Bersih dan Banyak Spot Foto, Bikin Wisatawan Makin Betah

    643
    0
    Risky Chusnul Chotimah, Marketing Eksekutif Hotel Emersia Yogyakarta. Foto: Anton Sumarjana

    BERNASNEWS.COM – Bagi para pelaku bisnis pariwisata, Yogyakarta merupakan kota yang memberi berkat. Kunjungan wisatawan ke kota gudeg meningkat dari tahun ke tahun. Misalnya, tahun 2017 wisatawan ke kota Jogja berjumlah 3,8 juta orang, pada tahun 2018 naik menjadi 4,1 juta orang. Sedangkan wisatawan asing pada 2017 berjumlah 435.655 orang, dan pada 2018 naik menjadi 496.293 orang.

    Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta optimis tahun berikutnya, pada 2019 jumlah wisatawan naik 5-10 persen. Kenaikan jumlah wisatawan sudah pasti disamnut gembira oleh kalangan pelaku industri pariwisata. Salah satunya perhotelan.

    Pariwisata sendiri sangat rentan dengan situasi dan kondisi masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Wabah virus Convid 19 yang merebak dari Wuhan, Tiongkok, gesit menyebar ke se antero dunia, baik di alam nyata maupun di alam maya via media sosial. Kekhawatiran akan ancaman virus Convid 19 ini membuat orang merasa takut untuk bepergian. Apalagi untuk sekadar mencari hiburan dengan mengikuti perjalanan wisata.

    Wisata domestik (inbound) diharapkan justu ramai, pada saat wisata internasional (outbound) antarnegara sepi. Pemerintah telah memberi subsidi kepada dunia penerbangan sehingga tarif pesawat turun sampai 50 persen. Keringanan tiket pesawat diharapkan memberi dampak positif terhadap indutri pariwisata domestik.

    Risky Chusnul Chotimah, Marketing Eksekutif Hotel Emersia Yogyakarta, mengaku senang jika kunjungan wisatawan benar-benar akan naik. Menurut Kiki, demikian panggilan akrabnya, Yogyakarta sebagai  destinasi atau tujuan wisata terbesar kedua di Indonesia setelah Bali telah banyak berbenah. Fasilitas di berbagai obyek wisata di Yogyakarta semakin bagus, aksesnya pun semakin gampang. Jika wisatawan terus meningkat, tingkat hunian hotel pun akan naik.

     Obyek wisata paling ramai di DIY, menurut Kiki, adalah kawasan pantai selatan Kabupaten Gunung Kidul. Obyek wisata pantai di Gunung Kidul, menurut Kiki, mempunyai daya tarik yang tinggi. “Menarik dan bagus-bagus. Pemda Gunung Kidul sudah banyak membenahi obyek-obyek wisata yang ada,” tuturnya.

    Untuk lebih meningkatkan jumlah wisatawan dan membuat semakin betah para wisatawan berada di obyek wisata, Kiki menyarankan agar pengelola tempat tujuan wisata lebih memperhatikan soal kebersihan. Obyek wisata yang bersih, menurut Kiki, adalah kunci yang membuat para wisatawan semakin betah menikmati daya tarik di obyek wisata itu.

    “Pengunjung pagi hari masih menikmati kebersihan pantai, tetapi pengunjung sore hari melihat sudah kotor. Jadi perlu cepat dibersihkan, sehingga pengunjung pada sore hari pun merasakan kenyamanan yang sama dengan pengunjung pagi dan siang hari,” usul Kiki.       

    Kiki juga menyarankan agar di semua obyek wisata dibuat lebih banyak spot foto. Ini menjadi daya tarik juga, mengingat sebagian pengunjung tempat wisata adalah wisatawan lokal. “Beda ya antara wisatawan lokal dan wisatawan asing,” ujarnya.

    “Perbedaannya,” menurut Kiki, “wisatawan lokal lebih senang berfoto, sedangkan wisatawan asing lebih suka menikmati daya tarik obyek wisata.”

    Kiki memberi info terkait pelayanan hotel. Banyak wisatawan dari luar daerah tiba di Jogja pagi hari. Mereka tidak bisa langsung chek in, karena waktu chek in siang hari. Nah, para wisatawan bisa menitipkan barang bawaannya di hotel yang akan diinapi. Biasanya setiap hotel bintang tiga ke atas ada fasilitas penitipan barang (concierge). Gratis. Setelah itu para wisatawan bisa berkunjung ke obyek-obyek wisata. (Anton Sumarjana adalah staf Biro Perjalanan Wisata Christour Yogyakarta)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here