Home Pariwisata Berwisata ke Kalinampu Natural Park Pundong, Serasa Berwisata di Jepang

Berwisata ke Kalinampu Natural Park Pundong, Serasa Berwisata di Jepang

597
0
Obyek Wisata Alam Kalinampu Natural Park, Dusun Kalinampu, Kelurahan Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Bagi Anda warga Jogja yang memimpikan atau punya keinginan dapat berwisata ke negeri Jepang untuk menikmati sensasi keindahan taburan bunga Sakura, Anda tidak perlu jauh dan bersusah-susah nabung karena mahal di ongkos. Silakan kunjungi saja Obyek Wisata Alam Kalinampu Natural Park (KNP), Pundong, Kabupaten Bantul, DIY.

Pintu masuk ke obyek wisata alam Kalinampu Natural Park (KNP) didesain menyerupai pintu masuk rumah pedesaan di negeri Jepang, foto diambil Minggu (11/10/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Sebelum ke negeri Sakura secara nyata, Anda akan memperoleh sensasi yang sama di Kalinampu Natural Park yang berada di tepian Sungai Opak atau tepatnya di Dusun Kalinampu, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Lanskap pemandangan alam dan beberapa spot foto benar-benar disesuaikan seperti layaknya keindahan alam pedesaan di negeri pendekar Samurai. Juga ada sarana perahu untuk menyusuri keindahan tepian Dusun Kalinampu.

Lanskap obyek wisata alam Kalinampu Natural Park (KNP), Seloharjo, Pundong, Bantul. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

“Destinasi wisata ini kami konsep atau bertemakan Jepang sebab Dusun Kalinampu kaya akan tanaman pohon bambu. Lantas bunga-bunga Enceng Gondok (Eichhornia crassipes) yang banyak di tepian Sungai Opak kami ibaratkan guguran bunga Sakura,” terang Anang Taufiq Ariwibowo selaku Ketua Karang Taruna Dusun Kalinampu didampingi oleh Yadi, saat ditemui Bernasnews.com, Minggu (11/10/2020), di venue.

Dikatakan, sebenarnya obwis KNP dibuka sejak 6 Oktober 2019 atau setahun lalu. Karena wisata alam ini juga sangat tergantung dengan kondisi alam terutama terkait lairan Sungai Opak, maka dari Januari 2020 kegiatan KNP off atau libur sebab sungai banjir dan tumbuhan eceng gondok hanyut.

“Baru setelah kondisi normal kembali, maka pada tanggal 5 September 2020 kami buka kembali. Bulan Januari hingga bulan Juli merupakan musim penghujan dan sungai juga banjir, maka kami tentu harus menyesuaikan,” unjar Anang Taufiq Ariwibowo yang juga sebagai Ketua Ikatan Muda-mudi Islam Kalinampu (IMIKA) itu.

Komunitas pelukis dari Yogyakarta ikut meramikan obyek wisata Kalinampu Natural Park (KNP), Minggu (11/10/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.
Perfoma teatrekal pendekar samurai bertopeng sandal jepit oleh Yeswe, warga Kalinampu, Minggu (11/10/2020), cukup menghibur para wisatawan yang berkunjung ke Kalinampu Natural Park (KNP). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Sementara Yadi menambahkan, bahwa semangat kemandirian Karang Taruna Kalinampu selain untuk pemberdayaan peningkatan ekonomi warga. Juga sebagai promosi atau memperkenalkan keberadaan Dusun Kalinampu, dusun yang lokasinya paling dalam dari akses jalan raya di Kecamatan Pundong.

“Sebelum ada obwis KNP ini banyak teman-teman yang belum kenal dengan Dusun Kalinampu, namun untuk sekarang sudah banyak yang mengenal dengan sebutan Kalinampuu taman enceng gondok atau Desa Jepang,” imbuh Yadi.

Hampran tanaman enceng gondok yang berbunga bak guguran bunga Sakkura di sebuah pedesaan di negeri Jepang. Foto diabadikan, Minggu (11/10/2020), oleh Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Semangat untuk mengangkat potensi dusun, lanjut Yadi, juga dilakukan oleh Mas Rujiman seorang pelukis mantan warga Kalinampu yang mengajak teman-teman komunitas pelukis untuk melukis keindahan alam di obyek wisata alam Kalinampu Natural Park (KNP). Di ujung dusun Kalinampu, pada tahun 1970an pernah dipakai sebagai lokasi shoting film Ario Penangsang dan tahun 2018, di depan gerbang masuk dusun shoting film Bumi Manusia, sutradara Hanung.

Berdasar pengamatan Bernasnews.com, obwis KNP yang dikelola oleh Karang Taruna Kalinampu secara mandiri dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis) IMIKA cukup rapi dalam pengelolaan. Pengunjung diharuskan mengkituti protokol kesehatan, cuci tangan dan pengecekan suhu badan. Tiket masuk juga dibikin kekinian dengan digelangkan pada tangan pengunjung.

Menyusuri sungai Opak untuk menikmati keindahan tepian Dusun Kalinampu, Seloharjo, Pundong, Bantul, Minggu (11/10/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

“Seluruh lapak baik yang di dalam maupun di luar ada sejumlah 30 lapak, baik kuliner maupun kerajinan semua yang mengisi adalah warga setempat. Pengunjug untuk hari Sabtu dan Minggu, rata-rata berkisar 1.500 – 2.000 orang,” ujar Anang.

Meskipun pejabat terkait satu pun belum ada yang berkunjung, kecuali kerabat Kraton Yogyakarta dan Kepala BNN DIY malah sudah berkunjung, namun kami tetap semangat. “Semoga kedepan Pundong khususnya dan Bantul pada umumnya, bisa lebih memaksimalkan lagi untuk berswadaya sendiri dalam meningkatkan kreatifitas masyarakat,” tutup Anang. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here