Home Opini Bravo Guru Garda Terdepan Pendidikan

Bravo Guru Garda Terdepan Pendidikan

370
0
Ir Laeli Sugiyono MSi, Statistisi Madya pada BPS Provinsi Jawa Tengah Foto : Dok pribadi

BERNASNEWS.COM- Selamat Hari Guru Nasional 25 November. Guru, kamu adalah insan garda terdepan pembentuk karakter bangsa melalui proses pendidikan baik formal maupun non-formal. Tanpa jasamu kami bukanlah apa-apa, insan yang tak melek huruf, insan terbelakang.

Tetapi dengan pendidikan darimu kami jadi berkualitas yang unggul siap menyongsong masa depan yang gemilang. Pendidikan yang kamu berikan pada kami juga menjadi ujung tombak perubahan yang terus berinovasi pada saat ini ataupun masa mendatang.

Yang dimaksud dengan pendidikan di sini adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan: proses, cara, perbuatan mendidik.

Atas dasar itu, bravo guru karena engkau insan tauladan yang berhak diapresiasi, apresiasi ini bukan karena engkau orang hebat, tetapi lebih dari itu karena engkau telah menghasilkan banyak orang-orang hebat. Sejak manusia lahir tak mengenal apa apa, dengan tanpa pamrih kau ajarkan anak anak didik mengenalkan huruf dan angka sehingga dengan penguasaan aksara kami bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi kami berpeluang memperluas pilihan pilihan untuk berumur panjang dan hidup sehat dan untuk memiliki akses terhadap sumber-sumber kubutuhan agar dapat hidup secara layak.

Guru engkau adalah sumber inspirasi pembangunan manusia. Dewasa ini, pembangunan manusia telah dijadikan sebagai tujuan utama pembangunan, karena pada dasarnya manusia adalah kekayaan bangsa yang sesungguhnya, sehingga tujuan dari pembangunan harus memberikan manfaat sebesar besarnya bagi masyarakat.

Keberhasilan sumbangsih guru dalam meletakan dasar pendidikan ini bisa diukur dengan indikator harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah. Semakin tinggi nilai dari kedua indikator ini memberikan makna semakin berhasil tugas mulia dari guru. Ternyata kedua indikator ini juga menjadi pilar utama dimensi pendidikan yang menjadi salah satu alat ukur kualitas sumber daya manusia, di samping ukuran dimensi berumur panjang dan hidup sehat dan dimensi hidup layak. Dari ketiga dimensi ini dilebur menjadi satu kesatuan yang dinamakan dengan indeks pembangunan manusia.

Secara spesifik rata-rata lama sekolah (RLS) didefinisikan sebagai jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk dalam menjalani pendidikan formal. Sedangkan harapan lama sekolah (HLS) didefinisikan sebagai lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang.

Saat ini kondisi tahun 2019 penduduk Indonesia yang  berusia  25  tahun  ke  atas  rata-rata  sudah  menjalani  pendidikan  selama  8-9  tahun  sekolah  atau  telah  menyelesaikan  kelas  VIII.  Selain itu, penduduk dengan usia 7 tahun yang mulai bersekolah diperkirakan dapat menjalani pendidikan hingga 12,95 tahun atau setara dengan kelas XII atau tamat jenjang pendidikan menengah.

Berdasarkan laporan pembangunan manusia (human development report (HDR)), indeks pembangunan manusia (human development indexes (HDI)) internasional antara lain diwakili oleh dimensi pendidikan hanya diukur dengan indikator harapan lama sekolah saja. Saat ini HDI Indonesia tercatat sebesar 0,707 menempati urutan ke 111.

Jika merujuk hanya pada dimensi pendidikan saja, status dimensi ini di kawasan Asean tidak buruk buruk amat bahkan berada pada level ke-5. Harapan lama sekolah Singapura 16,30 tahun. Malaysia (16,40), Thailand (14,70),), Brunei Darussalam (14,40), Indonesia (12,95), Philipina (12,70, Vietnam (12,70), Timor Leste (12,40), Kambodia (11,30), Laos (11,10), dan Myanmar (10,30). Bandingkan dengan negara maju di tingkat Asia, yaitu Saudi Arabia (17,0), Korea Selatan (16,40), Jepang (15,20), Uni Emirat Arab (13,60), dan India (12,30). Negara terdepan seperti: Inggris (17,40), Jerman (17,10), Amerika Serikat (16,30), dan Rusia (15,50).

Status dimensi pandidikan Indonesia di kawasan Asia ataupun internasional, memberikan indikasi bahwa kualitas sumberdaya manusia Indonesia masih bisa dibanggakan, meskipun masih perlu ditingkatkan paling tidak menjadi terdepan di kawasan Asean wallahu alam bisawab. (Ir Laeli Sugiyono MSi, Statistisi Ahli Madya pada BPS Provinsi Jawa Tengah, email: [email protected] WA: 085215612845)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here