Home News Bhabinkamtibmas Polsek Kraton: Mudik Bukan Perbuatan Pidana

Bhabinkamtibmas Polsek Kraton: Mudik Bukan Perbuatan Pidana

338
0
Pengurus dan perangkat Kampung Suryoputran foto bersama Bhabinkamtibmas Polsek Kraton usai rakor antisipasi kedatangan pemudik, Kamis (23/4/2020), di Balai Kampung Suryoputran, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Sebagai langkah antisipasi pemudik yang masuk ke wilayah Kampung Suryoputran dan menindaklanjuti larangan mudik mulai tanggal 24 April 2020 oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pengurus Kampung dan Pengurus RW/ RT se Kampung Suryoputran menggelar rapat koordinasi bersama Bhabinkamtibmas Polsek Kraton, Kamis (23/4/2020) malam, di Balai Kampung Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta.

Dari kiri ke kanan, Kanit Bhabinkamtibmas Polsek Kraton, Aiptu Sunaryanto, Ketua Kampung (RK) H. Bandrio Utomo, SE, dan Sekretaris Kampung, Eka Purwanta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Ketua Kampung Suryoputran H. Bandrio Utomo, SE, menjelaskan, bahwa rapat koordinasi atau lebih tepat pertemuan antar perangkat kampung ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan-kegiatan sebelumnya terkait pandemik Covid-19 (Corona), seperti penyemprotan disinfektan mandiri, serta kegiatan pemuda berupa pemberian handsanitizer dan sabun cair gratis bagi warga Suryoputran.

“Rapat koordinasi kali ini, pembahasan surat edaran untuk warga dan pembentukan satuan tugas (satgas) antisipasi pemudik yang datang ke Kampung Suryoputran. Agar kita semua tidak salah langkah, maka kami hadirkan Bhabinkamtibmas Polsek Kraton supaya dapat memberikan pencerahan lebih lanjut,” terang Bandrio.

Kanit Bhabinkamtibmas Polsek Kraton, Aiptu Sunaryanto mewakili Kapolsek Kraton sangat mengaprisiasi kegiatan pengurus dan perangkat Kampung Suryoputran yang sudah melakukan rencana antisipasi pemudik lebih dahulu. “Panjenengan adalah orang-orang hebat, rapat koordinasi semacam ini harusnya dilakukan oleh forum komunikasi tingkat kecamatan bersama kapolsek, danramil, dan puskesmas,” ungkap Sunaryanto.

Lebih lanjut Sunaryanto menjelaskan, bahwa rencana pembuatan surat kesepakatan warga dalam penanganan pemudik dan dalam pembentukan satgas hendaknya dipilih tokoh-tokoh kampung yang cukup disegani, bisa berkomunikasi dengan baik dan bijaksana.

“Di saat kita telah berupaya melakukan pemberantasan virus, tapi ada pemudik yang datang memang merepotkan. Selain kita tidak bisa menolak dan mempidanakannya, tapi kita juga keberatan atas kehadiran pemudik. Kita tidak boleh emosi dalam penanganan, harus bijaksana, dan tidak mudah terprovokasi. Juga jangan lupa tingkatkan kamtibmas,” tegasnya.

Peserta rapat koordinasi antisipasi pemudik di Kampung Suryoputran. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Sementara tokoh kampung yang juga Ketua RT 26 Suryoputran, Imam Karneini menyampaikan pendapat, bahwa persoalan pemudik dan pandemik Covid-19 ini sebelumnya Ngarsodalem (gubernur, red) dan Walikota Yogyakarta telah menyampaikan hal itu. Dan ditambah Presiden RI juga telah melarang untuk mudik. “Tentunya warga kita harusnya semakin paham. Toh hanya untuk mudik kali ini saja demi kebaikan bersama,” ujar Imam.

Hal senada juga disampaikan oleh Marsi, satu-satunya peserta wanita yang hadir dari RW 09 Suryoputran ini, mengatakan, agar pengurus dan perangkat kampung lebih fokus untuk antisipasi pemudik yang masuk ke Wilayah Kampung Suryoputran dengan segera membentuk satgas dan surat kesepakatan bersama guna melangkah lebih lanjut.

“ Masalahnya kita akan berhadapan dengan warga yang suka ngeyel. Saya bersyukur wilayah RT kami kecil dan kebetulan ada rumah kosong. Jika ada warga yang ngeyel mudik, maka akan kami minta untuk lakukan isolasi mandiri di rumah itu. Mengingat kami punya warga usia lanjut yang rentan terhadap Corona,” pungkas Marsi. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here