan buku Digital.is.MeJilid 3 ini.

    Kepala LLDIKTI Wilayah V 2019-2021, Prof Dr. Didi Achjari, SE, MCom, Akt memberi apresiasi atas produktifitas dan ketajaman Prof. Ema Utami dalam melihat fenomena keseharian di tengah pandemi dari sudut pandang bidang ilmunya, yaitu teknologi informasi. Ada tiga hal yang beliau temukan dalam buku Digital.is.MeJilid 3 ini.

    Pertama, produktifitas Prof. Ema Utami yang luar biasa dalam menulis. “Tulisan beliau yang rutin tersebar di banyak media massa menjangkau pembaca yang sangat luas ini belum tentu bisa dicapai kalau hanya beliau menulis di jurnal ilmiah. Ini adalah makna sesungguhnya dari impak seorang akademisi untuk masyarakat. Kehadiran akademisi adalah untuk memberi cahaya di tengah kegelapan,” beber Prof  Didi.

    Kedua, kemampuan dalam melihat semua fenomena (termasuk fenomena sosial) dan kejadian di lingkungan keseharian kita dengan menggunakan sudut pandang teknologi informasi. Wawasan Prof. Ema Utami yang sangat luas membuat pembaca seolah diajak berkelana dari satu peristiwa ke peristiwa lain tanpa merasa bosan. Suatu peristiwa di sekitar kita yang tampak biasa saja, bisa dikemas dalam tulisan-tulisan beliau sebagai fenomena teknologi informasi yang menarik. “Kemampuan ini belum tentu dimiliki oleh para akademisi. Dalam tulisannya, beliau begitu piawai merangkai peristiwa dan menerobos sekat ilmu tanpa merasa paling benar dan tanpa menghakimi pihak lain,” terang Prof Didi

    Lalu yang Ketiga, imbuh Prof Didi, semua tulisan beliau akan berujung pada ajakan untuk membaca ayatNya di alam semesta ini. Dengan menggunakan bukan bahasa ilmiah yang berat, tapi bahasa keseharian yang renyah, pembaca akan diajak beliau untuk mendekat kepada Nya tanpa merasa didakwahi.

    Guru Besar Bidang Ilmu Komputer Universitas Amikom Yogyakarta, Prof Dr. Ema Utami, SSi, MKom penulis buku ‘Digital.is.MeJilid 3’ (Foto: Dok. Pribadi)

    Sementara itu, Direktur Utama PT. Nur Ramadhan Wisata, Mifdhol Abdurrahman, LC, MHI, menyampaikan, bahwa tulisan unik Prof. Ema Utami yang tersebar dan dimuat oleh berbagai media ini merupakan upaya tadabbur (merenungkan dan memikirkan secara sungguh-sungguh) ayat-ayat Al Qur’an.

    “Beliau kaitkan teks qauliyah (ayat-ayat Al Qur’an) dengan konteks kauniyah (tanda-tanda di alam semesta dan kehidupan nyata) yang menjadikan kita semakin kagum akan kemukjizatan Al Qur’an yang senantiasa relevan dengan berbagai perubahan zaman,” kata Mifdhol Abdurrahman. Terlebih, imbuh Mifdhol, ulasan yang ditulis oleh Prof. Ema Utami sangat kental kaitannya dengan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam berbagai aspek kehidupan.

    Pendapat ini juga sejalan dengan yang disampaikan oleh Guru Besar Bidang Teknologi Informasi Universitas Gunadarma, Prof Dr Rer Nat. Achmad Benny Mutiara, SSi, SKom menyampaikan, bahwa dalam bukunya ini, Prof. Ema Utami banyak menyampaikan tentang berbagai cerita sukses tentang pemanfaatan teknologi, yang sesungguhnya telah tersirat di dalam kitab suci Al Qur’an.

    “Beliau juga menyampaikan beragam gagasan luar biasa dari seorang guru besar yang diulas secara lugas dan mudah dipahami,” terang Prof Achmad Benny Mutiara.

    Hal menarik lainnya, lanjut Prof Achmad, selain membahas tentang teknologi-teknologi yang bermanfaat dalam dunia nyata, buku ini menyiratkan pentingnya akhlak mulia bagi para dosen, mahasiswa ataupun pembaca pada umum, yaitu ditandai dengan adanya pada setiap akhir tulisan ditutup kutipan ayat suci Al Qur’an yang relevan dengan topik tulisan, ini tidak lain dan tidak bukan untuk mengingatkan kita akan pentingnya akhlak mulia.

    “Masyarakat umum dan khususnya guru atau dosen sangat penting kiranya membaca buku Prof. Ema Utami ini,” tandasnya.

    Terbitnya buku Digital.is.MeJilid 3 ini diharapkan bisa memberikan tambahan wawasan bagi pembaca untuk terus bisa memanfaatkan berbagai kemajuan teknologi bagi kemaslahatan bersama, sekaligus juga bisa menjadi sumber inspirasi para dosen di Indonesia untuk terus berkarya. (nun/ ted)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here