Home News BPBD Bekali Tim Tanggap Bencana Rayon Gunungkidul

BPBD Bekali Tim Tanggap Bencana Rayon Gunungkidul

294
0
Agus Wibawa Aifiyanto, Seksi Pencegahan Kebencanaan BPBD Gunungkidul, saat berbicara dalam pelatihan dasar kebencanaan di Aula Ignasius Loyola, kompleks gereja Paroki Petrus Kanisius, Wonosari, Kamis (5/3/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Keuskupan Agung Semarang (KAS) melalui Yayasan Karina membantu tenaga relawan untuk kesiapsiagaan Pemkab Gunungkidul. Tercatat ada 35 personil terwadahi dalam Tim Tanggap Bencana Rayon Gunungkidul untuk melayani masyarakat luas menjadi mitra dengan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gunungkidul.

Kerja sama gereja Katolik Rayon Gunungkidul dengan Pemkab Gunungkidul ditandai dengan komitmen saling menjalin kerjasama sinergis untuk kesiapsiagaan penanganan kebencanaan dan pengurangan resiko bencana.

“Kami menyambut baik adanya relawan kebencanaan yang muncul secara mandiri seperti ini. Ini salah satu wujud kesadaran masyarakat untuk mulai memahami pentingnya pengurangan resiko bencana,” kata Agus Wibawa Aifiyanto, Seksi Pencegahan Kebencanaan BPBD Gunungkidul, dalam pelatihan dasar kebencanaan di Aula Ignasius Loyola, kompleks gereja Paroki Petrus Kanisius, Wonosari, Kamis (5/3/2020).

Pelatihan dasar tanggap bencana di Aula Ignasius Loyola, kompleks gereja Paroki Petrus Kanisius, Wonosari, Kamis (5/3/2020). Foto : Istimewa

Agus berharap bertambahnya komunitas relawan peduli kebencanaan untuk Gunungkidul ini akan semakin mewujudkan kesiapan Gunungkidul dalam gerak penanganan kebencanaan kedepan akan semakin terpadu dan tangguh.

Ia mengaku, selama ini memamg sudah ada komunitas relawan yang bersinergis kerja kemanusiaan bersama BPBD Gunungkidul. Akan tetapi, masih banyak kebutuhan sumber daya manusia yang lebih beragam ketrampilan dari relawan, mulai dari urusan posko dapur umum, evakuasi korban, hingga media komunikasi dan teknologi informasi. Menurutnya, relawan untuk kebutuhan konseling untuk tahap pemulihan traumatik korban bencana saat ini masih sangat minim.

“Semoga kehadiran relawan Karina Rayon Gunungkidul ini nanti juga bisa menjawab kebutuhan pemulihan pasca bencana untuk korban yang memang minim kita miliki,” ujar Agus dalam rilis yang diterima Bernasnews.com, Kamis (5/3/2020).

Suasana pelatihan dasar tanggap bencana di Aula Ignasius Loyola, kompleks gereja Paroki Petrus Kanisius, Wonosari, Kamis (5/3/2020). Foto : Istimewa

Dengan menghadirkan relawan dalam kerja Tim Reaksi Cepat (TRC) diwakili Surisyanto, BPBD Gunungkidul berkesempatan ikut membekali pengetahuan kebencanaan relawan yang baru terbentuk 2019 lali. Materi dari mulai bab regulasi hukum dan peraturan, hak dan kewajiban relawan, pola komunikasi relawan dengan Pemkab, hingga karakteristik dan peta bencana daerah disampaikan untuk menambah kapastas ketrampilan relawan dari tiga paroki di Kabupaten Gunungkidul yakni Paroki Santo Petrus Pulus Kelor, Paroki Santo Yusuf Bandung, dan Paroki Santo Petrus Kanisius Wonosari.

Direktur Karina KAS, Romo Martinus Sutomo Pr, mengatakan, Karina berada di setiap Keuskupan yang spesifik bergerak melayani bidang kebencanaan di tengah masyarakat. Dalam gerak pelayananan kebencanaan dibutuhkan kerja sama sinergis dengan pemerintah baik kabupatem, kota maupun level provinsi.

Pastor yang akrab dipanggil Romo Tomo ini menegaskan kerja relawan kebencanaan tidak hanya menunggu adanya bencana datang, apalagi kejadian tersebut tidak diharapkan oleh semua pihak. Akan tetapi, penyadaran masyarakat sejak dini sebagai program pengurangan resiko yang harus dillakukan sedini mungkin menyasar semua elemen masyarakat dari usia anak-anak, remaja, orang muda hingga orang tua melalui edukasi dan sosialiasi.

Pihaknya akan terus menggandeng BPBD Gunungkidul serta komunitas relawan yang lain untuk bekerja sama membekali ketrampilan relawan rayon yang dirintisnya secara bertahap agar nanti bisa membantu tugas kemanusiaan untuk masyarakat di Gunungkidul. Di Keuskupan Agung Semarang, Yayasan Karina KAS telah merintis berdirinya empat kelompok relawan yakni Relawan Lingkar Merapi, Relawan Kevikepan Surakarta, Relawan Kevikepan Semarang, dan Tim Tanggap Bencana Rayon Gunungkidul.

Aloysius Danang Mujiantoro selaku koordinator, menambahkan, selama berdiri 1 tahun relawan rayon berkiprah telah memulai layanan kebencanaan mencakup bencana krisis air bersih tahun 2019. Terdapat sekitar 500 tanki air bersih telah disalurkan untuk masyarakat Gunungkidul di puluhan desa di kecamatan Panggang, Gedangsari, Rongkop, Tepus, Ponjong, Karangmojo.

Beberapa romo dari tiga paroki ikut hadir mengikuti kegiatan bersama BPBD Gunungkidul diantaranya pastor Romo JB Clay Pariera SJ, Romo Andri Pr, Romo Cahyo Handoko Pr dan Frater Arif. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here