Home News BNNK Bantul Gelar Workshop: Menuju Kabupaten Bantul TANGGAP Ancaman Narkoba

BNNK Bantul Gelar Workshop: Menuju Kabupaten Bantul TANGGAP Ancaman Narkoba

76
0
Kepala BNNK Bantul Arfin Munajah, SE,MM (kiri) saat menyampaikan sambutan dalam Workshop Penguatan Kapasitas P4GN kepada Insan Media, Kamis (28/10/2021). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

BERNASNEWS.COM — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bantul menyelenggarakan kegiatan Workshop Penguatan Kapasitas P4GN kepada Insan Media, Kamis (28/10/2021), di Hotel Pandanaran, Jalan Prawirotaman, Yogyakarta.

Kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dengan tema ‘Menuju Kabupaten Bantul TANGGAP Ancaman Narkoba’ diikuti oleh lebih dari 20 wartawan media cetak dan elektronik antara lain, televisi, radio, serta media online.

Menghadirkan tiga nara sumber yaitu, Bupati Bantul yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Bantul Drs. Helmi Jhamaris, MM, Kepala BNNK Bantul Arfin Munajah, SE,MM, Pemimpin Redaksi Tribun Jogja Ribut Raharjo dan Arif Darmawan dari Dinas Komunikasi dan Informatikan Kabupaten Bantul.

Kepala BNNK Bantul Arfin Munajah dalam sambutannya mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk menginisiasi insan media agar memiliki komitmen untuk ikut berperan serta melaksanakan program P4GN di lembaganya masing-masing.

Sekda Kabupaten Bantul Drs. Helmi Jhamaris, MM, mewakili Bupati Bantul yang berhalangan hadir dalam penyampaian materi workshop yang digelar BNNK Bantul, Kamis (28/10/2021). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

“Mengutip data dari BNN Republik Indonesia (Pusat), bahwa secara nasional DIY berada pada peringkat ke 5, berdasar pravelensi usia pemakai antara 17-19 tahun. Oleh karena itu, kita perlu bersama-sama dalam melakukan P4GN untuk menjadikan Bantul Bersinar atau bersih narkoba,” ucap Arfin.

Selain itu, Arfin Munajah juga memaparkan permasalahan narkoba di Kabupaten Bantul, termasuk menyampaikan adanya pabrik illegal obat keras daftar G yang belum lama ini digrebeg oleh petugas. Juga statusnya lembaga pemasyarakatan (lapas) Pajangan, Bantul yang telah masuk dalam kategori lapas bersih narkoba (bersinar).

Sementara itu, Ribut Raharjo dalam paparannya menyampaikan peran media yang strategis namun dalam mengemas pemberitaan tidak ada unsur edukasinya dan tidak jauh berbeda dengan media sosial yang telah meviralkan, bahkan penyajian berita akan meningkat apabila kasus narkoba pelakunya merupakan artis atau bandar besar.

“Sehingga ke depan media dalam bersinergi dengan BNNK Bantul selain memberitakan kasus-kasus penangkapan atau pengungangkapan kejahatan narkoba namun juga bisa memberitakan pada sisi-sisi yang lain yang bersifat humanis,” ujar Ribut.

Dalam kesempatan itu, Sekda Bantul Helmi Jhamaris menyoal pada kebijakan P4GN dalam mewujudkan Kabupaten Bantul tanggap bencana narkoba, serta belum adanya peraturan daerah (perda) sebagai payung hukum untuk implementasi. Helmi juga menyampaikan bahwa variable kotan yang paling penting adalah keluarga.

Kegiatan workshop tersebut ditutup dengan penyampaian materi dari Dinas Komunikasi dan Informatikan Kabupaten Bantul yang memaparkan soal tanggung jawab moral dalam persoalan P4GN serta pelaksanaan strategi komunikasi dalam menyampaik program-program kepada masyarakat. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here