Home News Bukan Klitih, Kapolsek Tegaskan Kejadian di Danurejan Murni Pengeroyokan

Bukan Klitih, Kapolsek Tegaskan Kejadian di Danurejan Murni Pengeroyokan

93
0
Pelaku pengeroyokan S (18) yang berperan sebagai joki diamankan di Mapolsek Danurejan. foto: Birgita

BERNASNEWS.COM – Polisi dengan tegas membantah bahwa kejadian yang menyebabkan seorang pemuda di Yogyakarta terluka adalah klitih. Kapolsek Danurejan Kompol Wiwik Hari Tulasmi mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi pada Sabtu (1/1/2022) lalu di wilayah Danurejan itu murni pengeroyokan.

“Kemarin beredar terjadi kasus klitih. Ini saya sangat menyangkal karena tidak sama sekali ada kasus klitih. Ini murni kasus pengeroyokan terjadi cekcok. Di ilmu kepolisian tidak ada istilah klitih, adanya kejahatan jalanan. Jadi yang telah dipublikasikan di media itu tidak ada muncul kasus klitih,” kata Wiwik dalam jumpa pers di Mapolsek Danurejan pada Senin (3/1/2022).

Wiwik membeberkan kejadian itu terjadi sekitar pukul 4.30 WIB dimana saat itu korban dengan rombongan berpapasan dengan pelaku dan sempat hampir bertabrakan. Salah satu rombongan pelaku meneriaki kata-kata kotor dan membuat korban berhenti.

Keduanya sempat terjadi cekcok hingga membuat rombongan korban melarikan diri. Pelaku melakukan pengejaran, dan kemudian melempar batu kepada korban. Rombongan korban berhasil lolos dan masih dikejar. Hingga kemudian di lokasi kejadian tepatnya di depan sekolah, korban dipepet dan dipukul dengan batu.

“Salah satu dari pelaku melempar batu mengenai korban ke arah punggung,” sebutnya.

Saat ini polisi telah menetapkan satu orang tersangka berinisial S (18) warga Bantul yang berperan sebagai joki atau yang mengendarai motor. Tersangka diamankan di rumahnya pada Selasa (2/1/2022) berdasarkan hasil penyelidikan dan berbekal rekaman CCTV.

Dari tangan pelaku, polisi menyita satu unit motor matic yang digunakan dalam aksi tersebut. namun saat disinggung soal sajam, polisi masih belum bisa memastikan.

Kanit Reskrim Polsek Danurejan Iptu Suranta mengatakan bahwa kini polisi selain menunggu hasil visum juga menunggu pelaku yang melakukan penyerangan itu tertangkap. Polisi kini masih memburu pelaku yang belum ditemukan itu.

“Kami belum berani menduga-duga karena hasil visumnya belum keluar. Kami harus menunggu hasil visum kemudian juga pelakunya harus tertangkap dan ditanyai barang apa yang dipakai,” katanya.

Sementara itu, S, joki dalam aksi itu membeberkan alasan terkait senjata yang banyak dipertanyakan dan diduga digunakan dalam aksi itu.

“Rencana mau ke salah satu tempat soalnya adik tersangka utama habis dipukuli di Keparakan,” katanya.

Meski demikian, pihaknya mengaku tak tahu saat rekannya itu menyabetkan senjata tajam ke punggung korban seperti yang ceritanya beredar di media sosial atau tidak.

“Kurang tahu kalau itu. Saya sebagai joki,” katanya.

Sebelumnya, seorang pemuda warga Danurejan yang masih berstatus sebagai pelajar menjadi korban dalam aksi pengeroyokan. Dalam kejadian itu, korban disebut mengalami luka pada bagian punggung dan sempat dibawa ke Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here