Home Pendidikan Berwirausaha dan Bekerja Garis Dasarnya Rezeki yang Halal

Berwirausaha dan Bekerja Garis Dasarnya Rezeki yang Halal

39
0
Dekan Fisipol UWM Suwarjo, S.IP, MSi, menyerahkan cinderamata kepada nara sumber Kuliah Umum, Senin (30/9/2019). Foto: Dok. Humas UWM.

BERNASNEWS.COM — Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik (Fisipol) Universitas Widya Mataram (UWM), Senin (30/9/2019), menggelar kuliah umum dengan tema Sukses Studi Sukses Berwirausaha, di Ruang Soekarno Nehru, Kampus UWM, Yogyakarta.

Acara yang  merupakan rangkaian Dies Natalis ke-37 UWM ini dihadiri  oleh Dekan, Kaprodi, Ketua Panitia Dies, Dosen dan para mahasiswa Fisipol. Menghadirkan dua nara sumber Rehan Abdullah Salam, S.TP selaku Direktur CV. Sari Nira Nusantara dan Owner Chockles Es Coklat, serta Liza Mega Pratiwi, SE, selaku Founder dan Owner Mega Group Indonesia.

Dekan Fisipol UWM Suwarjo, S.IP, Msi, mengatakan, kuliah umum ini secara rutin diselenggarakan. Bertujuan memberikan bekal tambahan pengetahuan, semangat, motivasi dan alternatif pilihan yang suatu saat nanti menjadi jalan hidup mahasiswa. “Pilihan alternatif itu sebagai penunjang untuk masa depan yang lebih cerah. Dalam kesempatan ini secara kongkrit dihadirkan dua pemateri yang menginspirasi,” kata Suwarjo.

Rehan Abdullah Salam, menerangkan, berwirausaha bukan sebuah capaian, namun merupakan cara lain dalam memperoleh pekerjaan. Berwirausaha maupun bekerja garis dasarnya adalah rezeki yang halal. “Ada tiga hal untuk mendapatkan pekerjaan yakni skills, credibility dan network. Dalam dunia bisnis, kecepatan bisnis akan berkembang sebanding dengan seberapa berkualitas jaringan yang dimiliki. Permasalahan dalam dunia bisnis akan cepat terselesaikan jika kita memiliki jaringan luas,” ungkapnya.

Sementara, Liza Mega Pratiwi, SE, yang juga alumni Fakultas Ekonomi UWM ini, memaparkan makna sukses studi. Menurutnya, sukses adalah sebuah kata sifat yang setiap orang menafsirkan berbeda kaitannya dengan sukses studi dan sukses berwirausaha. Sukses studi adalah ketika mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah.

“Jangan terburu-buru untuk menciptakan produk di era yang dituntut untuk terus berinovasi ini. Lihat kebutuhan mahasiswa sekitar sehingga bisa menginspirasi untuk dijadikan peluang usaha. Dan jangan pesimis, karena tidak perlu modal banyak untuk membuka usaha,” tukasnya. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here