Sunday, May 22, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsBuku dan Anak Tidak Boleh Dipisahkan

Buku dan Anak Tidak Boleh Dipisahkan

bernasnews.com – Bulan April, tepatnya tanggal 2, memiliki makna penting dan menarik bagi anak dan literasi. Hari itu diperingati sebagai Hari Buku Anak Sedunia. Selain bertujuan untuk terus meningkatkan minat baca kepada anak-anak, momentum perayaan itu juga bertujuan untuk mengenang sosok Bapak Dongeng Sedunia yakni Hans Christian Anderson. Dia seorang penulis asal Denmark. Meski telah tiada pada 4 Agustus 1875, namun kenangan dan karya sastranya dikenang dunia hingga kini.

“Gerakan literasi untuk menguasai pengetahuan bagi sebuah bangsa perlu melibatkan anak-anak sejak dini. Anak perlu dibiasakan dengan cerita atau dongeng yang menggugah perasaannya, sehingga mereka mendengarkan dengan seksama dan riang. Setelah anak menyukai dongeng yang diceritakan, mereka juga boleh ikut membaca buku setiap saat. Anak dapat melakukan apa saja termasuk menyukai buku, jika orangtuanya juga menyukai buku serta gemar membaca dan menulis. Orangtua sebagai sumber inspirasi, baik melalui bahan bacaan seperti buku, majalah, atau media lainnya,” kata penulis Yoseph Nai Helly, S.SiT, M.A. kepada bernasnews.com di Yogyakarta, awal pekan ini.

Secara terpisah, bernasnews.com juga mewawancarai melalui whatsApp Kepala TK ABA Kricak Kidul Yogyakarta Martini, S.Pd., M.Psi., Guru SD Negeri Bumijo Yogyakarta Ares Brilatin, S.Pd., dan Siswi SMA BOPKRI 2 Yogyakarta Cindy Maulika.

Sejak dalam rahim ibu

Menurut Yoseph Nai Helly yang sehari-hari menjabat Kepala Perpustakaan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta, buku dan anak tidak boleh dipisahkan, bahkan seharusnya sudah dibiasakan oleh keluarganya yakni ibu dan ayahnya saat anak masih dalam rahim ibunya.

Ibu dan ayah membiasakan diri untuk membacakan buku atau mendongengkan cerita-cerita rakyat ataupun cerita budaya daerah sendiri yang begitu kaya akan makna. Itu akan menginspirasi anak secara berkelanjutan. Oleh karenanya, tidak boleh berhenti di sebuah titik tertentu dan menjadi stagnan. Hal seperti ini telah dilakukan oleh masyarakat di negara tertentu sebagai upaya membangun kecerdasan dasar yang dilakukan sejak dini.

“Budaya baca sangat penting untuk anak, keluarga, masyarakat bahkan hingga tingkat bangsa dan negara. Sebuah negara yang memiliki kedaulatan dan juga kekuatan adalah negara yang menguasai pengetahuan. Salah satu modal pengetahuan yang harus dimiliki masyarakat-bangsa adalah kebiasaan membaca buku. Dengan membaca, seseorang atau masyarakat akan mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan ilmu, pengetahuan, ataupun pengalaman. Setiap orang atau masyarakat yang menguasai ilmu dan pengetahuan akan memiliki banyak perspektif dalam menghadapi dan atau menyelesaikan sebuah permasalahan,” kata Yoseph yang senang menulis puisi ini.

Sebagai mainan yang menarik

 Martini, S.Pd., M.Psi yang dihubungi secara terpisah mengatakan, sebagai pendidik anak usia dini di TK ABA Kricak Kidul Yogyakarta dia menyatakan setuju untuk membantu tumbuh kembang anak usia dini perlu mengenalkan buku anak sejak dini. Buku anak dapat dikenalkan kepada mereka sebagai mainan yang menarik.

“Namun satu hal yang perlu diingat, jangan terlalu memaksa anak untuk menyukai buku di  usia dini agar kelak dia dapat melihat buku sebagai sesuatu yang menyenangkan,” kata Martini yang juga menjadi Pengurus Komunitas Penulis Guru (KPG) Hayam Wuruk 11 Yogyakarta ini. 

Ares Brilatin S.Pd berpendapat, buku anak adalah buku penuh gambar berwarna. Buku masa kecil yang biasa dibaca bersama keluarga. Dia menjadi teman pengantar tidur, menstranfer cerita imajinasi bahkan hingga terbawa ke alam mimpi. Buku anak berisi pengetahuan luas mengajak anak berpetualang tidak terbatas.

“Generasi 80-90-an tentu tidak asing dengan buku pelajaran berjudul Pandai Membaca dan Menulis, Lancar Berbahasa Indonesia. Buku paket sekolah dasar legendaris bersampul hijau yang menampilkan tokoh Ani dan Budi.

Siapa pula yang tidak kenal Bobo, Donal Bebek, dan seri Dongeng Dancow? Wah, mendengar sederet nama buku-buku itu disebut rasanya langsung ingin jadi anak-anak lagi ya?” kata Ares yang sehari-hari mengajar di SD Negeri Bumijo Yogyakarta ini.

Sedangkan siswi SMA BOPKRI 2 Yogyakarta Cindy Maulika mengatakan, Hari Buku Anak Sedunia memiliki tujuan penting yaitu untuk menginspirasi kecintaan membaca dan menarik perhatian anak agar mau membaca buku. Ada cara yang dapat digunakan untuk mengenalkan buku pada anak yaitu dengan membantu semua anak menjadi pemilik buku. Atau dengan kata lain keluarga membeli buku dan mendukung kegiatan anak untuk giat membaca. (mar)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments