Wednesday, May 18, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeSeni BudayaBersyukur atas Panen Melimpah, Warga Cupuwatu Gelar Upacara Wiwitan

Bersyukur atas Panen Melimpah, Warga Cupuwatu Gelar Upacara Wiwitan

bernasnews.com – Banyak cara dilakukan orang untuk menyatakan syukur kepada Tuhan atas berkat yang diberikan. Bagi orang Jawa, selain mengucapkan syukur melalui doa, juga dengan upacara adat yang disebut dengan upacara adat wiwitan. Upacara wiwitan sebagai bentuk rasa syukur atas dimulainya panen padi yang melimpah.

“Sebagai umat beragama dan berbudaya luhur, kita menyatakan syukur itu sesuai dengan tatacara agama yakni berdoa, sementara ritual budaya yaitu upacara wiwitan. Dalam upacara wiwitan, salah seorang yang dituakan memberikan sesaji untuk para leluhur lalu memotong satu tangkai padi sebagai simbol dimulainya panen,” kata Wahyudi, seorang petani pemilik lahan sawah yang hendak dipanen di Dusun Cupuwatu II, Desa Puwomartani, Kalasan, Sleman, Sabtu 26 Maret 2022.

Bunda Yuanita (kanan) memimpin doa secara Katolik di tepi sawah dalam upacara wiwitan di Dusun Cupuwatu II, Desa Purwomartani, Kalasan, Sleman, Sabtu 26 Maret 2022. Foto: Philipus Jehamun/bernasnews.com

Menurut Wahyudi, lahan sawah yang dipanen total seluas 3 hektar masing-masing 1,8 hektar miliknya dan 1,2 hektar milik Haji Suyanto, kakak Wahyudi. Setiap hektar bisa menghasilkan 5 ton padi atau total 15 ton untuk lahan 3 hektar. Bila dinilai dengan uang satu hektar padi bisa mencapai Rp 5 juta atau Rp 15 juta untuk 3 hektar.

Upacara wiwitan diawali dengan doa secara Islam yang dipimpin oleh Haji Urip Bahagia di Joglo milik Haji Suyanto tak jauh dari lahan sawah yang hendak dipanen, sementara doa secara Katolik dipimpin Bunda Yuanita di tepi sawah. Selanjutnya, Elisabet Ngadiyem membawa sesaji dalam sebuah pincuk untuk diletakkan di tepi sawah yang hendak dipanen. Kemudian, Elisabet Ngadiyem memotong setangkai pada sebagai simbol dimulainya panen. Acara dilanjutkan dengan makan bersama dengan menu utama ingkung ayam kampung dengan nasi gurih d Joglo bagian depan rumah Haji Suyanto.

Warga foto bersama di tepi sawah usai upacara wiwitan di Dusun Cupuwatu II, Desa Purwomartani, Kalasan, Sleman, Sabtu 26 Maret 2022. Foto: Philipus Jehamun/bernasnews.com

Menurut Wahyudi, selain bentuk syukur atas berkat Tuhan dengan panenan yang melimpah, upacara wiwitan juga sebagai bentuk nguri-uri budaya Jawa. Sebab, ketika dulu masih kecil dan kedua orangtuanya masih ada, dalam sehari bisa lebih dari sekali ada upacara wiwitan. Karena hampir semua keluarga yang punya lahan sawah selalu mengadakan upacara setiap mengawali panen.

Warga makan bersama dengan menu utama ingkung ayam kampung usai upacara wiwitan di Joglo Rumah Haji Suyanto di Dusun Cupuwatu II, Desa Purwomartani, Kalasan, Sleman, Sabtu 26 Maret 2022. Foto: Philipus Jehamun/bernasnews.com

“Setelah bapak/ibu sudah tidak ada, ada keinginan untuk mengadakan upacara wiwitan untuk melestarikan budaya Jawa sekaligus mengucap syukur atas panenan yang melimpah,” kata Wahyudi. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments