Home Opini Bisnis Butuh Manajemen Waktu dan Relasi yang Baik

Bisnis Butuh Manajemen Waktu dan Relasi yang Baik

139
0
Z Bambang Darmadi, Lektor Kepala/ Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta

BERNASNEWS.COM – PADA dasarnya suatu kegiatan bisnis apapun dapat segera tumbuh dengan baik, karena adanya aspek manajemen waktu yang baik dan benar. The Liang Gie pernah berucap bahwa manajer yang tidak sukses mengeluh karena kekurangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan, sedangkan manajer yang sukses merasa kekurangan pekerjaan untuk menghabiskan waktu.

Orang-orang yang sangat sibuk senantiasa mempunyai waktu untuk melakukan segala apa-apa. Sedangkan menurut Ernest Dimnet, orang-orang dengan waktu terluang yang sangat banyak mempunyai waktu untuk tidak melakukan apa-apa.

Ungkapan tersebut di atas menggambarkan bahwa pelaku bisnis yang sukses pasti mampu untuk mengatur waktunya dengan baik. Oleh karenanya belajar menggunakan waktu merupakan suatu keterampilan perolehan yang berharga, ketrampilan yang memberikan keuntungan tidak hanya dalam bidang studi, bekerja, melainkan juga memberikan keuntungan sepanjang hidup. Sebab sesungguhnya kemampuan menggunakan waktu secara efisien dapat merupakan salah satu prestasi terpenting dari seluruh hidup anda.

Pelaku bisnis  tentu sangat erat berhubungan dengan aspek man, money, material, machine, method, market, social media and technology information. Dengan demikian, waktu untuk me-manage aspek-aspek tersebut tidaklah mudah. Maka dalam menghadapi tekanan waktu yang begitu cepat berubah, maka perlu berbagai prinsip.

Pertama, meningkatkan output, karena waktu kerja bertalian erat dengan hasil kerja. Bila seorang pimpinan atau manajer dapat meningkatkan output-nya, ini berarti ia mempunyai waktu yang lebih banyak. Kedua, adalah prinsip penyempurnaan teknik. Untuk dapat memegang dan mempertahankan posisi kepemimpinan, seorang manajer harus menyisihkan sebagian waktunya setiap hari untuk mengembangkan diri.

Suatu kebiasaan bekerja yang kurang efektif dalam hubungannya dengan penggunaan waktu adalah tidak menyediakan jatah waktu tertentu bagi setiap tugas. Banyak manajer atau pimpinan bekerja setiap waktu saja tanpa gambaran dan perincian berapa lama sebaiknya sesuatu jenis pekerjaan dari sekian banyak macam diberi jatah waktu. Akibatnya, mungkin ada suatu tugas paling pokok agak diabaikan, ada suatu urusan penting lainnya yang sama sekali terlupakan dan ada serangkaian pekerjaan rutin kurang penting yang menyita seluruh waktu kerjanya setiap hari. Akhirnya tak banyak hasil kerja penting yang dapat dicapai.

Lebih-lebih kegiatan bisnis di masa pandemi yang belum berakhir ini diperlukan konsep relantioship yang luas dan baik dengan pihak manapun. Menurut Kamsia (2017), kesenjangan-kesenjangan yang timbul akibat buruknya relationship akan memberikan dampak yang sangat fatal ke organisasi, baik secara internal apalagi eksternal. Imbasnya tidak hanya sebatas kepada kinerja lagi, tapi dapat berdampak pada  hal-hal yang paling krusial, seperti dalam hal pengambilan keputusan.

Efek yang lebih membahayakan dari sebuah relationship yang buruk di sebuah organisasi adalah ketika ada pihak ketiga yang ikut terlibat secara langsung dan berada di dalam sebuah ruang lingkup operasional sehari hari. Misalnya dalam sebuah perusahaan jasa, tentunya salah satu aspek yang ingin dicapai oleh organisasi tersebut adalah customer satisfaction.

Namun hal tersebut dapat menjadi relatif tidak mudah mewujudkannya, karena adanya ketidak harmonisan, relasi yang ada di dalam ruang lingkup itu sendiri dan akhirnya  pihak yang akan dirugikan adalah di pihak ketiga (client). Jika sudah berbicara tentang pihak ketiga, apalagi menyangkut hal pengambilan keputusan, dalam hal ini yang dipertaruhkan adalah reputasi sebuah organisasi.

Sebuah reputasi menjadi sangat mahal harganya karena merupakan sebuah hal yang tidak didapat dengan menciptakannya secara instan namun reputasi itu terbentuk dengan sendirinya melalui sebuah proses dan menjadi keynote atau identitas yang bisa dengan sangat mudah dilupakan hanya karena sebuah alasan yang mungkin dianggap mudah (jawa: remeh), yaitu relationship.

Oleh karenanya marilah kita kelola waktu dengan cerdik, dan bangunlah kegiatan relationship seluas mungkin,  karena apabila kita terlambat dalam hitungan detik saja,  maka palanggan dan mitra kerja  akan kecewa, terlebih para pesaing akan masuk lebih cepat menerobos bisnis kita. (Z Bambang Darmadi, Lektor Kepala/ Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here