Home News Biaya Tes RT-PCR di Jawa-Bali Rp 275.000, di Luar Jawa-Bali Rp 300.000

Biaya Tes RT-PCR di Jawa-Bali Rp 275.000, di Luar Jawa-Bali Rp 300.000

78
0
Ilustrasi corona virus. Foto: pixabay

BERNASNEWS.COM – Kementerian Kesehatan RI menetapkan batas tertinggi tarif biaya tes RT-PCR (Reverse Transcription Polymerse Chain Reaction) di Pulau Jawa dan Bali sebesar Rp 275.000 dan di luar Pulau Jawa-Bali sebesar Rp 300.000. Tarif yang berlaku mulai 27 Oktober 2021 tersebut berlaku bagi masyarakat yang melakukan pemeriksaan RT-PCR atas permintaan sendiri atau mandiri.

Dalam surat edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehataan Kementerian Kesehatan, tertanggal 27 Oktober 2021, disebutkan bahwa pertama, batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR termasuk pengambilan swab adalah untuk pemeriksaan RT-PCR di pulau Jawa dan Bali sebesar Rp 275 ribu dan di luar Jawa Bali Rp 300 ribu.

Kedua, batas tarif tertinggi sebagaimana dimaksud pada angka 1 berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan RT-PCR atas permintaan sendiri atau mandiri. Ketiga, batas tarif tertinggi sebagaimana dimaksud pada angka satu tidak berlaku untuk kegiatan penelusuran kontak atau kontak tracing atau rujukan kasus Covid-19 ke rumah sakit yang penyelenggaraannya mendapatkan bantuan pemeriksaan RT-PCR dari pemerintah atau merupakan bagian dari penjaminan pembiayaan pasien Covid-19.

Keempat, Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan pelaksanaan batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan rt-pcr berdasarkan kewenangan masing-masing dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kelima, pemerintah akan melakukan evaluasi secara periodik terhadap ketentuan batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan rt-pcr dalam surat edaran ini. Keenam, dDengan berlakunya sudah edaran ini maka surat edaran direktur jenderal pelayanan kesehatan nomor HK.02.02/1/2845/2021 tentang batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan pemeriksaan RT-PCR dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Menurut Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir, metode pemeriksaan RT-PCR merupakan salah satu jenis metode Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) yang saat ini dipergunakan oleh rumah sakit, laboratorium dan fasilitas lain yang ditetapkan oleh menteri sebagai standar utama konfirmasi diagnosis Covid-19.

Pemberlakuan tes RT-PCR dimaksudkan dalam rangka meningkatkan pengujian atau testing kasus Covid-19 sebagi bagian dari kegiatan memutus mata rantai penularan Covid-19. Pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR yang telah ditetapkan dalam surat edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK. 02.02/I/2845/2021.

Hasil evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah ditetapkan sebagai standar tarif pemeriksaan RT-PCR dengan mempertimbangkan komponen jasa pelayanan, komponen bahan habis pakai dan reagen, komponen biaya administrasi, dan komponen biaya lainnya. “Standar tarif pemeriksaan RT-PCR ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi seluruh pihak terkait yang membutuhkan pemeriksaan RT PCR,” tulis Abdul Kadir yang dikutip Bernasnews.com dalam Surat Edaran Nomor HK.0202/I/3843/2021, tertanggal 27 Oktober 2021. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here