Home News Bincang Santai Pulihkan Pariwisata Jogja: “Aksesbilitas Malioboro dan Lesehan Waterless”

Bincang Santai Pulihkan Pariwisata Jogja: “Aksesbilitas Malioboro dan Lesehan Waterless”

69
0
Acara Bincang Santai, dengan tema ‘Pulihkan Pariwisata Jogja’, Senin (11/10/2021) malam, di Lesehan Borobudur, Jalan Malioboro, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 oleh pemerintah dan telah dibukanya kran kebijakan berwisata ke Jogja. Ada satu pengharapan dari pelaku usaha lesehan di kawasan Malioboro, yaitu agar selama recoveri, pemberlakuan larangan kendaraan melintasi Malioboro pada sore hari ditiadakan dahulu.

Hal itu terungkap dalam acara Bincang Santai, dengan tema ‘Pulihkan Pariwisata Jogja’, Senin (11/10/2021) malam, di Lesehan Borobudur, Jalan Malioboro, Yogyakarta. Acara ini diinisiasi oleh Desio Hartonowati selaku Owner Lesehan Borobudur yang juga sebagai Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro.

Desio Hartonowati (kanan) selaku Owner Lesehan Borobudur yang juga sebagai Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro saat bincang-bincang dengan Director and Founder Cornellia & Co Dr. Ayu Helena Cornelia, BA, MSi (tengah) dalam acara Bincang Santai, dengan tema ‘Pulihkan Pariwisata Jogja’, Senin (11/10/2021) malam. Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Acara yang didukung Cornellia & Co sebuah lembaga konsultan marketing dan public relations ini, juga dihadiri Ketua Presidium Paguyuban PKL Malioboro Sujarwo, Director and Founder Cornellia & Co Dr. Ayu Helena Cornelia, BA, MSi, beserta staf dan beberapa awak media di Yogyakarta.

“Selama recoveri ini berharap untuk lalulintas Malioboro pada sore dan malam tetap dibuka agar memberi kesempatan pada pengunjung. Setelah pulih dan normal kembali silakan untuk ditutup lagi sebagai pendestrian,” ujar Desi, penuh harap.

Dikatakan, bahwa selama recoveri atau adanya kebijakan usaha lesehan Malioboro diperbolehkan untuk buka, hanya ramai setiap weekend atau hari libur saja. “Sementara untuk hari-hari biasa pengunjung atau pembeli lesehan masih sepi, tidak seperti sebelum terjadi pandemi,” terang Desi.

Ketua Presidium Paguyuban PKL Malioboro Sujarwo (kanan) saat menemani dan ikut Bincang Santai, dengan tema ‘Pulihkan Pariwisata Jogja’, Senin (11/10/2021) malam, di Lesehan Borobudur, Jalan Malioboro, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Sementara itu, Sujarwo menambahkan, bahwa aksesbilitas yang menuju kawasan Malioboro oleh teman-teman pedagang lesehan kebijakan dapat dilonggarkan sampai kondisi pulih kembali. “Karena itu menyulitkan wisatawan untuk datang. Wisatawan kita ini sebenarnya kan malas jalan,” ujarnya.

Ketua Presidium Paguyuban PKL Malioboro juga memberikan apresiasi pada lesehan Borobudur yang telah menerapkan prokes dalam menyajikan kulinernya, dengan memakai gelas minum dan tempat makan sekali pakai. Juga penyediaan handsantizer serta tisu basah. “Waterless seperti yang lakukan Bu Desi bisa menjadi contoh, salah satu cara menjaga kebersihan kawasan Malioboro,” pungkas Sujarwo. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here