Home Pendidikan Buku “Badai Corona” Diluncurkan di Kanwil Kemenag DIY

Buku “Badai Corona” Diluncurkan di Kanwil Kemenag DIY

708
0
Kakanwil Kemenag DIY Drs H Edhi Gunawan, M.Pd.I (ketiga dari kiri) bersama lima penulis meluncurkan buku antologi "Kisah dan Opini Badai Corona" di ruang kerjanya, Jumat (28/8/2020) pagi. Foto: AG Irawan

BERNASNEWS.COM – Pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia, termasuk Indonesia, tidak menyurutkan sejumlah kalangan untuk terus aktif dalam kepenulisan. Hal inilah yang dilakukan sejumlah guru yang justru terinspirasi menulis pengalaman serta pendapatnya terkait Covid-19.

Lima penulis buku yang juga berprofesi sebagai guru madrasah mewakili penulis meluncurkan buku antologi “Kisah dan Opini Badai Corona” di ruang kerja Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag) DIY, Jumat (28/8/2020) pagi. Peluncuran buku yang dihadiri langsung oleh Kakanwil Kemenag DIY tersebut untuk memberi bukti bahwa giat literasi, khususnya penulisan buku, terus bertumbuh, meski di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Kakanwil Kemenag DIY Drs.Edhi Gunawan M.Pd.I, mengapresiasi aktivitas menulis yang terus bertumbuh di kalangan pendidik khususnya saat pandemi seperti saat ini. “Ini membuktikan bahwa guru-guru kita sangat kreatif dalam menyikapi setiap peristiwa. Harapannya para penulis buku ini juga ikut memotivasi guru yang lain agar mau menulis dengan beragam topik yang ada. Sehingga gerakan literasi kita kian bagus,” tutur Edhi.

Kakanwil DIY Drs H Edhi Gunawan M.Pd.I (kanan) memberikan apresiasi sekaligus motivasi serta arahan kepada para guru yang juga penulis agar mengajak guru yang lain untuk giat berliterasi, Jumat (28/8/2020). Foto: AG Irawan.

Buku antologi “Kisah dan Opini Badai Corona” yang ditulis oleh 25 penulis tersebut memiliki tebal 225 halaman. Diisi 25 sub judul dengan beragam sudut pandang terkait Covid-19. Salah satu penulis Dra. Purwati Idamaningsih yang juga guru di MA Masyithoh, Sleman mengungkapkan rasa bangganya bisa ikut terlibat dalam kepenulisan bersama penulis yang lain. “Senang rasanya bukunya bisa terbit. Ini sebagai bukti bahwa sejumlah guru disela aktivitas mengajarnya masih bisa menulis,” ujarnya.

Dalam acara peluncuran buku tersebut hadir pula sejumlah penulis lain yakni Supriyatin, S.Pd.I, M.Sc. (Ka MA Masyithoh, Sleman), Dra. Netty Indarti (MAN 5 Sleman), Purwanto (MA Darul Qur’an wal Irsyad, Wonosari, Gunung Kidul) serta salah satu editor buku Dra. Rr. Ayu Dewi Widowati (MTsN 1 Yogyakarta). Dengan pola penulisan buku bersama dalam bentuk antologi, setidaknya mampu meningkatkan minat menulis di sejumlah kalangan. “Karena untuk menjadi penulis solo memang perlu berlatih dan membutuhkan waktu khusus,” pungkas Ayu Dewi. (AG Irawan, penulis lepas tinggal di Jogja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here