Home Opini Budaya Protokol Kesehatan

Budaya Protokol Kesehatan

59
0
Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta Foto : Dok pribadi

BERNASNEWS.COM – Pandemi Covid 19 nampaknya belum juga berakhir. Hal ini perlu diwaspadai oleh segenap lapisan masyarakat dimana pun berada. Perlu disadari oleh semua pihak bahwa pada 12 November 2021 bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Kesehatan Nasional.

Oleh sebab itu sebagai bangsa yang luhur kita harus mampu menciptakan kehidupan yang sehat dalam hidup sehari-hari, terutama menghadapi pandemi yang masih belum berakhir. Apa yang terjadi beberapa waktu lalu, dimana terjadi lonjakan kasus Covid 19 dan adanya klaster baru dari acara takziah di wilayah kKcamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. Hal ini kemudian berimbas ke wilayah Kabupaten Sleman.

Klaster baru terjadi karena ada yang mengabaikan mengikuti protokol kesehatan, sehingga terjadi lonjakan kasus yang cukup signifikan. Memang kadangkala masyarakat kurang menyadari bahwa apa yang dialukannya justru dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diharapkan bersama.

Terkait dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional kali ini yang masih dalam suasana pandemi, seluruh lapisan masyarakat wajib dan harus menyadari serta selalu melaksanakan apa yang menjadi anjuran dari pemerintah pusat maupun daerah masing-masing, terkait dengan pandemic Covid 19 ini, dengan tetap selalu menerapkan protokol kesehatan, yakni menerapkan unsur 5-M, yakni : Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, Menjaga jarak, Mengurangi mobilitas, dan Menjauhi kerumunan.

Apa yang terjadi seperti disebutkan di atas, adalah salah satu bukti adanya pelanggaran sehubungan dengan penerapan konsep 5-M ini, yang ujung-ujungnya justru mengakibatkan adanya lonjakan covid ini.

Budaya yang perlu dibangun

Memang banyak pihak yang menyebutkan, bagaimanapun juga pandemi Covid 19 harus kita hadapi dengan penuh ketegaran dan kesabaran, karena pandemi itu tetap ada dan tentu saja segera berubah menjadi suatu endemic, bahkan akan hilang dari muka bumi. Oleh sebab itu masyarakat tetap harus waspada dan jangan abaikan budaya protokol kesehatan yang kemudian dikenal dengan istilah 5-M seperti disebutkan di atas.

Perlu dipahami bahwa yang namanya budaya pada dasarnya merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia yang selalu harus dilestarikan dalam kehidupan itu sendiri, agar umat manusia dapat hidup secara selaras, serasi, dan seimbang. Tentu saja dalam menghadapi pandemi yang satu ini kita tidak boleh ceroboh dengan melakukan pelanggaran terhadap budaya protokol kesehatan yang telah digaungkan oleh berbagai pihak, terutama pihak pemerintah baik pusat maupun daerah, yang kesemuanya itu ditujukan guna menangkal dan menepis virus ini.

Budaya itu sendiri kemudian menjadi suatu kebutuhan mendasar bagi kita sebagai manusia, bukan saja hanya merupakan suatu kewajiban. Sebab kalau hanya merupakan suatu kewajiban, bisa saja hal itu kemudian tidak kita laksanakan, yang dapat menjadi suatu boomerang bagi kehidupan manusia di sat ini ketika pandemi Covid 19 masih menghantui.

Namun kalau hal itu menjadi suatu kebutuhan kita, maka tidak bisa tidak kita selalu akan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, demi kelangsungan hidup umat manusia. Maka marilah bersama kita selalu mematuhi protokol kesehatan tersebut dan menjalankan sebagai suatu kebutuhan yang perlu kita bangun di dunia ini, dengan harapan lebih lanjut kita tetap diberikan kesehatan yang prima dalam upaya menangkal Covid 19 ini.

Semoga dengan upaya tersebut dengan menciptakan dan menerapkan protokol kesehatan sebagai suatu budaya umat manusia, kita bisa terhindar dari serangan Covid 19 ini, dan mampu melaluinya dengan suka cita, karena apapun alasannya, pandemi Covid 19 ini harus mampu kita enyahkan dari muka bumi. Maka sekali lagi marilah kita gaungkan protokol kesehatan sebagai suatu budaya umat manusia, terutama dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional ini. Semoga. (Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here