Home Pendidikan Bimas Katolik Kantor Kemenag Sleman Jalin Kerjasama Meningkatkan Dunia Pendidikan

Bimas Katolik Kantor Kemenag Sleman Jalin Kerjasama Meningkatkan Dunia Pendidikan

236
0
Suasana pertemuan Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Slemandengan Komisi Kateketik Kevikepan DIY Timur, Komisi Pendidikan Kevikepan DIY Barat dan Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma di Pendopo Gereja Santo Alfonsus de Liguori, Gemawang, Nandan, Sleman pada Jumat (7/5/2021). Foto : kiriman CB Ismulyadi

BERNASNEWS.COM – Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sleman menjalin kerjasama dengan Komisi Kateketik Kevikepan DIY Timur, Komisi Pendidikan Kevikepan DIY Barat dan Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma.

Kerjasama yang diwujudkan dalam pertemuan di Pendopo Gereja Santo Alfonsus de Liguori, Gemawang, Nandan, Sleman pada Jumat (7/5/2021) itu untuk melaksanakan program pendampingan bagi para guru tidak tetap pendidikan agama Katolik non linear

“Kerjasama ini untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan agama pada satuan pendidikan umum dan pendidikan keagamaan dan ini menjadi salah satu misi Bimas Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia. Poin tersebut juga menjadi acuan pelaksanaan layanan bagi Bimas Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman, terutama bagi tersedianya tenaga pendidik atau guru Pendidikan Agama Katolik yang memadai dan kompeten,” kata CB Ismulyadi, Penyelenggara Bimas Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman, dalam rilis yang dikirim kepada Benasnews.com pada Sabtu 8 Mei 2021.

Suasana pertemuan Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Slemandengan Komisi Kateketik Kevikepan DIY Timur, Komisi Pendidikan Kevikepan DIY Barat dan Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma di Pendopo Gereja Santo Alfonsus de Liguori, Gemawang, Nandan, Sleman pada Jumat (7/5/2021). Foto : kiriman CB Ismulyadi

Menurut Ismulyadi, dalam kenyataannya, dari data yang diperoleh menunjukkan beberapa guru Pendidikan Agama Katolik berstatus PNS Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman maupun PNS Kementerian Agama tiap tahun memasuki masa pensiun. Sehingga proses pendidikan dan pengajaran Pendidikan Agama Katolik pada akhirnya harus tetap dilaksanakan dengan melibatkan para guru tidak tetap (GTT) Pendidikan Agama Katolik.

“Dalam rangka membekali para guru tidak tetap tersebut, kami dari Bimas Katolik Kabupaten Sleman menjalin kerjasama dengan Gereja Katolik, secara khusus Komisi Kateketik Kevikepan DIY Timur dan Komisi Pendidikan Kevikepan DIY Barat dan Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma. Kursus ini untuk membekali para GTT dengan metodologi pengajaran, materi pembelajaran dan praktik pendampinga kepada siswa,” kata CB Ismulyadi.

Hal ini ditanggapi positif oleh Pastor Antonius Dodit Haryono Pr (Ketua Komisi Kateketik Kevikepan DIY Timur). “Puji Tuhan, akhirnya dalam pertemuan kesekian kalinya, bersama Komisi Kateketik kevikepan Yogyakarta Timur dan Komisi Pendidikan kevikepan Yogyakarta Barat dan Bimas Katolik Kankemenag Kabupten Sleman membuahkan titik terang,” katanya. 

Sementara itu, melalui Pastor Dr Francis Purwanto SCJ., Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma siap membantu para GTT agama Katolik non linear dalam pelaksanaan kursus materi-materi yang memperkaya pengetahuan mereka. “Terima kasih kepada fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma yang telah menanggapi keinginan kami. Kegiatan ini terlebih dahulu akan dilaksanakan di Kabupaten Sleman,” ujar Pastor Dodit.

Sementara menurut Pastor Yoseph Nugroho Tri Sumartono Pr, Ketua Komisi Kateketik Kevikepan DIY Barat, Penyelenggara pendidikan Katolik yang baik adalah kerjasama dari sebanyak mungkin pihak. Dimulai dari Komdik, Komkat, Bimas, dan para GTT, semoga pendidikan tersedia sebagai wahana penyemaian adab kasih bagi Gereja dan Bangsa.

Sedangkan Pastor Dr FA Purwanto SCJ, Dosen Teologi Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma, juga menyambut baik kerjasama dan rencana kegiatan ini.

“Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma mempunyai kewajiban untuk mendampingi masyarakat, secara khusus bagi para guru dalam berbagai bentuk, misalnya extension course. Dengan cara demikian, fakultas dapat membangun masyarakat yang beradab dan bermartabat melalui penerapan ilmu dan pelayanan dalam bidang rohani dan kemasyarakatan, terutama pengembangan sumberdaya manusia, dan memperluas kerjasama, kolaborasi dan jejaring dengan banyak pihak,” tutur Pastor FA Purwanto SCJ.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada penyelengara Bimas Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman, para pengawas pendidikan agama Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman, dan hierarki Gereja Katolik yang telah berusaha untuk memperhatikan  para guru tidak tetap dalam membekali dan mengembangkan diri terutama untuk menambah wawasan ikut serta ambil bagian dalam pewartaan. Semoga apa yang dibicarakan, direncanakan dan nantinya dilaksanakan dapat menjawab permasalahan di sekolah baik sistemik ataupun pengembangan pendampingan iman anak,” kata Sasongko, salah satu guru di Kecamatan Ngaglik, Sleman.

Hadir juga dalam pertemuan ini, Bernadetha Sutriyati (Pengawas Pendidikan Agama Katolik tingkat dasar) dan Rosalia Sri Purwaningrum (pengawas Pendidikan Agama Katolik tingkat Menengah) dari Kankemenag Kabupaten Sleman. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here